
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Ketika Joana ingin mengambil piring kotor di larang oleh Mommy Maya.
"Joana, biarkan saja pelayan yang melakukannya." Ucap Mommy Maya sambil turun dari kursi makan begitu pula dengan Daddy Nathan.
"Baik Mom." Jawab Joana dengan patuh.
"Kak Delon kok masih duduk? Apa mau nambah lagi?" tanya Joana yang sudah turun dari kursi makan.
"Kak Delon kekenyangan jadi tidak bisa jalan." Jawab Delon sambil memegangi perutnya yang gendut.
"Pffftttt..." Tawa ke dua orang tuanya dan Joana bersamaan.
"Kenapa Mommy, Daddy dan Joana tertawa?" tanya Delon dengan wajah cemberut.
"Bagaimana kami tidak tertawa tadi bilangnya : Joana kebanyakan nanti tidak habis. Tapi ternyata malah nambah dua kali." Jawab Mommy Maya sambil mengulangi perkataan Delon.
"Baru kali ini Daddy melihatmu makan banyak biasanya sedikit. Apa jangan-jangan karena masakan Joana makanya makannya banyak?" Tanya Daddy Nathan usil.
"Sepertinya begitu Dad." Jawab Delon sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Kalau begitu setiap hari Joana masakin buat Kak Delon." ucap Joana sambil tersenyum bahagia karena masakannya di puji oleh Orang tua Delon dan juga Delon.
"Boleh banget." Ucap Delon dengan penuh semangat.
Delon paling suka masakan rumah karena itu jika dirinya ingin makan siang, Delon selalu mampir ke perusahaan milik Daddy Nathan untuk mengajaknya ke mansion milik Daddy Nathan di mana Mommy Maya selalu masak.
"Joana tolong tarik tangan Kakak." Pinta Delon dengan nada manja.
"Baik Kak." Jawab Joana sambil mengarahkan tangannya ke arah Delon.
Grep
"Tubuh Joana masih kecil yang ada nanti ambruk dan jatuh ke pangkuanmu. Jadi lebih baik Daddy tarik tanganmu." ucap Daddy Nathan sambil menarik tangan Delon agar Delon berdiri.
"Delon jangan modus deh." sambung Mommy Maya sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap putra sulungnya yang seperti anak abg sedang jatuh cinta.
"Apa itu modus Mom?" tanya Daddy Nathan sambil melirik ke arah Delon.
Daddy Nathan melihat wajah Delon yang sedang menatap dirinya dengan tatapan kesal karena Delon sudah berdiri dengan di bantu Daddy Nathan.
"Modus itu : yang mengikuti mode, yang berpakaian sesuai dengan mode yang paling baru." jawab Mommy Maya.
"Itu modis Mom." jawab Delon.
"Masa sih? Sejak kapan di ganti?" tanya Mommy Maya sambil berfikir.
__ADS_1
Grep
"Aish Mommy dan Daddy nyebelin banget." ucap Delon kemudian menarik tangan Joana.
"Pffftttt .... Hahahaha .." tawa pecah Mommy Maya dan Daddy Nathan bersamaan karena sudah berhasil mengusili putra sulungnya.
"Joana kita jalan-jalan yuk?" ajak Delon.
Delon melirik ke arah orang tuanya yang masih tertawa lepas dan dalam hatinya Delon sangat bahagia melihat ke dua orang tuanya bisa tertawa dengan lepas.
Kebahagiaan seorang anak adalah melihat kebahagiaan orang tuanya begitu pula sebaliknya tapi lebih cenderung kebanyakan orang tua lebih bahagia jika melihat anaknya bahagia karena terkadang ada anak tidak memperdulikan orang tuanya ketika anaknya sudah menikah.
Malah yang lebih parahnya anak merebutkan masalah warisan padahal orang tuanya masih hidup padahal sejak dari kecil hingga besar orang tuanya selalu menyayangi dirinya.
Oke, kita lanjut ceritanya ðŸ¤
"Jalan-jalan kemana?'' tanya Joana sambil mengikuti langkah Delon.
Ketika Delon ingin mengatakan sesuatu ke Joana, Mommy Maya dan Daddy Nathan berjalan ke arah mereka membuat Delon tidak jadi mengatakannya.
