
"Waktu aku di toilet mall aku bertemu dengan Ibuku dan adik kembarku Alena. Mereka memintaku untuk pergi dan adik kembarku mengganti kan diriku kemudian Ibuku memberikan tiket pesawat atas nama Alena,'' ucap Alona menceritakan awal ceritanya.
Mereka hanya diam dan menunggu cerita selanjutnya sambil menahan amarahnya terhadap ke dua wanita itu yang kini tidak tahu di mana mereka.
"Aku pergi dari tempat itu dengan menggunakan taksi menuju ke bandara. Sampai di bandara aku bertemu dengan opa Max dan opa Louis, mereka mengatakan kalau pesawat yang akan aku tumpangi sudah di pasang bom dan pelakunya Ibu kandungku," ucap Alona dengan mata berkaca-kaca.
Alona tidak tahu kalau mereka adalah paman dan Tante bukan orang tua kandung Alona.
"Aku sudah mau mengalah tapi apa yang aku lakukan ternyata sia-sia mereka menginginkan kematian ku,'' sambung Alona sambil tersenyum namun hatinya sangat terluka.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Soraya penasaran sekaligus menahan amarahnya.
"Opa Max dan Opa Louis memintaku dan penumpang lainnya menggunakan pesawat milik keluarga besar Alvonso," jawab Alona.
"Berarti pesawat yang meledak itu hanya ..." ucapan Sela terpotong oleh Alona.
__ADS_1
"Bukan, pesawat itu dijalankan dengan menggunakan remote dan tidak ada orang sama sekali dan sesuai prediksi di tengah laut pesawat itu meledak dan tenggelam di dasar laut," jawab Alona menjelaskan.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Jesica.
"Aku pergi menaiki pesawat bersama penumpang lainnya menuju ke negara S, jawab Alona.
"Lalu kenapa kamu tidak menghubungi kami? Kami kan juga anggota keluargamu," ucap Sela dengan wajah cemberut.
"Maaf Tante, saat itu aku ingin menenangkan diriku karena itulah aku tidak menghubungi Paman dan Tante serta Daddy dan Mommy." jawab Alona.
"Pernah tapi yang mengangkat Alena karena itulah kenapa aku ingin menenangkan diriku di tambah Kak Edward memintaku untuk menggugurkan kandunganku jika seandainya aku hamil. Dari situ aku ingin melupakan semuanya dan memulai hidup baru," jawab Alona.
"Edward dan Alena tidak melakukan hubungan suami istri, Edward juga sudah curiga kalau wanita itu bukan kamu. Selain itu Edward sangat menyesali perbuatannya karena telah menyakiti perasaanmu di tambah dirinya sangat menyesal setelah mengetahui kalau kamu hamil anaknya," ucap Soraya.
Walau Soraya sangat kecewa dengan Delisa tapi Edward adalah ponakannya terlebih Edward melakukan itu karena hasutan Delisa karena itulah Soraya ingin agar ponakannya yang bernama Edward bisa berkumpul kembali dengan Alona dan ke tiga anak kembarnya.
__ADS_1
"Alona, kami sebagai Tante sangat berharap agar kamu dan Edward bisa berkumpul kembali layaknya sebuah keluarga di tambah dengan ke tiga anak kembar kalian," sambung Jessica.
"Aku juga sama," sambung Sela dan Seli bersamaan.
"Maaf Tante - Tante, bukannya aku tidak mau kembali dengan kak Edward tapi jujur dulu aku pernah memberikan kesempatan untuk Kak Edward tapi Kak Edward selalu menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan bahkan menyiksaku, menuduhku selingkuh dan lebih parahnya lagi Kak Edward memintaku untuk menggugurkan kandungan ku padahal anak yang aku kandung adalah darah daging Kak Edward," jawab Alona.
"Lalu kapan kamu memperkenalkan ke tiga anak kalian ke Ayah kandungnya?" tanya Soraya.
"Alona belum tahu Tante, Alona minta berikan Alona waktu untuk berfikir," pinta Alona.
"Baiklah," jawab Soraya yang tidak bisa memaksa Alona.
Alona hanya tersenyum dan tiba-tiba ponsel milik Seli berdering membuat Seli membuka tasnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.
"Edward telepon," ucap Seli dengan wajah terkejut sambil menatap ke arah Alona.
__ADS_1