
("Ponselnya Edward colokin lewat laptop makanya Edward menelepon dengan menggunakan laptop," jawab Edward menjelaskan).
"Oooweeee,"
"Oooweeee,"
"Oooweeee,"
Terdengar suara tangisan bayi yang menyayat kan hati membuat Edward tanpa sadar langsung menyanyi kan untuk ke tiga bayi kembar tersebut tanpa mengetahui kalau ke tiga bayi kembar tersebut adalah anak kandungnya.
Ke tiga bayi kembar yang sejak tadi menangis mendadak berhenti hanya terdengar suara sesenggukan dari mulut ke tiga bayi tersebut.
Ke tiga bayi kembar tersebut langsung mau meminum susu dari dot yang sejak tadi ditolaknya membuat Katarina dan Alona sangat terkejut dengan apa yang barusan di lihat.
Setelah beberapa saat ke tiga bayi tersebut tidur dengan pulas ketika Edward sudah selesai bernyanyi. Alona dan ke dua baby sister meletakkan ke tiga bayi kembar ke ranjang box khusus bayi kemudian Katarina memperlihatkan ke tiga bayi milik Edward dengan Alona.
("Sangat lucu dan menggemaskan," ucap Edward sambil tersenyum namun dalam hatinya sangat terluka).
'Seandainya mereka anakku sangat bahagianya hati ku, maafkan aku Alona ... Maafkan Daddy,' sambung Edward dalam hati.
("Betul sekali sangat menggemaskan," jawab Katarina).
("Tante," panggil Edward).
("Ya," jawab Katarina singkat).
__ADS_1
("Aku ingin melihat Ibunya," pinta Edward yang masih penasaran dengan suara yang sangat mirip dengan Alona).
Katarina menatap ke arah Alona untuk meminta persetujuan tapi Alona hanya menggelengkan kepalanya tanda dirinya tidak setuju membuat Katarina menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena bagaimanapun dirinya tidak bisa memaksa Alona.
(''Maaf Edward, Ibunya tidak bersedia,'' jawab Katarina).
("Kenapa Tante?" tanya Edward).
Katarina menatap ke arah Alona kembali dan Alona mengarahkan ke dua tangannya ke arah kening sambil di pijat-pijat yang artinya kepala Alona pusing dan Katarina mengerti kode tersebut.
("Kepalanya sedang pusing dan sepertinya ingin istirahat," jawab Katarina).
("Bilang padanya untuk jaga kesehatan, makan yang banyak, minum obat dan istirahat," ucap Edward).
("Baik nanti Tante sampaikan," jawab Katarina).
("Bye," jawab Katarina).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Katarina meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang.
"Sampai kapan kamu menyembunyikannya dari Edward?'' tanya Katarina yang tidak tega melihat kesedihan di wajah Edward.
"Maaf Tante, untuk saat ini aku belum bisa," jawab Alona.
__ADS_1
"Tante hanya minta jangan menghukum Edward terlalu lama terlebih ke tiga anak kalian sangat membutuhkan sosok seorang Ayah," ucap Katarina.
"Baik Tante," jawab Alona patuh.
Katarina hanya menganggukkan kepalanya kemudian turun dari ranjang Alona sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
Katarina berjalan meninggalkan kamar Alona sedangkan Alona hanya bisa memeluk ke dua lututnya sambil terisak.
Dua Belas Tahun Kemudian
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun dan kini usia ke tiga anak kembar dari pasangan Edward dan Alona menginjak usia dua belas tahun.
Wajahnya sangat mirip dengan Edward dan bisa di bilang fotocopy nya hanya saja sifatnya mengikuti sifat Alona. Selain mengurus ke tiga anak kembarnya Alona juga mengurus panti asuhan bahkan menjadi donatur tetap.
Alona berkerja di perusahaan milik Mikael sebagai sekretaris dan sebagian dari penghasilan diberikan ke panti asuhan.
"Mommy, kapan Daddy pulang?" tanya ketiga putranya bersamaan.
"Sayang, Daddy pergi jauh untuk mengurus perusahaan karena itulah tidak sempat datang menemui kalian. Nanti jika pekerjaan sudah selesai pasti Daddy datang menemui kalian," jawab Mommy Alona berbohong.
"Masa sudah dua belas tahun Daddy tidak kangen sama kami Mom?" tanya ke tiga putranya secara bersamaan dengan wajah kecewa.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1