Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Kakak Berjanji


__ADS_3

Joana menghapus air matanya dengan kasar kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Sedangkan ke dua orang tua Delon menatap horor ke arah Delon lewat kaca spion mobil membuat Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Maaf, bisakah berhenti di depan toko roti?" Tanya Joana.


"Joana mau beli roti?" Tanya Daddy Nathan sambil mengerem mobilnya.


"Tidak Dad." Jawab Joana sambil membuka pintu mobil.


"Lalu kamu mau kemana?" Tanya Mommy Maya.


"Mau melamar kerja sekalian mencari penginapan. Maaf Joana tidak jadi menumpang di rumah Mommy dan Daddy." Jawab Joana sambil menurunkan ke dua kakinya.


Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon sangat terkejut hal itu membuat Delon menarik tangan Joana agar Joana tidak jadi turun dari mobil.


"Tidak boleh, kamu harus tinggal di rumah orang tuaku atau tinggal di apartemen milik Kakak." Ucap Delon sambil menutup pintu mobil.


"Tapi ...." ucapan Joana terpotong oleh Delon.


"Tolong jalankan mobilnya Dad." pinta Delon sambil menarik perlahan dagu Joana agar menatap dirinya.


''Maafkan perkataan Kakak yang membuatmu marah dan tersinggung." Ucap Delon dengan nada lembut sambil menghapus air mata Joana dengan menggunakan ke dua ibu jarinya kemudian memeluknya dengan lembut.


"Hiks ... Hiks ... Maafkan aku Kak, jujur baru kali ini Aku merasakan sangat nyaman dengan Kak Delon dan ke dua orang tua Kak Delon karena dari kecil hingga sekarang ke dua orang tuaku tidak pernah memperdulikan Aku." Jawab Joana dengan jujur sambil membalas pelukan Delon dan terisak mengurangi rasa sesak dihatinya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks .... Daddy sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Mommy sibuk dengan teman-teman sosialitanya. Jika mereka di mansion, Mommy sibuk main ponsel begitu pula dengan Daddy yang juga sibuk bermain dengan ponselnya." Sambung Joana sambil terisak.


"Jika Aku lapar maka Mommy memanggil pelayan untuk membuatkan makanan dan jika Aku ingin bermain dengan orangtuaku mereka menyuruh pelayan untuk menemaniku." Sambung Joana.


Joana menumpahkan semua yang selama ini dipendamnya sedangkan Delon membelai punggung Joana agar rasa sesak dihatinya berkurang.


Mommy Maya dan Daddy Nathan yang awalnya senyum-senyum melihat mereka berdua kini senyumannya langsung memudar dan berubah menjadi tatapan sendu.


Mereka tidak menyangka kalau nasib Joana seperti itu membuat Mommy Maya dan Daddy Nathan berjanji untuk membahagiakan Joana dan tidak bersedih lagi.


"Selain itu ketika Joana sekolah, kepala pelayan yang menjadi orang tuaku karena ke dua orang tuaku sangat sibuk dan tidak bisa datang di saat acara sekolah bahkan ketika aku memenangkan juara lomba orang tuaku hanya memberikan selamat setelah itu mereka sibuk lagi." Ucap Joana.


"Hanya kepala pelayan yang menghiburku dan mengajak jalan-jalan bersama keluarganya." ucap Joana dengan nada lirih sambil memejamkan matanya.


"Jujur Kak, terkadang Aku sangat lelah dengan semua ini dan hal itu membuat Aku ingin tidur dan tidak bangun lagi." sambung Joana.


Joana yang merasa nyaman di pelukan Delon tanpa sadar tidur di pelukan Delon sedangkan Delon yang mendengar keluh kesah Joana tanpa sadar air matanya ikut keluar untuk pertama kalinya karena selama ini dirinya tidak pernah menangis.


"Joana, Kakak berjanji mulai saat ini dan seterusnya tidak ada lagi air mata kesedihan tapi hanya ada air mata kebahagiaan." ucap Delon dengan sungguh-sungguh.


Hening


Hening


Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon terkejut karena Joana tidak mengeluarkan suara membuat Delon mendorong perlahan tubuh Joana.


"Joana kenapa tidak bersuara?" tanya Daddy Nathan dan Mommy Maya dengan serempak.


