
"Sebelum aku bercerita, paman harus janji untuk tidak mengatakan ke suamiku," pinta Alona.
"Baik Nyonya," jawab sopir tersebut.
("Maaf Nyonya, saya tidak bisa janji karena aku lebih sayang dengan nyawa keluargaku," ucap sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard dalam hati)
Tanpa sepengetahuan Alona, sopir tersebut merekam ucapan Alona untuk dikirimkan ke Edward.
"Awal bulan depan suamiku ulang tahun, aku berencana di hari bahagia ulang tahun suamiku ingin memberikan hadiah gelang emas yang sama untuk para wanita dan cincin emas untuk para pria dengan harga yang sama. Karena itulah aku menanyakan berapa jumlah pelayan dan jumlah bodyguard. Alona tahunya para pelayan semua wanita dan para bodyguard semuanya pria," ucap Alona.
Deg
Deg
Jantung sopir tersebut berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan baru kali ini ada seorang wanita istri dari bos nya ingin memberikan hadiah semahal itu.
"Maaf Nyonya, tidak usah," jawab sopir tersebut.
"Tidak apa-apa paman, kebetulan aku dapat rejeki apartemen ku terjual dengan harga yang lumayan mahal karena itulah aku ingin berbagi kebahagiaan dalam menyambut ulang tahun suamiku dan kesetiaan kalian pada suamiku dari hasil uang penjualan apartemenku," ucap Alona sambil tersenyum.
"Paman boleh mengatakan ke suamiku jika di hari ulang tahun suamiku," sambung Alona.
"Terima kasih banyak Nyonya, semoga Nyonya dan Tuan selalu bahagia dan cepat mendapatkan keturunan," ucap sopir tersebut.
"Amin," jawab Alona.
"Oh ya berapa jumlah pelayan dan bodyguardnya paman termasuk bodyguard di kantor suamiku?" tanya Alona mengulangi perkataannya.
"Sebenarnya pelayan dan bodyguard ada laki - laki dan perempuan. Jumlah laki-laki ada dua puluh orang dan jumlah perempuan ada lima belas orang," ucap sopir tersebut.
"Kalau begitu temani aku ke toko emas untuk memilih gelang dan cincin. Aku minta setelah aku bayar perhiasan nota nya di simpan paman karena aku yakin mencari barang yang sama pasti harus pesan dulu jadi jika sudah jadi paman bisa mengambilnya," ucap Alona.
"Nyonya mempercayakan aku untuk mengambilnya?" tanya sopir tersebut dengan wajah terkejut.
"Aku sangat percaya kalau semua orang yang bekerja dengan suamiku semuanya jujur. Di saat ulang tahun aku minta paman membagikan gelang dan cincin untuk paman dan teman-teman paman," ucap Alona.
"Terima kasih banyak Nyonya," ucap sopir tersebut dengan perasaan terharu dengan kebaikan Alona.
"Paman tidak perlu berterima kasih padaku cukup melakukan apa yang aku minta," ucap Alona dengan wajah serius.
"Apa itu Nyonya?" tanya sopir tersebut.
"Aku ingin jika aku tidak ada tolong jaga suamiku dan setia pada suamiku. Hanya itu yang aku minta," ucap Alona.
"Kenapa Nyonya bicara seperti itu?" tanya sopir tersebut dengan wajah terkejut.
__ADS_1
"Suatu saat paman akan tahu, sudah sampai kita turun paman," ucap Alona mengalihkan pembicaraan.
"Baik Nyonya," jawab sopir tersebut walau dalam hatinya bertanya - tanya.
Alona dan sopir tersebut keluar dan berjalan ke arah toko emas kemudian Alona dan sopir tersebut mencari perhiasan hingga Alona melihat gelang yang sangat cantik.
" Gelang ini sangat cantik, menurut paman bagaimana? tanya Alona.
"Sangat cantik Nyonya," ucap sopir tersebut.
"Aku pesan gelang ini sebanyak lima belas buah," pinta Alona.
"Kalau pesan gelang sebanyak ini harus bikin dulu sekitar sepuluh hari," jawab pelayan toko.
"Tidak apa-apa," jawab Alona.
"Tapi harus DP dulu Nyonya," ucap pelayan toko.
