Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Apa Ini?


__ADS_3

"Buat Mommy Delisa, maafkan Alona yang belum bisa menjadi menantu yang baik semoga dengan kepergian Alona, Mommy Delisa bisa menemukan seorang wanita untuk kak Edward yang lebih baik dari Alona sesuai kriteria Mommy Delisa," ucap Alona dengan nada tulus.


"Untuk kak Edward, maafkan Alona kalau Alona bukan istri yang sempurna untuk kak Edward karena itulah aku ingin pergi jauh agar kak Edward menemukan wanita yang sempurna dan tulus mencintai kak Edward seperti Alona sangat tulus mencintai kak Edward. Semoga kak Edward menyukai kado ulang tahun yang sudah aku siapkan jauh - jauh hari. Uang hasil penjualan apartemen aku pergunakan untuk acara ulang tahun kak Edward dan bingkisan untuk para bodyguard dan para pelayan." ucap Alona.


"Alona sama sekali tidak menyentuh sama sekali uang itu termasuk kartu hitam tanpa batas dan kartu debit karena Alona tidak pantas untuk mendapatkan semua itu karena yang pantas mendapatkan nya adalah istri kak Edward nantinya." ucap Alona.


"Beberapa hari yang lalu aku mengajukan surat cerai dan sudah menandatangani surat cerai tersebut. Maaf aku bilang sekarang dan aku terpaksa melakukan itu agar kak Edward bisa menikah lagi dengan wanita yang sempurna," sambung Alona.


"Mommy Soraya dan Oma Maya, terima kasih karena kehadiran Mommy Soraya dan Oma Maya membuatku menghilangkan rasa sesak di hatiku yang selama bertahun-tahun aku pendam," ucap Alona.


"Mommy Aruma, terima kasih sudah melahirkan Alona, walau jujur Alona kurang kasih sayang Mommy tapi Alona tidak pernah dendam atau membenci Alona. Alona hanya berharap agar Mommy selalu sehat dan untuk Alena, kakak tidak pernah membencimu dan kakak hanya berharap kamu mau berubah menjadi wanita yang lebih baik," ucap Alona.


"Untuk Eden, kakak sudah membuat gambar pakaian yaitu satu steel pakaian pengantin jika kamu menikah nantinya dan juga gambar pakaian seragam untuk rombongan pengantin baik pria dan wanita. Semoga kamu menemukan jodohmu dan bahagia," ucap Alona.


"Terakhir untuk para bodyguard dan para pelayan yang berkerja pada suamiku aku hanya minta satu hal yaitu setia dan jangan ada pikiran untuk mengkhianati suamiku. Semoga kalian suka kenangan terakhir yang aku berikan," ucap Alona.


"Aku sangat mencintaimu kak Edward semoga kak Edward selalu bahagia dan salam sayang buat semuanya," ucap Alona sambil melambaikan tangannya.


Tidak berapa lama layar di proyektor mati tanda Alona sudah selesai berbicara.


"Sebenarnya rekaman video ini terpisah dari beberapa bagian namun karena aku melihat keluarga Alena ada di sini maka aku gabung begitu pula dengan yang lainnya," ucap Daddy Alvonso menjelaskan.


"Kalian semua bisa melihat dan mendengar apa yang dikatakan Alona barusan bukan? Apalagi kalian bertiga, walau kalian sangat jahat dengan Alona tapi Alona tidak mempunyai dendam terhadap kalian," sambung Mommy Laras.


"Edward, kini kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari Alona dan kamu bebas memilih siapa wanita yang akan kamu nikahi," ucap Mommy Laras dengan nada menyindir.


Mommy Laras melihat dengan jelas kalau Edward sangat terpukul ketika mengetahui kalau Alona adalah korban dari kebohongan dan kejahatan orang tua Alena dan Alena.


"Aku ingin menemui Alona," ucap Edward dengan tubuh gemetar membuat Delon dan Leo sepupunya membantu Edward agar tidak jatuh.


"Semua jasad para penumpang pesawat tidak bisa ditemukan termasuk Alona karena pesawat tersebut meledak dan masuk ke dalam laut," ucap Mommy Laras.


"Alvian," panggil Mommy Laras.


"Baik Mom," jawab Alvian.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Cerita tentang Mommy Laras dan Alvian bisa baca di novel ku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia dan Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Alvian mulai menguak Atik laptopnya kemudian laptop tersebut langsung terhubung ke layar proyektor dan semua orang melihatnya.


"Pesawat xxxxxxx dengan tujuan negara S sebelum meledak," ucap Daddy Alvonso.