'Tidur Mom.' jawab Delon dengan suara berbisik agar Joana tidak terganggu tidurnya ketika melihat Joana memejamkan matanya.


Mommy Maya dan Daddy Nathan hanya menganggukkan kepalanya hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion milik Daddy Nathan.


"Joana tidur dimana Mom?" tanya Delon sambil menggendong tubuh Joana.


"Tidurkan di kamarmu saja," jawab Daddy Nathan usil.


Bugh


Mommy Maya yang mendengar ucapan suaminya memukul bahu suaminya membuat Daddy Nathan tersenyum jahil.


"Tentu saja tidur di kamar tamu, nikahi Joana dulu baru boleh tidur bersama. Jangan bilang kamu mempunyai pikiran mesum seperti Daddy," ucap Mommy Maya sambil menatap tajam ke arah Delon.


"Hehehehe," tawa Daddy Nathan dan Delon bersamaan.


"Tapi Mommy enak kan." Ucap Daddy Nathan dengan nada menggoda.


"Apa Daddy ingin nanti malam tidak mendapatkan jatah?" tanya Mommy Maya dengan nada mengancam.


"Aish, Mommy nyebelin tidak bisa di ajak bercanda," ucap Daddy Nathan dengan wajah cemberut sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


"Delon bawa ke kamar tamu, yang ada di lantai dua sebrang kamarmu karena tadi Mommy meminta manager butik mengirim pakaian, tas, sepatu dan lain sebagainyaa ke kamar itu" ucap Mommy Maya.


"Baik Mom," jawab Delon dengan patuh sambil berjalan ke arah tangga.


Mommy Maya juga ikut berjalan menyusul suaminya yang sedang cemberut dan dirinya tahu untuk menghilangkan cemberutnya dengan satu cara yaitu melakukan hubungan suami istri.

__ADS_1


Delon menaiki anak tangga satu demi satu sambil sesekali melirik ke arah Joana yang masih setia memejamkan matanya.


'Sangat cantik apalagi bibirnya ingin sekali Aku merasakannya.' ucap Delon dalam hati ketika Delon menatap bibir Joana yang berwarna pink.


Ceklek


Sampai di depan pintu Delon membuka pintu kamar tamu kemudian mendorongnya dengan menggunakan kaki kanannya dan berjalan dengan santai menuju ke arah ranjang.


Delon dengan perlahan meletakkan Joana ke ranjang hingga Delon menghirup parfum di tubuh Joana yang sangat menenangkan hatinya hingga Delon menatap wajah Joana dari arah dekat.


Ketika pandangan Delon ke arah bibir Joana yang hampir dekat karena tangan kiri Delon masih memegang kepala Joana sedangkan tangan kanannya yang tadi memegang ke dua kaki Joana sudah dilepaskan.


Cup


Delon yang sejak tadi menahan dirinya tidak bisa menahannya lagi membuat Delon mengecup bibir Joana secara singkat.


'Sangat manis.' ucap Delon dalam hati sambil menjilati bibirnya.


Delon kembali mencium bibir Joana yang awalnya ciuman biasa kini berubah menjadi lu x mat x tan sambil memejamkan matanya hingga tanpa sadar Joana membalas ciuman Delon.


Delon yang sangat terkejut membuat Delon membuka matanya dan melihat Joana masih setia memejamkan matanya. Delon tersenyum kemudian Delon melanjutkan kembali ciuman nya hingga Joana merasakan kekurangan oksigen.


Hal itu membuat Joana memaksakan membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna membuat Joana menggerakkan kepalanya agar bibir mereka tidak menyatu sambil mendorong tubuh Delon.


''Apa yang Kak Delon lakukan?" tanya Joana dengan wajah sangat terkejut sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.


"Maaf," ucap Delon yang tak kalah terkejutnya.


"Aku di mana sekarang?" tanya Joana sambil menatap sekeliling kamar tanpa menjawab ucapan Delon.


"Kamu berada di kamar tamu," jawab Delon.


"Maaf, Aku janji tidak akan mengulanginya lagi dan lupakan yang tadi kita lakukan." sambung Delon merasa bersalah kemudian melepaskan tangan kirinya yang sejak tadi memegang kepala Joana.


