
Anggota keluarga besar Alexander, anggota keluarga besar Daddy Alvonso, anggota keluarga besar Daddy Paulinus dan para rekan bisnis dan para sahabat Edward datang di acara ulang tahun Edward yang diadakan sangat mewah.
Edward sangat terkejut begitu pula anggota keluarga besarnya karena mengundang banyak orang.
"Mommy dan Daddy, mengadakan pesta ulang tahun Edward semewah ini?" tanya Edward dengan wajah bingung.
"Mommy dan Daddy juga tidak tahu bisa semewah ini, apakah Opa dan Oma?" tanya Daddy Delon.
"Opa juga tidak tahu, tapi tunggu waktu itu Alona tanya sama Opa siapa saja yang di undang ke acara ulang tahun Edward dan Opa jawab terserah Alona terus Alona minta nama-nama sahabat Opa," jawab daddy Nathan.
"Daddy juga waktu itu di tanya siapa saja nama-nama sahabatmu dan Daddy jawab," ucap Daddy Delon.
"Berarti semua orang yang datang adalah undangan dari Alona," ucap Edward tidak percaya.
"Betul," jawab Daddy Thomas, Daddy Nathan dan dan Daddy Delon secara serempak.
"Lalu semua makanan mewah ini?" tanya Edward.
"Tentu saja Alona, waktu itu Alona bertanya sama Oma di mana catering yang menyediakan makanan yang paling enak dan mewah untuk ulang tahunmu," ucap Mommy Maya.
"Terus Oma?" tanya Edward dengan wajah terkejut karena Alona melakukan ini semua padahal dirinya sering melukai hati dan fisiknya.
"Oma kasih tahu alamatnya dan Alona datang ke sana bersama bodyguardnya," jawab Mommy Maya.
"Bejo," panggil Edward
"Ya tuan," jawab Bejo yang berkerja sebagai sopir dan bodyguard untuk istrinya yang juga kebetulan datang di acara ulang tahun Edward sekaligus berjaga.
__ADS_1
"Apakah istriku pergi ke tempat catering langganannya?" tanya Edward.
"Benar tuan, seperti tuan lihat," jawab Bejo.
"Istriku membayarnya memakai apa?" tanya Edward karena tidak ada laporan pemakaian kartu kredit hitam tanpa batas dan kartu debit yang berisi ratusan juta.
"Memakai tabungannya selain itu Nyonya Edward juga membelikan untuk kita semua para bodyguard dan para pelayan berupa souvernir dari Nyonya Edward berupa gelang untuk para wanita dan cincin untuk para pria juga membelikan ke para pelayan toko sebagai ungkapan syukur tuan ulang tahun," ucap Bejo menjelaskan.
"Oh ya hampir lupa Nyonya Edward juga memberikan kami uang tunai dan total semuanya seratus juta rupiah," sambung Bejo.
"Kak Alona waktu itu juga datang membayar pesanan pakaian untuk kak Edward dan mengambil uang tunai itu ternyata untuk kalian dengan menggunakan uang tabungan?" ucap Eden yang baru mengerti.
Duarr
Duarr
"Alona memang sangat baik, waktu datang ke mansion memijat kaki nenek sampai Alona ketika berdiri tidak sadarkan diri," ucap neneknya Edward yang sudah bicara dengan lancar.
"Alona sampai berapa lama tinggal di mansion Nek?" tanya Edward sambil menahan rasa yang amat bersalah terhadap Alona karena menuduh Alona menggunakan uangnya untuk pria lain.
"Sampai sore, sampai Alona sadar dari pingsannya Alona langsung membuatkan makanan untuk kami," jawab neneknya Edward.
"Bejo, selain istriku pergi ke mansion orang tuaku Istriku pergi kemana lagi?" tanya Edward.
"Nyonya Edward hanya pergi ke mansion nyonya Besar, ke mall bersama Nyonya Besar, ke mall bersamaku untuk membeli cincin, gelang untuk kami, ke butik nona Eden, ke katering dan semua tempat para sahabat tuan besar dan tuan muda," jawab Bejo.
Duarr
__ADS_1
Duarr
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan Edward ketika mengetahui dirinya telah menuduh Alona selingkuh dengan pria lain.
"Dia tidak pernah pergi ke hotel atau ke restoran?" tanya Edward.
"Tidak pernah tuan, malah Nyonya sering pingsan jika lupa makan sampai saya bawa ke dokter," jawab Bejo.
"Kenapa kamu tidak bilang?" tanya Edward semakin bertambah bersalah.
"Maaf Tuan, Nyonya Edward melarang ku untuk mengatakannya," jawab Bejo.
"Kenapa?" tanya Edward penasaran.
"Nyonya Edward tidak ingin tuan Edward pikiran dan terganggu pekerjaannya," ucap Bejo.
"Alona sering pingsan karena Alona sedang hamil," celetuk dokter Anton.
"Apa hamil??" teriak mereka serempak.
"Kenapa kamu tidak bilang?" tanya Edward dengan nada kesal.
Terungkap kebenaran dari perkataan mereka membuat Edward semakin merasa bersalah terhadap Alona.
"Kata Alona ingin membuat kejutan di hari ulang tahunmu," jawab dokter Anton.
"Kenapa namaku di sebut?" tanya Alena yang tiba-tiba datang sambil menuruni tangga satu demi satu menuju ke arah Edward.
__ADS_1