"Aku akan bayar lunas sekarang," ucap Alona.
" Baik Nyonya," jawab pelayan toko.
"Maaf Nyonya kalau cincin ini sangat bagus, apakah boleh? tanya sopir tersebut.
"Oh ya harga cincin ini sama gelang itu selisihnya berapa?" tanya Alona.
"Harga cincin setengah dari harga gelang," jawab pelayan toko.
("Wanita cantik ini sangat bod*h, sudah tahu gelang itu lebih mahal dari cincin pakai tanya lagi," umpat pelayan toko dalam hati)
"Kalau begitu pesan cincin ini sebanyak dua puluh buah," pinta Alona.
"Baik Nyonya tapi seperti yang tadi aku katakan," jawab pelayan toko.
"Aku akan membayar sepenuhnya dan tidak apa-apa kami menunggu," jawab Alona.
"Baik Nyonya," jawab pelayan toko.
"Paman harga cincin nya setengah dari harga gelang jadi paman cari satu lagi cincin nya," ucap Alona.
"Cukup cincin saja Nyonya," ucap sopir tersebut tidak enak hati.
"Tidak apa-apa paman," jawab Alona.
"Kalau ganti cincin wanita bagaimana Nyonya? Karena selama kami menikah aku belum pernah memberikan cincin untuk istriku," ucap sopir tersebut sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Boleh, silahkan pilih," jawab Alona.
Sopir tersebut memilih cincin hingga dirinya melihat cincin yang sangat cantik dan cocok untuk istrinya.
"Yang ini Nyonya," tunjuk sopir tersebut.
"Ok, kalau begitu pesan cincin ini sebanyak dua puluh buah di tambah gelang satu untukmu," ucap Alona pada pelayan toko.
"Maaf Nyonya, untukku?" tanya pelayan toko tidak percaya dengan apa yang didengar nya.
"Iya untukmu, sekarang hitung total ya berapa biar aku bayar sekarang," jawab Alona.
"Terima kasih banyak Nyonya," jawab pelayan toko sangat bahagia dengan apa yang didengarnya.
"Saya mau dong Nyonya," pinta para pelayan toko penuh harap.
"Boleh, hitung jumlahnya berapa nanti aku langsung bayar," jawab Alona sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak Nyonya, semoga Nyonya dan suami Nyonya selalu bahagia dan cepat diberikan keturunan yang banyak," ucap para pelayan toko dengan serempak.
"Amin," jawab Alona sambil tersenyum.
"Buatlah dua kuitansi, kuitansi untukku berdasarkan pesananku dan kuitansi satu lagi untukmu agar salah satu bodyguard ku mengambil barang tidak bingung dengan jumlah gelang yang berbeda," pinta Alona.
"Baik Nyonya," jawab pelayan toko tersebut sambil tersenyum bahagia karena mendapatkan rejeki nomplok.
Pelayan toko itupun menulis kuitansi sesuai pesanan Alona dan kuitansi satunya lagi untuk dirinya setelah selesai dua kuitansi tersebut di hitung kemudian Alona membayar semuanya dengan menggunakan kartu debit miliknya.
"Paman, ini kuitansi nya tolong di simpan," ucap Alona setelah selesai membayar dan mendapatkan kuitansi.
"Baik Nyonya, sekali lagi terima kasih banyak," ucap sopir tersebut.
"Sama-sama paman dan yang penting paman jangan lupa pesan ku," ucap Alona.
"Paman tidak akan mungkin lupa," jawab sopir tersebut.
Mereka pun pergi dari toko perhiasan menuju ke butik. Alona mencari satu steel pakaian kerja untuk suaminya namun tidak ada yang cocok.
"Ada yang bisa saya bantu Nyonya?" tanya pelayan toko dengan nada ramah.
"Aku ingin membeli satu steel pakaian tapi belum ada yang cocok, apakah bisa membuat pakaian berdasarkan design yang aku buat?" tanya Alona penuh harap.
"Bisa Nyonya, kebetulan butik kami memang menjual pakaian yang di buat oleh pemilik toko kami," jawab pelayan toko.
"Boleh, aku bertemu dengan pemilik butik ini?" tanya Alona penuh harap.
__ADS_1