Grep


Delon yang merasa sangat bersalah langsung menegakkan tubuhnya kemudian membalikkan badannya namun tangannya di tahan oleh Joana.


"Jangan pergi. Aku mohon temani Aku tidur." mohon Joana.


Delon menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap wajah cantik Joana seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.


"Serius," jawab Joana dengan nada yakin.


"Apakah kamu tidak marah karena tadi Kakak mencium mu?" tanya Delon.


"Tidak." jawab Joana singkat tanpa banyak berpikir.


"Kenapa tidak marah?" tanya Delon terkejut.


"Bukannya Kakak sudah meminta maaf dan Joana sudah memaafkan Kakak. Kata Oma kalau orang meminta maaf harus dimaafkan," jawab Joana dengan wajah polos.


"Terima kasih sudah mau memaafkan Kakak," ucap Delon.


"Sama - sama Kak, temani Aku tidur Kak." pinta Joana mengulangi perkataannya.


Delon hanya menganggukkan kepalanya kemudian Delon membuka kancing jasnya dan membuangnya secara asal.


"Apa yang Kak Delon lakukan?" tanya Joana dengan wajah panik ketika melihat Delon hendak membuka kancing kemejanya.


Delon menghentikan membuka kancing kemeja kemudian menatap wajah cantik Joana.


"Kamu meminta Kakak temani kamu tidur kan?" tanya Delon tanpa menjawab pertanyaan Joana.


"Iya benar tapi kenapa membuka pakaian?" tanya Joana balik bertanya.


"Kakak terbiasa kalau tidur hanya menggunakan celana boxer," jawab Delon dengan jujur.


"Waduh," ucap Joana dengan wajah pucat.


"Kenapa? Kalau Kamu merasa keberatan Kakak tidur di kamar Kakak." Ucap Delon sambil mengambil jas miliknya yang tergeletak di lantai.


Joana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggelengkan kepalanya.


"Setuju atau keberatan?" tanya Delon memastikan.


"Setuju Kak," jawab Joana pasrah.


'Joana kamu harus kuat menahan godaan, kamu melakukan ini karena saat ini kamu ingin di temani orang yang sangat tulus yang menyayangi dirimu,' sambung Joana dalam hati.

__ADS_1


Saat ini hati Joana sangat sakit atas perlakuan dan perkataan ke dua orang tuanya karena itulah dirinya ingin menghibur dirinya dengan orang yang sangat tulus menyayangi dirinya.


Delon meletakkan pakaian jasnya di meja dekat ranjang kemudian melanjutkan kembali membuka kancing kemejanya hingga terbuka semuanya lalu membuangnya secara asal.


Glek


Joana yang sejak tadi menatap Delon kini menelan saliva nya dengan kasar melihat tubuh Delon yang atletis dan perutnya yang kotak-kotak seakan ingin di sentuh.


Hal itu membuat Joana memiringkan tubuhnya ke arah samping membelakangi Delon agar dirinya tidak melihat tubuh Delon.


Selesai Delon membuang kemejanya sembarangan berlanjut membuka ikat pinggang celana panjangnya kemudian membuka pengait celananya dan berlanjut menurunkan resletingnya.


Seperti sebelumnya Delon membuang asal celananya hingga menyisakan celana boxer miliknya. Delon berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di sisi ranjang sambil masuk ke dalam selimut yang sama dengan selimut yang digunakan oleh Joana.


Sedangkan Joana yang merasakan ranjangnya bergerak membuat Joana memejamkan matanya sambil menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.


'Apakah keputusan ku salah yaitu meminta Kak Delon menemaniku tidur?' tanya Joana dalam hati.


Awalnya Joana mengira hanya tidur bersama tanpa memikirkan yang aneh - aneh. Namun ketika melihat tubuh Delon pikiran Joana menjadi mesum terlebih dirinya masih ingat dengan jelas ketika Pamannya melakukan hubungan suami istri dengan beberapa wanita lain ketika dirinya tidak sengaja melihatnya.


Kejadian hal itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali selain itu dirinya tidak sengaja melihat ke dua orang tuanya melakukan hubungan suami istri di tambah suara merdu yang keluar dari mulut mereka membuat Joana ingin sekali merasakan seperti apa hubungan suami istri itu.