Mereka menatap ke arah layar proyektor dengan wajah serius dan tidak berapa lama pesawat terbang tersebut tiba-tiba meledak dan terjun bebas di tengah-tengah laut.


"Bisa dipastikan semua penumpang tidak akan selamat termasuk Alona," ucap Daddy Alvonso menjelaskan.


Bruk


"Tidak!!!" teriak Edward untuk pertama kalinya sambil berlutut di lantai.


Edward tidak memperdulikan jika dikatakan cengeng oleh semua orang karena dirinya merasa sangat amat bersalah terhadap Alona karena tidak menyelidiki kebenarannya terlebih buah hatinya ikut pergi bersama Alona.


Kata-kata percakapan terakhir dengan istrinya mulai terngiang-ngiang di telinga nya.


"***Tubuhmu sepertinya mulai berisi," ucap Edward.


"Nah sekarang suamiku sudah sangat tampan," ucap Alona sambil tersenyum menatap Edward.


"Tentu saja suamimu tampan," jawab Edward.


"Aku tahu karena itu banyak wanita yang mengejar kak Edward dan bisa saja besok bukan aku lagi yang melakukan ini tapi wanita yang dicintai oleh kak Edward," ucap Alona sambil masih tersenyum.


"Apa maksudmu Alona?" tanya Edward tidak suka.


"Bukankah semalam ada wanita yang kak Edward peluk? Pasti wanita itu akan menjadi pengganti diriku," jawab Alona sambil mengambil tasnya.


"Apakah kamu cemburu?" tanya Edward.


"Tidak sama sekali," jawab Alona.


"Syukurlah," jawab Edward sambil meninggalkan Alona dan menahan kesal karena Alona tidak cemburu.

__ADS_1


"Kata Mommy, kamu di minta menemani Mommy di mall?" tanya Edward.


"Iya, katanya ingin membeli barang kebutuhan sehari-hari buat seminggu," jawab Alona.


Edward hanya terdiam namun entah kenapa Alona menarik tangan Edward untuk membelai perutnya.


"Kenapa perutmu minta di belai? Apa kamu hamil?" tanya Edward dengan nada curiga.


"Jika aku hamil, apakah kak Edward suka?" tanya Alona.


"Tidak," jawab Edward dengan tegas sambil menarik tangannya.


"Kenapa?" tanya Alona dengan tatapan penuh kecewa.


"Karena aku tidak yakin kalau itu putraku," ucap Edward.


"Syukurlah aku tidak hamil jadi kak Edward tidak perlu kuatir," jawab Alona.


"Baguslah karena jika kamu benar - benar hamil aku ingin kamu menggugurkannya," ucap Edward dengan tegas.


Alona hanya terdiam hingga mereka sudah sampai di meja makan. Seperti biasa Alona mengambil makanan untuk suaminya barulah untuk dirinya namun bedanya Alona mengambil makanan hanya sedikit.


"Kenapa makannya sedikit?" tanya Edward.


"Aku ingin diet karena pakaianku sudah mulai agak sempit," jawab Alona.


"Aku hari ini ada meeting kamu pergilah dengan sopir dan aku ingin jika aku pulang kerja kamu sudah ada di mansion," ucap Edward.


"Baik, boleh aku meminta peluk?" tanya Alona.


Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alona memeluk tubuh kekar suaminya sambil menatap ke arah langit-langit ruangan tersebut agar dirinya tidak menangis***.


("Maafkan aku, Alona dan maafkan Daddy yang tidak mempercayai kalau kamu adalah putraku bahkan berniat untuk menggugurkan mu," ucap Edward dalam hati sambil mengusap wajah nya dengan kasar).


("Kini aku mengerti apa yang kamu katakan kalau kamu ingin pergi agar aku bisa menikah dengan wanita lain tapi asal kamu tahu Alona aku sangat-sangat mencintaimu dan tidak ada wanita lain yang aku cintai selain dirimu. Wanita yang memelukku waktu itu adalah sekretaris ku, ketika kamu pergi aku menghukumnya dengan cara menghilangkan nyawanya karena apa yang ada di tubuhku hanya milikmu seorang," ucap Edward dalam hati penuh penyesalan).


"Oh ya satu lagi Edward, Buyut sampai lupa," ucap mommy Laras.

__ADS_1


Mommy Laras membuka tasnya kemudian memberikan selembar amplop kemudian diberikan ke Edward.


"Apa ini?" tanya Edward dengan air mata tidak berhenti keluar.


__ADS_2