
"Maafkan aku Kak," jawab Eden sambil menatap wajah Agung dengan sendu.
"Dok, tolong rawat suamiku," mohon Eden.
"Baik Nyonya," jawab dokter tersebut.
Selesai di periksa brangkar di mana Eden berbaring di dorong oleh perawat dengan di bantu Delon dan Edward sedangkan dokter dengan di bantu oleh Ayahnya Agung mengangkat tubuh Agung ke arah ranjang khusus yang menunggu pasien sambil menunggu brangkar satunya.
Agung hanya menatap kepergian Eden dengan sendu tanpa bisa melakukan apa-apa karena ada Delon dan Edward. Dirinya sangat menyesal dan menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta dengan Eden.
Dua Minggu Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya Agung dan Eden sudah resmi bercerai. Agung ingin menghubungi Eden tapi Agung tidak bisa karena nomernya di blokir dan Eden disembunyikan oleh keluarga besar Alexander.
Delisa yang mengetahui kalau menantunya sering menyiksa putri kandungnya sangat marah dan dendam terhadap Agung dan ke dua sahabatnya sekaligus besannya.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy tidak menyangka kalau Agung sangat jahat padamu," ucap Delisa merasa bersalah.
"Mommy, Eden sangat merindukan Kak Agung dan ingin bertemu dengan nya," ucap Eden.
"Tidak boleh, kamu harus melupakan Agung dan cari pria yang lebih baik dari Agung," ucap Delisa.
"Tapi Mom, Eden sekarang hamil Anak Agung jadi bagaimana mungkin Eden memisahkan Ayah dengan Anak?" tanya Eden sambil menatap Delisa dengan berkaca-kaca.
"Pokoknya Mommy tidak setuju," ucap Delisa.
__ADS_1
Selesai mengatakan hal itu Delisa keluar dari kamar putrinya dan berjalan ke arah garasi mobil. Delisa mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga Delisa ingat akan Arsene membuat Delisa mempunyai rencana.
Delisa langsung mengarahkan mobilnya ke mansion milik Arsene hingga dua puluh lima menit kemudian Delisa sudah sampai di mansion.
"Ada apa Nyonya mencari ku?" tanya Arsene.
Bruk
"Aku mohon menikahlah dengan putriku," mohon Delisa sambil berlutut dihadapan Arsene sambil mengeluarkan air mata buayanya.
Arsene sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya membuat Arsene menarik ke dua bahu Delisa.
"Aku tidak akan bangun sebelum Nak Arsene mau menikah dengan putriku Eden," ucap Delisa.
"Bukankah Eden sudah menikah?" tanya Arsene sambil menarik ke dua tangannya yang tadi memegang ke dua bahu Delisa untuk berdiri.
"Maaf Nyonya, aku tidak bisa," jawab Arsene dengan tegas.
"Kenapa? Tenang saja Delisa masih menjaga kehormatannya." jawab Delisa berbohong.
"Walau sudah tidak suci lagi, aku tidak bisa mencintainya karena aku tidak mencintainya," jawab Arsene dengan tegas.
"Aku mohon, putriku sangat mencintaimu dan putriku akan bunuh diri jika kamu tidak mencintainya dan menikah dengannya," mohon Delisa.
Arsene menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya karena dirinya tidak tega jika Eden bunuh diri.
__ADS_1
Delisa tersenyum menyeringai karena rencananya sudah berhasil kemudian Delisa barulah berdiri.
"Tapi aku ingin menikah dengan sederhana," ucap Arsene.
"Tapi ..." ucapan Delisa terpotong oleh Arsene.
"Jika tidak mau maka pernikahan batal," ancam Arsene kemudian membalikkan badannya meninggalkan Delisa.
"Baik, aku setuju dan terima kasih karena mau menikah dengan putriku," ucap Delisa sambil menahan amarahnya.
Delisa kemudian pergi meninggalkan mansion milik Arsene menuju ke mansion untuk mengabarkan kabar gembira ke Eden. Dalam perjalanan menuju ke mansion tanpa sengaja Delisa melihat Agung sedang menyebrang jalan.
Delisa dengan sengaja menambah kecepatan mobilnya sedangkan Agung yang merasakan bahaya menengok ke arah samping dan melihat kalau Delisa sedang menuju ke arah dirinya dengan tatapan kebencian.
Brak
"Akhhhhhhhh," teriak Agung.
Hingga mobil Delisa menabrak mobil Agung membuat tubuh Agung terbang dan jatuh ke jalan raya dengan berlumuran darah.
"Agung!" teriak Ibunya dan Ayah nya Agung sambil berlari ke arah Agung sedangkan mobil Delisa melaju dengan cepat sambil tersenyum devil.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1