'Joana ingat hanya tidur bersama bukan melakukan hubungan suami istri. Jadi hilangkan pikiran mesum mu,' ucap Joana dalam hati.


Joana mendengar suara dengkuran halus tanda Delon sudah tidur dengan pulas membuat Joana membalikkan badannya dengan perlahan dan melihat wajah tampan Delon yang masih tidur dengan pulasnya seperti bayi.


'Sangat tampan tapi sayang Kak Delon sudah menikah dan mempunyai anak. Lebih baik Aku jaga jarak karena Aku tidak ingin merusak hubungan Kak Delon dengan istrinya dan juga anak mereka.' Ucap Joana dalam hati.


Joana mulai menguap membuat Joana ikut memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tidur dengan pulas.


Tanpa mereka sadari Delon dan Joana saling berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


Ceklek


Daddy Nathan membuka pintu kamar tamu dengan lebar yang digunakan oleh Joana. Mommy Maya masuk ke dalam kamar diikuti oleh suaminya dan melihat mereka tidur saling berpelukan.


'Mommy sudah menduga kalau mereka tidur bersama,' ucap Mommy Maya sambil berbisik di telinga suaminya.


'Tebakan Mommy tepat.' jawab Daddy Nathan yang juga berbisik.


'Karena semua anak kita sifatnya menuruni sifat Daddynya dalam hal mesumnya.' jawab Mommy Maya yang masih berbisik.


'Tapi Mommy suka kan,' goda suaminya sambil berbisik tepat di telinga istrinya kemudian mencium leher Mommy Maya.


Mommy Maya hanya tersenyum dan merasakan tubuhnya geli ketika Daddy Nathan menciumi lehernya. Mommy Maya berjalan ke arah ranjang untuk memunguti satu persatu pakaian milik Delon kemudian mereka pergi meninggalkan kamar tamu.


Namun ketika Daddy Nathan dan Mommy Maya berjalan menuruni anak tangga satu demi satu, tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan siapa lagi kalau bukan Edward.


"Lho kok Oma bawa pakaian milik Daddy?" tanya Edward yang sangat hapal dengan pakaian milik Delon.


"Iya ini pakaian milik Daddy, biasa kalau Daddy sebelum tidur selalu menggunakan celana boxernya," jawab Mommy Maya.


"Tumben Daddy tidur siang?" tanya Edward dengan wajah terkejut.


Delon sebelum dan sesudah bercerai dengan istrinya, Delon jarang tidur siang karena selalu sibuk dengan pekerjaan hal itu dilakukan untuk melupakan segala rasa amarah dan rasa kecewa yang teramat sangat pada Delisa.


"Daddy sangat lelah makanya tidur siang," jawab Mommy Maya berbohong.


"Aku ingin menemui Daddy," ucap Edward.


"Daddy baru saja tidur, nanti saja," ucap Daddy Nathan yang sejak tadi diam sambil menarik tangan Edward.


"Benar yang dikatakan Opa, lebih baik biarkan Daddy mu istirahat,'' sambung Mommy Maya.


"Baik Oma, Opa," jawab Edward patuh tanpa curiga sedikitpun.


'Untung tidak curiga kalau tidak bisa gawat.' Ucap Mommy Maya dan Daddy Nathan dalam hati.


"Oh ya Edward, Oma dengar kamu membutuhkan seorang sekretaris?" tanya Mommy Maya sambil menuruni anak tangga satu demi satu begitu pula dengan Daddy Nathan dan Edward.


"Benar Oma, tapi sangat sulit mencari seorang sekretaris yang tidak centil." jawab Edward.


"Jadi sudah hampir seminggu kamu belum mendapatkannya?" tanya Daddy Nathan.


"Belum mendapatkannya Opa. Padahal Edward sudah menikah dan mempunyai tiga anak kembar tapi para kandidat calon sekretaris berusaha menggoda Edward dan tanpa menunggu untuk di tes terakhir, Edward langsung menolaknya." jawab Edward menjelaskan.


"Dari mana mereka tahu kalau mereka berusaha menggodamu?" tanya Mommy Maya sambil duduk di sofa ruang tamu dan diikuti yang lainnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1



__ADS_2