Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Eden Hamil


__ADS_3

Ceklek


Hingga di depan pintu Agung menghentikan langkahnya begitu pula dengan Eden kemudian Agung membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh Eden.


"Sayang, kenapa ruangan ini berputar?" tanya Eden sambil memegangi kepalanya.


Agung membalikkan badannya kemudian menatap ke arah Eden dengan tatapan tajam.


"Jangan berpura-pura karena aku tahu pasti kamu mendengarkan apa yang tadi kami bicarakan," ucap Agung sambil menarik tangan Eden ke arah ranjang.


"Kak Agung, kepalaku sungguh pusing," jawab Eden sambil memijat keningnya.


"Kakak tidak percaya," ucap Agung sambil mendorong tubuh Eden ke arah ranjang.


Bruk


Eden tidur ter lentang membuat Eden berusaha menahan rasa pusing yang menyerang nya secara tiba-tiba.


"Sayang, aku mohon jangan lakukan," mohon Eden.


Agung tidak memperdulikan ucapan Eden kemudian Agung melepaskan satu persatu pakaiannya dan di buang secara asal hingga tubuh Agung polos tanpa sehelai benangpun kemudian menarik dengan kasar pakaian yang dikenakan oleh Eden.


Srettt Srettt Srettt


"Kak Agung kepalaku benar - benar pusing," ucap Eden sambil menatap Agung namun Eden menatap Agung seperti bayangan memudar.


Lagi - lagi Agung tidak memperdulikan Eden malah menaiki tubuh polos Eden untuk menyatukan tubuhnya secara paksa bersamaan Eden perlahan kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"Kak Agung, aku sangat lelah dan tidak ingin bangun lagi,'' ucap Eden dengan suara nyaris tidak terdengar.


Jleb


Selesai mengatakan hal itu Eden tidak sadarkan diri bersamaan Agung menyatukan tubuhnya. Mata Agung memejam menikmati jepitan milik Eden kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali tanpa menyadari kalau Eden sudah tidak sadarkan diri.


Rasa amarah, dendam dan cinta menyatu menjadi satu hingga tidak menyadari kalau istrinya tidak sadarkan diri hingga lima belas menit kemudian Agung mengeluarkan laharnya dari tombak saktinya dan tidak berapa lama Agung menarik tombak saktinya bersamaan darah keluar dari sela paha Eden.


Agung turun dari ranjang tanpa memperdulikan Eden dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hingga sepuluh menit Agung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian privasinya.


"Ck... kenapa tidur?" ucap Agung berdecak kesal sambil berjalan ke arah istrinya.


Mata Agung membulat sempurna melihat di Sela paha Eden mengeluarkan darah segar membuat Agung duduk di sisi ranjang Eden dan memukul pelan pipi Eden.


"Bangun, kamu jangan pura-pura tidur," ucap Agung.


Plak


Byur


Karena tidak Bangun Agung menyiram air di wajah Eden membuat Eden membuka matanya dengan sayu.


"Sayang, maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Semoga Kak Agung menemukan pengganti diriku karena aku bukan wanita yang pantas untukmu. Jika sudah menemukannya sayangi dia dan jangan sakiti hatinya. Aku sangat lelah Kak mau tidur dan tidak bangun lagu," ucap Eden dengan mata berkaca-kaca.


Selesai mengatakan hal itu Eden tidak sadarkan diri membuat Agung sangat terkejut dan menyesal telah menyakiti wanita yang selama ini dinikahinya.


Agung mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadinya setelah selesai Agung berjalan ke arah lemari untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Skip


Kini Agung selesai memakai pakaian santai sedangkan dokter pribadinya sudah selesai memeriksa keadaan Eden.


"Sepertinya Nyonya hamil Tuan dan kandungan ya sangat lemah dan harus di bawa ke rumah sakit kalau tidak bisa membahayakan nyawa Nyonya," jawab dokter pribadi tersebut.


"Apa? Bersihkan tubuh istriku dan aku akan mengambil pakaian ganti," perintah Agung dengan wajah penuh penyesalan.


"Baik Tuan," jawab dokter tersebut yang kebetulan dokter tersebut perempuan.


Agung berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian milik Eden kemudian berjalan ke arah dokter tersebut untuk memberikan pakaian milik Eden.


Skip


Kini Agung berada di rumah sakit dan sedang mengikuti langkah dua perawat menuju ke arah ruang UGD. Tanpa sepengetahuan Agung sepasang mata menatap ke arah Agung kemudian menatap ke arah Eden yang setia memejamkan matanya.


"Alona, bukankah itu Eden?" tanya Edward sambil menunjuk ke arah Eden.


Ternyata pria tersebut adalah Edward kakak kembarnya yang bernama Eden. Alona yang mendengar ucapan suaminya menatap ke arah Eden yang di tunjuk oleh suaminya.


"Iya itu Eden, Eden kenapa? Lebih baik kita ke sana," ucap Alona yang merasa kuatir dengan adik iparnya.


Edward dan Alona berjalan mengikuti langkah Agung setelah hampir mendekat Edward memanggil Agung.


"Agung," panggil Edward.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2