Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Draft


__ADS_3

Mommy Maya tahu kalau Edward tidak pernah menyeleksi karyawan dan karyawati karena Edward sudah mempercayakan orang kepercayaan untuk mengurus semuanya. Begitu pula dengan sekretaris di mana Edward tinggal terima beres tidak perduli siapa sekretarisnya.


"Paling pas Alona ke kantor melihat pemilihan sekretaris untuk Edward." celetuk Daddy Nathan sambil duduk di sofa samping istrinya.


"Tepat sekali yang dikatakan Opa. Alona datang sambil membawa makan siang dan melihat ada beberapa pelamar datang. Alona bertanya lalu Aku jawab untuk sekretarisku karena sekretaris yang lama mendadak keluar." jawab Edward yang juga ikut duduk di sofa saling berhadapan yang hanya saja dibatasi oleh meja.


"Lalu Alona melihat kandidat untuk sekretaris dan langsung menolak semuanya dengan alasan semuanya centil dan Kamu menuruti permintaan Alona." Tebak Daddy Nathan.


"Betul Opa." Jawab Edward dengan wajah terkejut begitu pula dengan Mommy Maya.


"Kok Daddy / Opa tahu?" Tanya Mommy Maya dan Edward dengan serempak.


"Karena Alona mirip Omamu ketika dulu Opa membutuhkan sekretaris." Jawab Daddy Nathan.


"Padahal di hati Opa hanya tertulis Istriku yang kucintai dan tidak ada wanita lain selain istriku. Walau banyak gadis dan wanita cantik Opa akan selalu selalu setia dengan Omamu." Ucap Daddy Nathan sambil menatap cucunya yang semakin bertambah dewasa.


"Apa yang dikatakan Opa berlaku juga buat Edward karena Edward sangat tulus mencintai Alona tidak ingin melakukan kesalahan yang sama." Ucap Edward.


Daddy Nathan dan Mommy Maya hanya tersenyum mendengar ucapan Edward di mana Edward sudah banyak berubah dan tidak sekejam dulu terhadap istrinya.


"Oh ya Edward. Oma dan Opa punya anak angkat namanya Joana jadi Oma berencana agar Joana berkerja sebagai sekretaris pribadimu." ucap Mommy Maya setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Sejak kapan Opa dan Oma punya anak angkat?" tanya Edward penasaran sekaligus terkejut.


"Sejak hari ini karena itulah Oma ingin agar Joana bisa berkerja mulai besok pagi." Jawab Mommy Maya.


"Tumben Oma dan Opa mempunyai anak angkat?" tanya Edward yang masih penasaran.


"Sebenarnya Opa dan Oma bertemu seorang gadis di rumah sakit di mana ke dua orang tuanya tidak menyayangi nya. Ke dua orang tuanya memfitnah Joana dengan menuduhnya berselingkuh dengan Pamannya tapi sebenarnya Pamanlah yang sering berselingkuh di depan istrinya dan diketahui oleh Joana." jawab Mommy Maya menjelaskan secara singkat.


"Terus Oma?" tanya Edward penasaran dan entah kenapa Edward menahan amarahnya terhadap Pamannya Joana.


"Pamannya memfitnah Joana karena cintanya di tolak dan sayang sekali ke dua orang tuanya mempercayainya bahkan yang membuat Mommy sangat marah karena Tantenya yang tahu kalau suaminya tukang selingkuh dan ringan tangan malah ikut menuduh Joana," Jawab Mommy Maya sambil menahan kesal dengan orang tua Joana.


"Apakah Oma dan Opa ada bukti kalau Joana tidak bersalah?" tanya Edward penasaran.


"Opa meretas cctv mansion mereka dan juga meretas cctv rumah sakit, untuk mengetahui siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah." Jawab Daddy Nathan yang menjawab pertanyaan Edward.


"Akhirnya ketahuan kalau Pamannya yang bersalah dan ke dua orang tua Joana meminta maaf tapi Joana yang sudah terlanjur kecewa ingin menenangkan diri." Sambung Mommy Maya.

__ADS_1


"Terus Oma dan Opa membawa ke mansion bersama Daddy?" tanya Edward yang bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.


"Betul sekali, Oma sengaja membawanya ke sini karena Oma sangat kesal dengan Ibunya Joana meminta semua fasilitas yang pernah diberikan ke Joana." Jawab Mommy Maya.


"Maksud Oma, Ibunya meminta uang dan dua kartu baik kartu debit dan juga kartu kredit yang Joana pegang?" Tanya Edward memastikan.


"Betul dan bukan itu saja Ibunya meminta perhiasan yang dikenakannya." Jawab Mommy Maya sambil menggenggam erat ke dua tangannya.


"Jika Joana kembali maka dua kartu, uang, perhiasan dan segala fasilitas yang diberikan akan dikembalikan semuanya" sambung Mommy Maya.


"Apa? Jadi Joana di bawa ke sini tidak membawa apa-apa? Jika Oma dan Opa tidak bertemu bisa jadi Joana tinggal di kolong jembatan." ucap Edward dengan wajah terkejut.


"Bukan itu saja, Ibunya Joana meminta Joana di suruh melepaskan sepatu yang dikenakannya tanpa memperdulikan Joana bertelanjang kaki." ucap Mommy Maya sambil memijat keningnya yang tidak pusing.