"Kalau kalian mau jalan-jalan lebih baik pergi ke mall membeli beberapa keperluan Joana." usul Mommy Maya.
"Bagus juga ide Mommy, kalau begitu kita pergi ke mall." Ucap Delon.
Ctak
"Aduh." Ucap Joana ketika keningnya di sentil oleh Delon.
Joana mengusap keningnya yang terasa nyeri membuat Delon juga ikut mengusap kening Joana.
"Maaf, habis kamu itu lucu banget." ucap Delon sambil masih mengusap kening Joana.
"Memangnya Aku badut?" tanya Joana dengan wajah di tekuk dan bibir bawahnya dimajukan.
"Kak Delon mengajakmu tentu saja Kak Delon akan membayar semua yang kamu beli." Jawab Delon menjelaskan.
'Aduh itu bibir ingin Aku merasakannya lagi.' Sambung Delon dalam hati.
"Benarkah? Kalau begitu Aku mau borong semuanya." ucap Joana sambil tersenyum menyeringai.
"Aish senyuman mu sangat jelek." Ucap Delon dengan wajah pura-pura kesal.
"Biarin yang penting Kak Delon suka." Jawab Joana usil sambil berjalan ke arah Mommy Maya.
"Dih siapa yang suka?" Tanya Delon sambil menahan agar tidak tersenyum.
__ADS_1
"Mommy, Joana mau pergi ke mall bersama Kak Delon. Mommy dan Daddy mau pesan apa? Mumpung gratis ada orang yang mau bayarin." ucap Joana sambil tersenyum kemudian mengecup punggung tangan Mommy Maya dan Daddy Nathan secara bergantian tanpa menjawab ucapan Delon.
"Mommy dan Daddy tidak pesan apa-apa, Kalian berdua hati-hati di jalan." Ucap Mommy Maya.
"Baik Mom." Jawab Joana.
"Oh iya? Kalau Kak Delon memang tidak suka sama Joana, nanti di mall Joana mau kenalan sama cowok yang ganteng dan sedap di pandang mata." Sambung Joana yang masih usil.
Entah kenapa Joana sangat suka mengusili Delon sedangkan Delon yang mendengarkan ucapan Joana membuat Delon sangat kesal.
"Jika kamu berani berkenalan maka Kakak akan menurunkan mu di jalan." Ancam Delon.
"Silahkan saja karena nanti Joana tinggal telepon kekasih baru Joana yang kenal di mall untuk menjemput Joana." jawab Joana dengan nada santai.
"Joana." Panggil Delon sambil menahan kesal.
"Ya." jawab Joana dengan singkat sambil tersenyum ke arah Delon yang sedang menatapnya dengan tatapan kesal.
"Ouch... Sakit Kak." Ucap Joana sambil memegangi telinganya yang di tarik oleh Delon.
"Mommy, Daddy, Kak Delon nakal." Adu Joana ketika telinganya dijewer oleh Delon.
"Delon." panggil Mommy Maya dan Daddy Nathan bersamaan.
"Marahin saja Mom, Kak Delon sudah melakukan KYDKT jadi harus di hukum." ucap Joana sambil tersenyum menyeringai.
"Apa itu KYDKT?" tanya Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon dengan serempak sambil menatap Joana dengan tatapan bingung.
Delon langsung melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga Joana sambil menunggu kepanjangan KYDKT.
"Kalau KDRT kepanjangannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga sedangkan KYDKT kepanjangannya Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Kakek Tua." Jawab Joana sambil berlari ketika telinganya tidak di jewer oleh Delon.
"Joana!" Teriak Delon dengan nada kesal sambil berlari mengejar Joana.
"Pfftttttt ..." Tawa Daddy Nathan dan Mommy Maya.
"Kakek sudah tua tidak mungkin bisa mengejar Joana." Ledek Joana sambil berlari ke arah ruang keluarga.
Daddy Nathan dan Mommy Maya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua terlebih dengan sikap Delon yang seperti anak ABG.
"Daddy baru kali ini melihat Delon seperti ini." Ucap Daddy Nathan.
"Mommy juga sama, dulu Delon seperti Daddy." Ucap Mommy Maya.
"Memang dulu Daddy kenapa Mom? Perasaan Daddy biasa saja." ucap Daddy Nathan sambil berpikir.
__ADS_1