Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Katarina dan Alona 2


__ADS_3

"Tante, aku ingin mendengarkan suara kak Edward," ucap Alona sambil membelai perutnya yang sudah mulai sedikit membuncit.


"Apakah kamu yakin?" tanya Katarina.


"Aku yakin Tante tapi Tante yang bicara sedangkan Alona hanya mendengarkan suara kak Edward," jawab Alona.


"Baiklah," jawab Katarina yang mengerti kalau itu keinginan ke tiga anaknya yang merindukan Ayahnya.


"Tolong di loud speaker Tante," pinta Alona.


"Ok," jawab Katarina singkat.


Katarina mencari kontak Edward melalui ponsel miliknya yang sejak tadi dibawanya. Alona melihat di layar laptopnya di mana Edward masih tidur dengan posisi masih tengkurap hingga ponsel milik Edward berdering di meja dekat ranjang.


"Ya ampun Tante lupa men off kan speaker laptop," ucap Katarina sambil menekan tombol off.


Alona melihat Edward mencari ponselnya dengan menggunakan tangan kirinya setelah menemukannya Edward melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah tahu Edward menekan tombol berwarna hijau dan ditempelkan di telinganya.


('Hallo Tante Katarina,' panggil Edward dengan suara khas bangun tidur).


('Bagaimana keadaanmu?' tanya Katarina basa basi sambil menekan Loud speaker agar Alona dapat mendengarnya sesuai permintaan Alona).

__ADS_1


('Tidak baik Tante,' jawab Edward dengan nada sedih).


('Tidak baik kenapa Edward?' tanya Katarina sambil melirik ke arah Alona).


('Edward merasa sangat bersalah terhadap Alona hiks... hiks... hiks... Seandainya waktu bisa di putar Edward tidak akan melakukan kesalahan sebesar ini. Edward bersedia berlutut di depan Alona untuk meminta maaf,' ucap Edward sambil terisak).


('Kak Edward ... Hiks ... hiks ... hiks ..' ucap Alona sambil terisak karena dirinya tidak tega mendengar ucapan Edward).


Deg


Deg


('Alona,' panggil Edward dengan wajah terkejut).


('Ini Tante Katarina bukan Alona,' jawab Katarina).


('Tadi Edward mendengar suara Alona,' ucap Edward).


('Mungkin hanya perasaanmu,' jawab Katarina).


('Tapi kenapa Edward mendengar jelas suara Alona,' ucap Edward yang merasa yakin kalau dirinya mendengar suara Alona).

__ADS_1


Alona menulis sesuatu kemudian diberikan ke Katarina dan Katarina membaca tulisan Alona.


('Dari tadi Tante melihatmu tidur mu tengkurap, kenapa?" tanya Katarina tanpa sadar menuruti permintaan Alona lewat tulisannya).


('Kok Tante tahu kalau aku sejak tadi tidur tengkurap?' tanya Edward menjawab pertanyaan dengan pertanyaan).


("Aduh, apa yang mesti aku jawab kalau kami bisa tahu karena kami melihatnya di laptop?" tanya Katarina pada dirinya sendiri dalam hati sambil berpikir).


('Hallo Tante, Tante masih ada di sana?' tanya Edward karena Katarina tidak menjawab pertanyaannya).


('Iya Tante masih ada, Tante asal menebak saja,' jawab Katarina berbohong).


('Apa yang dikatakan Tante benar kalau aku tidur dengan posisi tengkurap,' ucap Edward yang percaya dengan apa yang dikatakan oleh Katarina).


('Memang nya kenapa tidur tengkurap?' tanya Katarina penasaran begitu pula dengan Alona).


('Edward lagi ingin tidur tengkurap,' jawab Edward yang tidak menceritakan kalau dirinya di cambuk).


(''Maaf Tante aku tidak mengatakan yang sebenarnya karena aku yakin pasti Tante akan bertanya lagi kenapa aku mau melakukan itu dan aku pasti akan menjawab karena waktu itu aku pernah mencambuk Alona. Karena jika mengingat hal itu membuatku semakin bersalah terhadap Alona," ucap Edward dalam hati).


("Aku tahu kamu berbohong sebenarnya kamu tengkurap karena kamu memerintahkan anak buah mu untuk men cambuk dirimu sendiri untuk menebus rasa bersalah mu terhadap Alona," ucap Katarina dalam hati).

__ADS_1


__ADS_2