Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Paman Somse


__ADS_3

("Mommy mengalami kelumpuhan dan sekaligus mengalami stroke jadi tidak bisa bicara." Jawab Edward).


("Baik, Daddy akan ke sana," ucap Delon).


("Baik Dad," jawab Edward).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Delon memasukkan ponselnya di saku jasnya.


"Delisa mengalami kelumpuhan dan juga stroke," ucap Delon memberitahu kan ke dua orang tuanya sambil mengambil gelas yang berisi kopi hitam.


"Mungkin itu karma dari hasil kejahatannya," celetuk Daddy Nathan yang sejak dulu tidak menyukai menantu nya yang bernama Delisa.


"Jangan begitu Dad," ucap Mommy Maya.


"Daddy tidak tahu kenapa di antara ke tiga menantu kita hanya Delisa yang tidak Daddy suka dan jujur Daddy sangat suka melihat penderitaan Delisa." ucap Daddy Nathan dengan jujur.


'Begitu pula dengan ke dua anak kembarmu Edward dan Eden yang sifatnya hampir sama seperti Delisa. Yaitu menilai orang karena orang itu kaya dan suka merendahkan orang lain.' Sambung Daddy Nathan dalam hati.


Daddy Nathan tidak mungkin mengatakannya ke putra sulungnya karena bagaimanapun ke dua anak kembar tersebut adalah anaknya Delon sekaligus cucunya. Seburuk apapun ke dua anak kembar tersebut tetaplah anak kandungnya Delon yang sangat disayanginya.


Mommy Maya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Dirinya tahu akan sifat suaminya jika memang tidak suka atau membenci seseorang susah untuk memaafkannya berbeda dengan Mommy Maya.


"Jessica dan Soraya, adik iparmu mempunyai hati seperti malaikat seperti Mommy. Karena itulah kenapa Daddy menyayangi Jessica dan Soraya seperti Daddy menyayangi ke dua adikmu Sela dan Seli yang mempunyai hati seperti malaikat juga." ucap Daddy Nathan sambil menatap ke arah Delon.


"Daddy harap, suatu saat nanti kamu juga menemukan seorang wanita seperti Mommy, atau seperti Jessica dan Soraya atau seperti ke dua adik kembarmu Sela dan Seli. Agar bisa merubah sifat ke dua anak kembar mu ke arah yang lebih baik." sambung Daddy Nathan penuh harap.


"Delon akui kalau Delon telah gagal mendidik ke dua anak kembar Delon." ucap Delon yang tidak marah atau sakit hati akan perkataan Daddy Nathan karena apa yang dikatakannya memang benar adanya.

__ADS_1


"Tidak ada kata terlambat asalkan kamu mau merubah sifat ke dua anak kembar mu," ucap Mommy Maya dengan nada lembut.


"Iya Mom," jawab Delon dengan patuh.


"Sekarang kita ke ruang perawatan," ajak Mommy Maya setelah selesai menghabiskan minumannya begitu pula dengan Daddy Nathan dan Delon.


"Ok," jawab Daddy Nathan dan Delon dengan serempak.


Delon melambaikan tangan nya dan tidak berapa lama datang seorang pelayan. Delon mengambil beberapa lembar uang kemudian diberikan ke arah pelayan tersebut.


"Kembaliannya ambil saja," ucap Delon.


"Terima kasih banyak Tuan, semoga Tuan selalu bahagia," ucap pelayan tersebut.


"Amin," jawab ke tiganya dengan serempak.


"Mommy dan Daddy. Delon ke toilet sebentar ya." ucap Delon.


"Ok," jawab Mommy Maya dan Daddy Nathan dengan serempak.


Delon berjalan dengan santai menuju ke arah toilet dan tiba-tiba seseorang tidak sengaja menabrak dirinya.


Bruk


"Akhhhhhhhh..." teriak gadis cantik tersebut.


Grep


Delon langsung memeluk tubuh gadis tersebut setelah berdiri dengan tegak Delon melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap gadis cantik tersebut sambil tersenyum manis.


Delon hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sedikitpun apalagi membalas senyuman gadis cantik tersebut. Delon melanjutkan langkahnya melewati gadis cantik tersebut.


"Haish ... Dasar Paman Somse," ucap gadis cantik tersebut dengan nada kesal sambil membalikkan badannya menatap punggung Delon.


Delon yang mempunyai pendengaran yang tajam menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap tajam ke arah gadis cantik tersebut.


"Coba ulangi sekali lagi," ucap Delon dengan nada dingin.


"Paman Somse ... Paman Somse," ucap gadis tersebut mengulangi perkataannya kemudian tersenyum menyeringai.


Usia gadis tersebut seumuran dengan ke dua anak kembarnya Edward dan Eden yaitu dua puluh tahun sedangkan Delon berumur empat puluh tahun karena itulah gadis cantik tersebut memanggilnya dengan sebutan Paman.


"Apa itu Somse?" tanya Delon penasaran.


"Pikir saja sendiri," jawab gadis tersebut dengan nada cuek.


Selesai mengatakan hal itu gadis cantik tersebut membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Delon sedangkan Delon hanya tersenyum tipis kemudian membalikkan badannya untuk melanjutkan langkahnya menuju ke arah toilet.


"Sangat menggemaskan dan sangat menarik." ucap Delon sambil masih tersenyum untuk pertama kalinya.


Selama ini Delon jarang tersenyum karena di rumahnya tidak pernah ada kedamaian selalu bertengkar dengan Delisa hal itulah membuat Delon jarang tersenyum.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul:


__ADS_1


__ADS_2