
"Aku tidak kemana-mana," jawab Eden.
("Sekarang tidak kemana-mana tapi ketika kamu tidur nyenyak aku akan kabur dari sini," sambung Eden dalam hati).
Selesai berbicara Eden berjalan di ranjang kemudian berbaring sedangkan Agung hanya diam tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Agung dan Eden memejamkan matanya dengan posisi ujung sama ujung ranjang.
Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut Agung sedangkan Eden yang pura-pura memejamkan matanya mendengar suara dengkuran halus.
"Baguslah sudah tidur, sekarang aku mau kabur dari sini," ucap Eden sambil membuka matanya dan perlahan turun dari ranjang.
"Aku tidak perduli sudah jam tiga pagi karena yang terpenting aku harus pergi dari sini," sambung Eden.
Sambil meringis menahan rasa sakit pada bagian privasi nya Eden berjalan perlahan menuju ke arah pintu hotel. Eden memegang gagang pintu sambil memalingkan wajahnya ke arah belakang untuk melihat Agung.
("Tidurlah yang nyenyak karena aku ingin kabur dari pria gi*a sepertimu," ucap Eden dalam hati).
Ceklek
Ceklek
("Si*l, kenapa pintunya di kunci?" tanya Eden dalam hati).
__ADS_1
"Aku sudah menebak kalau kamu akan melarikan diri," ucap Agung dengan suara dingin sambil turun dari ranjang.
Agung membuka laci yang berada di dekat ranjang kemudian mengambil cambuk. Agung berjalan ke arah Eden sedangkan Eden berusaha membuka pintu kamar hotel tapi pintu tersebut terkunci hingga Eden membalikkan badannya dan melihat Agung mengangkat tangannya sambil memegang cambuk.
"Apa yang kak Agung lakukan?" tanya Eden dengan wajah pucat.
"Tentu saja mencambuk mu agar kamu tidak kabur lagi," ucap Agung dengan nada santai.
ctas
"Akhhhhhhhh..." teriak Eden.
Eden yang mendengar ucapan Agung menahan cambuk tersebut agar tidak mengenai tubuhnya dengan menggunakan tangan kirinya hingga tangan Eden mengeluarkan darah segar.
Bruk
Hingga Agung sengaja melepaskan cambuknya membuat Eden jatuh ke lantai. Agung berjalan ke arah Eden sedangkan Eden berusaha bangun sambil ke dua tangannya memasang kuda - kuda 🐎 untuk melawan Agung.
"Wawww... ingin melawanku? Aku sangat suka," ucap Agung sambil tersenyum menyeringai.
Agung pun memasang kuda-kuda 🐎 hingga mereka berdua berkelahi saling memukul, menendang dan menghindar hingga lima menit kemudian Eden mulai kewalahan karena tubuhnya masih lemah di tambah bagian privasinya masih terasa perih.
__ADS_1
Bugh
"Akhhhhhhhh ...." teriak Eden ketika Agung memukul dada Eden.
Bruk
Eden kembali terjatuh kemudian Agung berjalan ke arah Eden. Tanpa punya perasaan empati sedikitpun Agung menarik tangan Eden agar Eden berdiri kemudian menariknya.
Bruk
Agung mendorong tubuh Eden ke arah ranjang hingga Eden jatuh terlentang. Agung melangkahkan kakinya ke arah ranjang dan dengan kondisi masih berdiri Agung mengarahkan ke dua tangannya ke pakaian yang dikenakan Eden.
sretttt
Agung menarik pakaian Eden hingga robek membuat Eden memberontak.
Plak
"Diam! jika memberontak lagi aku tidak segan-segan menampar atau memukulmu," ancam Agung.
Eden hanya bisa diam karena tenaga nya belum pulih membuat Eden hanya bisa menahan amarahnya terhadap Agung hingga akhirnya Eden polos tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
Setelah selesai Agung melepaskan pakaiannya satu persatu sedangkan Eden yang melihat Agung melepaskan pakaiannya membuat Eden berusaha bangun untuk turun dari ranjang.
"Turun dari ranjang aku tidak segan - segan untuk menghukum mu," ancam Agung.