
Tanpa menjawab Alona duduk di ranjang kemudian Edward menyatukan tangan Alona kemudian mengikatnya dengan menggunakan dasi.
"Apakah Kak Edward akan membunuhku?" tanya Alona dengan wajah sendu.
"Aku sangat tersiksa ketika kamu pergi dari kehidupanku jadi aku minta percayalah padaku aku tidak akan menyiksamu seperti dulu apalagi membunuhmu karena aku tidak mau kejadian dulu kembali terulang," ucap Edward sambil menutup mata Alona dengan dasi satunya.
Gelap
Itu yang dirasakan oleh Alona hingga dirinya merasakan ke dua tangan suaminya mendorong ke arah ranjang hingga Alona terbaring terlentang.
Alona merasakan tubuhnya dinaiki seseorang dan dirinya tahu kalau suaminya yang melakukannya kemudian Edward mengangkat ke dua tangan Alona ke atas.
Edward mencium dari atas hingga ke bawah yaitu jari kaki membuat tubuh Alona seperti tersengat aliran listrik.
"Ahhhhhhh..."
"Men x de x sah x lah sayang, jangan di tahan," ucap Edward.
Alona hanya menganggukkan kepalanya hingga tubuh Alona di angkat ke atas bersaman keluar suara merdu tanda Alona mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.
"Sayang aku ingin dimasukkan," mohon Alona yang sudah lama ingin merasakannya lagi.
__ADS_1
"Sebentar lagi sayang," ucap Edward.
Edward memasukkan satu jari telunjuk ke dalam goa milik Alona membuat Alona kembali mengeluarkan suara merdunya hingga Edward memasukkan jari tengah.
Alona memiringkan kepalanya ke arah kanan dan kiri karena merasakan nikmat yang luar biasa ketika dua jari milik Edward masuk ke dalam goa miliknya hingga Edward memasukkan jari manis.
Kini tiga jari milik Edward maju mundur membuat Alona menggelinjang nikmat akibat ulah Edward hingga Alona mendapatkan pelepasan untuk ke dua kalinya.
"Hosh ... Hosh ..." Sayang, aku ingin merasakan adik kecilmu yang sangat perkasa," ucap Alona.
Edward tersenyum mendengar ucapan Alona membuat Edward melepaskan ke tiga jarinya dan memasukkannya ke dalam mulutnya untuk di hisap.
Jleb
"Ahhhhhhh...."
Ketika tombak sakti milik Edward masuk ke dalam goa milik istrinya membuat Alona mengeluarkan suara merdunya kemudian Edward mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya.
Setelah beberapa saat Edward menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian melepaskan ikatan yang mengikat sepasang mata Alona dan berlanjut ke dua tangan Alona.
Alona mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan matanya dari gelap ke terang sedangkan Edward berbaring di ranjang kemudian berbaring di ranjang sambil memeluk tubuh polos istrinya dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menyelimuti tubuh polos mereka.
__ADS_1
Alona meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil tangan kanannya memeluk tubuh polos suaminya dari balik selimutnya.
"Selama dua belas tahun, apakah kamu dekat dengan pria lain?" tanya Edward dengan nada cemburu.
"Tidak," jawab Alona singkat.
"Kenapa?" tanya Edward penasaran.
"Karena aku hanya mencintai satu pria," jawab Alona sambil memeluk tubuh polos suaminya dengan erat.
"Kalau kamu mencintaiku tapi kenapa selama dua belas tahun kamu tidak menghubungi diriku?" tanya Edward dengan nada kesal.
"Ketika ke tiga anak kembar kita berumur dua tahun, aku menghubungi Kak Edward tapi yang angkat seorang wanita katanya Kak Edward lagi mandi setelah selesai melakukan hubungan suami istri dan bukan itu saja ketika ke tiga anak kembar kita berumur lima tahun perempuan itu lagi yang mengangkatnya karena itulah aku tidak lagi menghubungi Kak Edward," jawab Alona menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi.
"Ada wanita yang mengangkat ponselku?" tanya Edward mencoba mengingat beberapa apa yang terjadi.
"Ketika ada anggota keluarga kak Edward datang berkunjung untuk melihat ke tiga anak kembar kita, aku yang penasaran menanyakan apakah benar Kak Edward sudah ada pengganti diriku dan jawabnya tidak," jawab Alona.
"Tentu saja tidak karena aku sangat mencintaimu," ucap Edward dengan nada penuh yakin.
"Tapi siapa yang mengangkat ponselku masalahnya ponsel aku pegang terus," sambung Edward sambil berfikir.
__ADS_1