
"Agung tidak tahu Mom, tapi yang pasti Agung sudah mulai nyaman bersama Eden," jawab Agung dengan jujur.
"Kamu tidak boleh mencintai ataupun merasa nyaman jika bersama Eden. Ingat Agung wanita itu yang telah membuat Vino sepupu mu bu nuh diri karena itulah kita sebagai keluarganya membalas perbuatan Eden," ucap Ibunya.
"Agung tahu Mom, tapi semakin ke sini Agung tidak tega menyiksa Eden," jawab Agung dengan jujur.
Setelah satu bulan Agung melepaskan ikatan rantai ke dua tangan dan ke dua kaki Eden karena Eden mengancam bu nuh diri dengan cara menggigit bibirnya jika Agung tidak melepaskan ikatannya.
Agung menyetujui permintaan Eden tapi dengan satu syarat Eden tidak melarikan diri dan Eden pun berjanji tidak melarikan diri dan menjadi istri yang patuh.
Tanpa sepengetahuan Agung kalau Eden terpaksa melakukan itu karena dirinya akan mencari kesempatan untuk kabur dari mansion milik Agung.
Perubahan yang drastis pada diri Eden membuat Agung tidak lagi menyiksa Eden dan setiap Agung meminta hubungan suami istri Eden langsung menuruti permintaan Agung dan Eden sering membuat suaminya puas dengan permainannya karena Eden sering menonton bersama suaminya di mana video tersebut berisi bagaimana cara memuaskan suami dari laptop suaminya.
Agung juga tidak bermain kasar lagi karena Eden memohon kalau bagian privasinya sangat sakit. Misi Eden untuk membuat Agung bertekuk lutut berhasil hanya saja Agung belum memenuhi permintaan Eden untuk menemui keluarga besarnya.
"Bagaimana pun Daddy dan Mommy meminta mu untuk menyiksa Eden lebih kejam," ucap Ayahnya.
"Maaf Dad, Mom, Agung tidak bisa," jawab Agung dengan nada tegas.
"Baik kalau itu mau mu, Mommy akan bu nuh diri di depanmu," ucap Ibunya sambil membuka tasnya kemudian mengambil pisau lipat dan diarahkan ke lehernya.
"Mommy!" teriak Agung.
__ADS_1
"Pilih Mommy atau wanita yang tidak tahu diri?" tanya Ibunya.
Agung membuang nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya dan tidak berapa lama Agung membuka matanya.
"Agung memilih Mommy," jawab Agung.
"Bagus, sekarang siksa Eden dan tiga hari kemudian bawa Eden ke mansion kami," ucap Ibunya.
"Memangnya kenapa Mom?" tanya Agung.
"Apa kamu lupa kalau Ibunya mengancam kita? Jadi tiga hari kemudian kamu harus membawa Eden sama kami," ucap Ibunya.
"Baik Mom," jawab Agung patuh.
"Baik Mom," jawab Agung.
Sepasang suami istri tersebut pergi meninggalkan Agung dan tanpa sepengetahuan Agung dan ke dua orang tua Agung kalau Eden mendengar percakapan mereka.
("Si*l, Agung akan menyiksaku atas perintah ke dua orang tuanya," ucap Eden dalam hati sambil berfikir).
("Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin membentak atau melawan karena yang ada aku bisa ma ti di tangan Agung. Aku harus berpikir bagaimana caranya agar aku bisa selamat apalagi tinggal tiga hari lagi aku akan bertemu dengan keluargaku dan aku bisa bebas dan keluar dari neraka ini," ucap Eden sambil berjalan perlahan menuju ke arah dapur).
"Eden!" teriak Agung sambil menaiki anak tangga.
__ADS_1
"Ya," jawab Eden sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga.
Agung membalikkan badannya dan kembali menuruni anak tangga.
"Dari mana kamu?" tanya Agung dengan nada setengah oktaf.
"Aku ingin memasak kesukaan kak Agung, ada apa Kak?" tanya Eden sambil tersenyum manis walau dalam hatinya ingin muntah.
"Senyum mu jelek," ucap Agung yang bertentangan dengan hatinya.
"Maaf Kak, kalau begitu aku tidak tersenyum seperti ini lagi," jawab Eden dengan wajah pura-pura sedih.
"Ikut ke kamar," perintah Agung sambil membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga tanpa menjawab ucapan Eden.
"Baik Kak," jawab Eden sambil menaiki anak tangga mengikuti langkah suaminya.
("Apa yang harus aku lakukan agar aku terbebas dari hukuman?" tanya Eden dalam hati).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :.
__ADS_1