
"Delon, kamu lihat akibat perkataan istrimu ke empat adik kembar mu pergi meninggalkan dirimu. Apakah kamu tidak sedih? Jujur kami sangat kecewa dengan sikap dan perkataan Delisa yang hanya memikirkan dirinya sendiri." ucap Daddy Nathan yang sejak tadi diam sambil menatap wajah Delon dengan perasaan sangat kecewa.
"Selama ini kamu pasti tahu kalau Daddy dan Mommy tidak pernah berbicara pedas ataupun memukul kalian tapi saat ini Mommy memukul Delisa untuk pertama kalinya dan kamu tahu kenapa Mommy melakukan itu," sambung Daddy Nathan.
"Mommy pikir dulu kamu benar - benar tulus dengan putraku dan menjadi kakak yang baik untuk ke empat adik ipar mu tapi ternyata perkiraan Mommy salah. Mommy sangat kecewa dengan mu Delisa," sambung Mommy Maya.
"Delisa, selama Oma dan Opa mempunyai tujuh anak kembar yang berlainan sifat begitu pula dengan pasangan masing-masing tidak pernah mereka bertengkar dan membicarakan kejelekan iparnya di masa lalunya begitupula dengan anak-anak mereka semua menghargai orang yang lebih tua tapi kamu dan putrimu malah menjelekkan dan tidak tidak menghargai saudaranya." sambung Mommy Gloria yang juga sangat kecewa.
"Kamu mempunyai seorang putri, apakah kamu tidak takut krama?" tanya Mommy Gloria.
"Sudahlah lebih baik kita tinggalkan mereka agar mereka merenungi kesalahannya," ucap Daddy Thomas.
"Baik Dad," jawab Mommy Gloria, Daddy Nathan dan Mommy Maya bersamaan.
"Delon, renungkan dan pikirkan siapa yang kamu pilih keluarga besar mu atau istrimu yang tidak pernah menyadari akan kesalahannya," ucap Mommy Maya sambil menarik tangan suaminya.
Delon hanya diam sedangkan Delisa yang mendapatkan nasehat hanya bisa menahan amarahnya. Mommy Gloria dan Daddy Thomas pergi meninggalkan ruang perawatan begitu pula dengan Mommy Maya dan Daddy Nathan.
"Delisa, maaf aku lebih memilih keluargaku karena apa yang dikatakan oleh keluargaku benar. Kamu sangat jahat karena telah menyakiti perasaan adik kembar ku yang bernama Lemos dan juga keluarga ku lainnya." ucap Delon akhirnya.
"Maksud Kak Delon, kita berpisah?" tanya Delisa tidak percaya.
__ADS_1
"Ya, Aku akan mengurus surat perceraian kita," jawab Delon.
"Daddy, Eden mohon jangan bercerai," mohon Eden.
"Maaf Eden, Daddy tidak bisa mencintai wanita yang tidak pernah menyadari akan kesalahannya. Apalagi Daddy dijadikan pelarian karena Mommy mu mencintai pria lain," jawab Delon yang sangat kecewa dengan istrinya.
Selesai bicara Delon pergi meninggalkan Delisa yang diam membatu karena mendengar perkataan suaminya dan Eden yang mengeluarkan air mata kesedihan karena kedua orang tuanya akan bercerai.
"Ini semua gara-gara Alona," ucap Delisa sambil menahan amarahnya.
"Benar Mom, seandainya kak Alona masih hidup Eden akan memberikan pelajaran," ucap Eden sambil menahan amarahnya.
Delisa dan Eden tidak menyadari akan kesalahannya dan mereka tidak tahu kalau karma sebentar lagi menghampiri mereka berdua.
"Bagaimana keadaan Mommy ku dan putraku Dok?" tanya Delisa.
"Putra Nyonya baik-baik saja dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan dan Nyonya Besar ..." ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.
"Mommy ku kenapa Dok?" tanya Delisa dengan wajah panik.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang dengan Nyonya Besar," jawab dokter tersebut dengan mata berkaca-kaca karena tidak bisa menyelamatkan pasiennya.
__ADS_1
"Maksud dokter, Mommy ku meninggal?" tanya Delisa tidak percaya.
Dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya membuat Delisa memegangi dadanya yang terasa sangat sesak dan tidak berapa lama air matanya keluar.
"Tidak!!!" teriak Delisa.
Bruk
"Mommy!!" teriak Eden.
Diceraikan oleh suaminya bersamaan kehilangan orang tua yang sangat dicintainya membuat Delisa tidak kuat menerima kenyataan tersebut membuat Delisa berteriak dan langsung tidak sadarkan diri membuat Eden berteriak memanggil Delisa.
Dokter meminta bantuan perawat untuk membantunya menggendong Delisa untuk dibawa ke ruang UGD. Eden yang merasa sendirian langsung menghubungi Delon dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Daddy... Hiks ... Hiks... Hiks..." ucap Eden sambil terisak).
("Ada apa Eden?" tanya Delon yang sudah menepikan mobilnya karena dirinya tadi berada di jalan raya).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul:
__ADS_1