Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Dua Bulan Kemudian


__ADS_3

"Akan ada dua pelayan yang akan mengurusi dirimu," jawab Agung sambil melangkahkan ke dua kakinya.


Tidak berapa lama pintu tersebut tertutup dengan rapat. Tidak berapa lama datang dua pelayan yang mengurus semua keperluan Eden.


Dua Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula Eden diperlakukan suaminya untuk penghangat ranjang hingga suatu ketika Delisa mendatangi sahabatnya sekaligus besannya.


"Apakah mereka sudah pulang dari luar kota?" tanya Delisa.


"Belum, mungkin bulan depan mereka pulang," jawab besannya yang perempuan.


"Tapi kenapa aku tidak bisa menghubungi Eden dan kenapa lama sekali pergi ke luar kota?" tanya Delisa dengan nada kesal.


"Aku kan sudah bilang kalau di sana susah jaringan makanya sulit untuk menghubunginya. Agung bisa menghubungi kami karena kebetulan Agung ada di kota besar," jawab wanita tersebut sambil menahan amarahnya.


"Pokoknya aku tidak mau tahu Minggu depan putriku harus ada di sini kalau tidak aku akan lapor ke keluarga besar ku. Jika seandainya terjadi dengan putri kesayanganku maka keluarga besar ku akan memberikan hukuman untuk kalian semuanya yaitu hukuman ma ti," ancam Delisa.


"Kamu mengancam ku?" tanya wanita itu.


"Ya aku mengancam mu , karena sudah dua bulan aku tidak bisa menghubungi putriku. Ingat keluarga besar Alexander dan keluarga besar Alvonso mencari putriku sangat mudah hanya membutuhkan satu menit sudah ketemu," jawab Delisa sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka.


"Si*l," ucap wanita itu dengan kesal.

__ADS_1


"Lebih baik kita jemput ke mansion putra kita untuk membebaskan Eden dari pada keluarga kita ma ti oleh mereka," ucap suaminya.


"Baiklah," jawab istrinya dengan wajah masih kesal.


Sepasang suami istri tersebut pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke mansion milik putranya. Hanya membutuhkan waktu tiga puluh lima menit mereka sudah sampai di mansion putranya.


Kini mereka sudah berada di ruang keluarga di mana mereka bertemu dengan putranya yang sedang bersiap berangkat kerja.


"Mommy dan Daddy, kok tumben datang ke mansion? Ada apa Mom, Dad?" tanya Agung.


"Kalian berdua pulang ke mansion kami," ucap Ayahnya.


"Memang kenapa Dad?" tanya Agung.


"Ibu mertuamu mengancam kami jika Eden tidak dipulangkan maka kita bertiga akan ma ti," jawab Ibunya.


"Kita tidak ada waktu lagi, bawa Eden pulang ke mansion sekalian kita ancam untuk tidak mengatakan ke keluarga besarnya," ucap Ayahnya.


"Baik Dad," jawab Agung patuh.


Agung menjentikkan jarinya dan tidak berapa lama datang dua pelayan sekaligus bodyguardnya.


"Ada apa tuan?" tanya dua pelayan tersebut bersamaan.

__ADS_1


"Bebaskan istriku dan pakaikan pakaian yang sangat mahal!" perintah Agung.


"Baik tuan," jawab dua pelayan tersebut bersamaan.


Dua pelayan tersebut menundukkan kepalanya kemudian mereka berjalan meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar Agung.


"Kalau Eden mengadu, bagaimana Dad, Mom?" tanya Agung.


"Daddy, akan memberikan pil ke Eden dan seandainya Eden mengatakan ke keluarga besarnya maka Eden akan ma ti keracunan," jawab Ayahnya.


"Apakah pil itu memang racun?" tanya Agung yang tidak rela jika Eden meninggal.


Tanpa Agung sadari kebersamaan Agung dengan istrinya selama dua bulan lebih, Agung merasa nyaman dan kecanduan dengan tubuh istrinya.


Selama ini Agung suka bermain dengan gadis atau wanita namun Agung hanya melakukan hubungan suami istri hanya sekali setelah itu Agung tidak mau lagi tapi ketika bertemu dengan Eden dirinya sudah tidak melakukannya dengan wanita lain.


"Tidak, Daddy hanya membohongi Eden," jawab Ayahnya.


"Syukurlah," jawab Agung kemudian bernafas dengan lega.


"Jangan katakan kalau kamu mulai mencintai wanita yang tidak tahu diri itu?" tanya Ibunya sambil menatap tajam ke arah Agung.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2