
Grep
Ibunya Agung memeluk tubuh Agung yang berlumuran darah sedangkan Ayahnya menjentikkan jarinya agar anak buahnya datang dan tidak berapa lama mobil datang.
Kini Agung berada di rumah sakit di ruang operasi sedangkan ke dua orang tuanya duduk di kursi tunggu dengan wajah sangat kuatir.
Di tempat yang berbeda Edward berdiri di balkon sambil bersandar di sandaran besi balkon.
"Alona, aku sangat merindukanmu," ucap Edward dengan wajah sendu.
Tiba-tiba Edward ingat akan ke tiga bayi kembar yang sangat mirip dengannya membuat Edward berjalan ke arah meja untuk menghubungi Katarina dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Katarina.
("Hallo Edward," sapa Katarina).
("Tante, aku ingin melihat tiga bayi kembar," ucap Edward).
("Sebentar," ucap Katarina sambil berjalan menaiki anak tangga).
("Baik Tante," jawab Edward).
("Kok tumben ingin melihat tiga bayi kembar?" tanya Katarina sambil menaiki tangga satu demi satu).
("Tidak tahu Tante, Edward kangen banget sama Alona," ucap Edward jujur).
("Apa hubungannya dengan ke tiga bayi kembar?" tanya Katarina dengan wajah bingung).
("Jika Edward melihat ketiga bayi kembar, bisa mengurangi kerinduan Edward," jawab Edward jujur).
Ceklek
("Anak-anak Mommy kok betah banget tidurnya," ucap Alona dengan nada lembut).
__ADS_1
("Lihat, Oma Katarina datang," sambung Alona).
Deg
Deg
Deg
Edward mendengar suara pintu terbuka hingga dirinya mendengar suara wanita yang sangat dirindukan sedang mengobrol dengan ke tiga anaknya membuat jantung Edward berdetak kencang.
Sedangkan Alona menggendong bayinya yang pertama bernama Edwind kemudian membalikkan badannya dan melihat Katarina sedang memegang ponselnya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya di angkat ke atas dan meletakkan jari telunjuk ke mulutnya tanda untuk diam.
Alona yang mengerti langsung terdiam bersamaan ke tiga bayinya melakukan konser yang sangat meriah.
"Oooweeee..."
"Oooweeee..."
"Oooweeee..."
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Edward ketika mendengar suara tangisan ke tiga bayi kembar.
"Kok putus," ucap Katarina.
"Memang siapa yang telepon Tante?" tanya Alona sambil memberikan dot ke bayi pertamanya sedangkan ke dua bayinya bersama dua baby sister.
"Edward," jawab Katarina singkat.
"Aduh, Kak Edward hapal tidak ya dengan suaraku?" tanya Alona pada dirinya sendiri dengan wajah kuatir.
"Mudah-mudahan tidak," jawab Katarina.
__ADS_1
"Edwind kenapa kamu tidak minum susu?" tanya Alona sambil menggoyangkan ke dua tangannya seperti ayunan.
"Tuan muda kecil Edmund juga tidak mau," sambung baby sister ke dua.
"Nona muda Adara juga tidak mau," sambung baby sister ke tiga.
"Sepertinya mereka kangen dengan Daddynya," celetuk Katarina.
"Mungkin," jawab Alona sambil masih berusaha memberikan dot ke mulut putranya namun putranya menolaknya dengan cara menyingkirkan dot nya dan menangis dengan kencang.
"Tante akan coba telepon Ed..." ucapan Katarina terpotong ketika ponselnya berdering.
"Edward," ucap Katarina yang melihat layar ponselnya ada tulisan Edward memanggil.
"Angkat saja Tante," jawab Alona.
"Tapi panggilan video call, bagaimana?" tanya Katarina sambil memperlihatkan ponselnya ke arah Alona.
"Angkat saja Tante tapi jangan memperlihatkan wajahku," pinta Alona.
Katarina hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian Katarina menekan tombol berwarna hijau hingga terlihat wajah Edward.
("Kok sambungan komunikasi langsung terputus?" tanya Katarina).
("Maaf Tante tadi ponselnya lowbat," jawab Edward).
("Lalu kok sekarang bisa video call? tanya Katarina penasaran begitu pula dengan Alona).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1