"Apa? Ibunya sangat jahat, Edward tidak menyangka ada seorang Ibu yang tega meminta semua yang pernah diberikan ke anaknya."Ucap Edward tidak habis berpikir.


"Benar sangat jahat dan yang tidak masuk akal lagi pakaian yang dikenakan Joana juga di minta." Ucap Mommy Maya yang tidak habis mikir apa yang ada dipikiran Ibunya Joana.


"Itu lebih gi*a? Jahat banget Ibunya Oma." ucap Edward sambil menahan amarahnya.


"Betul sekali karena itulah Oma dan Opa membawa Joana ke sini," ucap Mommy Maya menjelaskan.


"Apa yang kamu katakan memang benar." Ucap Mommy Maya.


"Oh ya Oma, pakaian milik Eden ada di sini dan ada yang masih baru bisa di pakai sama Joana." ucap Edward yang tidak tega dengan Joana.


"Iya, tadi Oma juga sudah membelikan banyak pakaian dan semua kebutuhan Joana karena pakaian yang dikenakannya di minta dan sisanya nanti buat gonta ganti." ucap Mommy Maya.


"Sekarang Joana kemana Oma?" tanya Edward penasaran.


"Ada di kamarnya lagi tidur, dari tadi Joana menangis karena sikap orang tuanya yang tidak menyayangi Joana dengan tulus." Jawab Mommy Maya.


Mommy Maya dan Daddy Nathan saat ini belum menceritakan kalau Joana dan Delon tidur bersama. Tapi yang pasti Mommy Maya dan Daddy Nathan akan mengatakannya jika seandainya Joana dan Delon ada perasaan saling suka.


"Oh ya, Joana belum ada pengalaman kerja jadi Opa minta kamu mau mengajarkan Joana tentang tugas - tugas sebagai seorang sekretaris." pinta Daddy Nathan yang sejak tadi terdiam.


"Baik Opa, kalau begitu mulai besok Joana datang saja ke perusahaan Edward nanti biar Edward yang akan mengajarkan Joana," ucap Edward.


"Oh ya satu lagi, karena Joana menjadi putri angkat kami maka kamu jangan memanggil langsung namanya tapi panggil dengan sebutan Tante walau umur kalian sepertinya sama." ucap Daddy Nathan.

__ADS_1


'Setelah itu berganti sebutannya menjadi Mommy,' sambung Daddy Nathan dan Mommy Maya dalam hati dengann serempak.


"Baik Opa," jawab Edward tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


Merekapun mulai bercakap-cakap mengenai seputar pekerjaan Edward. Sedang di tempat yang berbeda seorang pria yang tidak lain adalah orang tua Joana mengusir adik iparnya ketika mengetahui kalau adik iparnya sering selingkuh dan ringan tangan terhadap istrinya.


"Kak, Aku sangat menyesal dan Aku maafkankan semua kesalahanku." mohon adik iparnya sambil berlutut dan menyembah memohon ampun.


"Tidak akan, kesalahanmu sudah sangat besar karena gara-gara ulah dirimu putriku pergi dari rumah.'' ucap Ibunya Joana sambil menatap tajam ke arah adik iparnya.


"Kakak ipar, Aku tahu Aku salah tapi Aku berjanji untuk memperbaiki semuanya," ucap adik iparnya.


"Dengan apa kamu akan memperbaikinya?" tanya Ayahnya Joana.


"Aku akan merubah diriku menjadi suami yang baik dan memohon pada Joana untuk kembali ke sini." jawab adik iparnya.


'Setelah Joana datang ke sini maka Aku akan memberikan obat perang sang dosis tinggi agar Aku bisa merasakan betapa nakal nya Joana di atas ranjang milikku.' Sambung adik iparnya dalam hati.


"Kakak, Aku sangat mencintai suamiku, tolong kasih kesempatan untuk suamiku." mohon adik kandungnya.


Ayahnya Joana menghembuskan nafasnya dengan berat, dirinya sangat menyayangi adiknya karena hanya adiknyalah satu-satunya keluarga yang tersisa.


Orang tuanya sudah meninggal dunia dan keluarga besarnya kebanyakan keluarga dari Ayah tirinya dan Ibu tirinya yang tidak ada hubungan sama sekali.


Di mana Ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak empat sedangkan istrinya diceraikan karena tidak ingin di madu. Enam bulan kemudian Ibunya menikah lagi dengan seorang duda beranak enam.


Ayah Tirinya Joana dan adiknya sekaligus Tantenya Joana tinggal bersama kakek dan neneknya karena ke dua orang tuanya sibuk dengan keluarga barunya.


Belum ada enam bulan tersiar kabar orang tuanya meninggal dunia di susul kakek dan neneknya. Akhirnya ke dua kakak beradik tersebut menemui Ayah tirinya untuk menumpang hidup dan untunglah mereka baik mau menerimanya hingga sekarang.


"Baik tapi dengan satu syarat kalian berdua tinggal di sini agar Kakak bisa melihat apakah kamu memang benar-benar berubah atau tidak." ucap Ayahnya Joana akhirnya.


"Baik Kak, kami akan tinggal di sini," jawab adik kandungnya.


"Tapi aku lebih suka tinggal di mansion kami." ucap adik iparnya bersamaan namun beda ucapan.


"Kalau kamu meminta tinggal di mansion mu berarti tidak ada kesempatan ke dua." ucap Ayahnya Joana dengan nada tegas.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1



__ADS_2