
Alena keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar Edward dengan menggunakan pakaian lingerie.
tok tok tok
"Masuk," jawab Edward.
Ceklek
Alena membuka pintu kamar Edward dan berjalan bak seorang model ke arah Edward yang sedang berdiri di depan balkon.
"Kak Edward sayang," panggil Alena dengan suara menggoda.
Edward sangat terkejut mendengar suara yang dikiranya Alona membuat Edward membalikkan badannya dan matanya membulat sempurna melihat Alena memakai pakaian yang sangat seksi membuat Edward menelan saliva nya dengan kasar.
Glek
"Apa yang kamu lakukan Alona?" tanya Edward.
"Aku sangat kedinginan dan tidak bisa tidur, maukah kak Edward menemaniku tidur?" tanya Alona dengan suara menggoda sambil berjalan bak model.
Grep
Alena memeluk tubuh kekar Edward membuat Edward membalas pelukan Alena. Alena tersenyum bahagia karena berhasil menggoda Edward. Edward mendekatkan wajahnya ke wajah Alena membuat Alena tersenyum bahagia sambil memejamkan matanya.
Namun ketika bibir mereka nyaris bersentuhan entah kenapa Edward melepaskan pelukannya kemudian mendorong tubuh Alena kemudian mencekik leher Alena.
"Siapa kamu?" tanya Edward.
__ADS_1
"Sayang, aku Alona," ucap Alena sambil memukul tangan Edward agar melepaskan cekikan nya.
"Kamu bukan Alona, kemana Alona!" teriak Edward.
"A ... ku A... lo ... na," ucap Alena dengan suara terputus-putus.
Bruk
Edward yang melihat wajah Alena membuat Edward mendorong tubuh Alena hingga jatuh ke lantai.
"Keluar dari kamarku!" usir Edward.
Alena dengan wajah ketakutan pergi meninggalkan kamar Edward sedangkan Edward berteriak dengan kesal.
"Akhhhhhhhh... Kenapa aku merasa dia bukan Alona? Apa yang terjadi dengan diriku?" tanya Edward dengan nada frustrasi.
xxxxxxx
Malam menjelang pagi seperti biasa Edward dan Alena makan bersama. Tidak ada satupun yang berbicara semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
("Walau aku sering memarahi Alona tapi Alona selalu menyiapkan makanan untukku tapi sekarang kami makan masing-masing. Kenapa aku merasa wanita di sampingku bukan Alona?" tanya Edward dalam hati).
("Si*l rencana semalam gagal, aku harus cari cara agar Edward bisa jatuh cinta padaku," ucap Alena dalam hati).
Lima belas menit kemudian Edward sudah selesai makan dan minum. Edward langsung turun dari kursi makan dan berjalan ke arah ruang keluarga tanpa memperdulikan Alena yang masih makan.
"Maaf tuan, ada nona Eden," ucap kepala pelayan ketika melihat Edward sedang membaca majalah bisnis di sofa ruang keluarga.
__ADS_1
"Suruh masuk," jawab Edward.
"Baik tuan," jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Edward sendirian. Tidak berapa lama datang Eden bersama bodyguardnya sambil membawa kotak persegi empat ukuran jumbo .
"Letakkan di meja," pinta Eden.
"Baik nona," jawab bodyguard tersebut.
Bodyguard tersebut meletakkan kotak persegi empat itu di meja kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apa itu?" tanya Edward.
"Satu stell pakaian kak Edward untuk acara ulang tahun nanti malam," jawab Eden.
Tanpa menjawab Edward mengambil kotak persegi empat tersebut kemudian membukanya. Edward tersenyum bahagia karena pakaian tersebut belum ada di pasaran.
"Sangat bagus, kakak sangat menyukai modelnya karena kakak tidak pernah melihat model sebagus ini. Kamu memang adikku yang paling baik, terima kasih Dek," ucap Edward dengan tulus.
"Sebenarnya yang desain gambar ini kak Alona sedangkan aku bagian membuat pakaiannya," ucap Eden.
"Kenapa namaku di sebut?" tanya Alena tiba-tiba datang.
"Kak Edward, pakaiannya sangat bagus dan sangat cocok jika kak Edward memakainya. Kak Eden beli di mana? Aku akan memesan lagi untuk kak Edward." sambung Alena.
"Bukankah..." ucapan Eden terpotong oleh Edward.
__ADS_1
"Aku sudah curiga kalau kamu bukan Alona, siapa kamu dan dimana Alona?" tanya Edward sambil berdiri dan berjalan ke arah Alena.