
"Bagaimana Alona masakan cucu Oma?" tanya Mommy Maya setelah Alona sudah selesai makan dan minum.
"Enak Oma," ucap Alona sambil tersenyum bahagia karena bisa merasakan masakan suaminya.
"Lain kali minta di masakin sama Edward karena Edward itu pintar masak ngikutin Mommynya," ucap Mommy Maya.
"Iya Oma," jawab Alona patuh sambil tersenyum.
'Maaf Oma, mungkin masakin ini yang terakhir aku rasakan karena aku akan pergi dari kehidupan kak Edward dan juga keluarga besar kak Edward.' sambung Alona dalam hati.
"Oh ya, selama ini apakah cucu Oma yang bernama Edward sering menyakitimu?" tanya Mommy Maya sambil menatap wajah cantik Alona.
Walau Alona tidak begitu suka dandan tapi Alona tetap cantik dan sangat enak untuk dilihat.
("Oma, Opa dan Delon tahu kalau kamu beberapa kali terluka baik itu batin maupun fisik seperti kejadian hari ini kalau kamu hampir ma ti karena di ce kik oleh cucuku Edward. Oma hanya ingin tahu apakah kamu tetap menutupi sifat jelek cucuku atau menutupinya walau kamu sering terluka dan itu membuatmu sering menangis akibat ulah cucuku Edward," ucap Mommy Maya dalam hati).
"Tidak pernah Oma, kak Edward sangat baik sama Alona," jawab Alona sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau cucuku Edward sangat baik padamu," ucap Mommy Maya.
'Edward, Oma akan marah jika kamu menyakiti Alona lagi.' ucap Mommy Maya dalam hati.
__ADS_1
"Oma, maaf aku ngantuk," ucap Alona sambil mulutnya di tutup karena Alona sedang menguap.
"Kalau begitu tidurlah," ucap Mommy Maya sambil merapikan selimut Alona.
"Oma," panggil Alona.
"Ya," jawab Mommy Maya singkat.
"Bolehkah aku minta satu hal?" tanya Alona penuh harap.
"Boleh, apa itu?" tanya Mommy Maya penasaran.
"Tentu saja boleh, kok tumben minta di temani Oma?" tanya Mommy Maya sambil naik ke atas ranjang.
"Tidak tahu Oma, saat ini aku ingin sekali di peluk Oma karena setelah ini Alona tidak meminta di peluk lagi. Anggap saja ini permintaan terakhir Alona," ucap Alona sambil menggeser kan tubuhnya.
"Apa maksudmu Alona? Kok permintaan terakhir? Kok bicaramu seperti akan pergi jauh?" tanya Mommy Maya dengan curiga sambil berbaring di samping Alona dan memeluknya.
"Kita tidak tahu sampai usia berapa kita masih hidup, siapa tahu setelah aku di peluk besoknya Alona sudah pergi jauh dan tidak bisa ditemukan," ucap Alona sambil membalas pelukannya dan memejamkan ke dua matanya.
"Apakah kamu ada rencana untuk meninggalkan Edward?" tanya Mommy Maya.
__ADS_1
Deg
Deg
Jantung Alona berdetak kencang buka karena jatuh cinta tetapi perkataan Mommy Maya adalah benar adanya kalau dirinya ada rencana untuk kabur.
("Benar Oma, Alona ada rencana kabur dari rumah sakit," ucap Alona dalam hati).
Alona pura-pura tidur agar dirinya tidak menjawab pertanyaan Mommy Maya.
("Maaf Oma, kalau aku terpaksa pura-pura tidur,'' ucap Alona dalam hati).
("Oma tahu kalau kamu ada rencana kabur dari Edward. Oma akan membiarkan kamu kabur agar Edward merasakan bersalah tapi Oma akan memberikan seorang bodyguard yang selalu melindungi mu," ucap Mommy Maya dalam hati).
Tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua tidur dengan pulas bersamaan pintu ruang perawatan terbuka.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul:
__ADS_1