Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Mau Kemana Edward?


__ADS_3

("Tante Jessica, kok diam? Apakah boleh kalau Edward main ke sana untuk melihat ke tiga bayi kembarnya?" tanya Edward penuh harap).


("Tante mau tanya teman Tante dulu kebetulan lagi di kamar mandi," ucap Jessica terpaksa berbohong).


Jessica bingung Mommy Maya menganggukkan kepalanya tanda setuju sedangkan Alona menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


('Baik Tante, Edward akan tunggu,' ucap Edward).


('Jika kamu tidak mau bertemu dengannya, kamu bersembunyi jangan sampai ketahuan oleh Edward karena bagaimanapun ke tiga anak kalian sangat merindukan Ayah kandungnya. Lakukan ini demi ke tiga anak kembar kalian,' bisik Mommy Maya).


Alona hanya diam kemudian Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan tidak berapa lama dirinya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Mommy Maya, Jessica, Soraya, Sela dan Seli menghembuskan nafasnya dengan lega sambil tersenyum bahagia.


("Edward, katanya boleh kapan kamu mau ke sini?" tanya Jessica).


("Besok Edward akan datang, Tante ada di negara mana dan tinggal di mana?" tanya Edward sambil tersenyum bahagia karena bisa melihat ke tiga bayi kembar).


("Kami di negara S, tempat tinggal Tante Katarina," jawab Jessica).


("Edward tahu Tante," jawab Edward).


("Tapi Edward ada satu hal dan kamu harus janji untuk menepatinya," pinta Jessica).


("Apa itu Tante?" tanya Edward penasaran).


("Jangan bawa Delisa ataupun Eden," jawab Mommy Maya dan Jessica bersamaan).


("Memangnya kenapa tidak boleh membawa Delisa dan Eden?" tanya Edward dengan nada terkejut).


("Oma / Tante lagi malas berdebat ataupun bertengkar dengan mereka berdua." jawab Mommy Maya, Jessica, Soraya, Sela dan Seli bersamaan).


("Wawww... Kompak banget," ucap Edward dengan terkejut).


("Kalau kamu tetap membawanya lebih baik tidak usah bertemu," ucap Jessica dengan nada tegas).

__ADS_1


("Tenang saja Tante, Edward tidak akan mengajak Mommy dan Eden," jawab Edward dengan nada yakin).


("Baguslah," jawab mereka serempak kecuali Alona).


("Oh ya, yang ke dua Edward ingin melihat," pinta Edward).


Seli menyorot kamera ke arah Soraya yang masih menggendong bayi Alona dengan Edward.


("Hallo Daddy, aku Edmund anak nomer dua," ucap Soraya mengikuti suara anak kecil).


("Hallo sayang," panggil Edward sambil menatap wajah Edmund dengan tatapan sendu dan kenapa dirinya ingin memeluk ke tiga bayi kembar tersebut).


Edmund yang merasa dipanggil namanya perlahan membuka matanya kemudian bibirnya mulai keriting tanda akan menangis.


("Oooweeee.." tangis Edmund).


("Oooweeee.." tangis Edwind).


("Oooweeee.." tangis Adara).


Jessica yang menggendong Edwind, Soraya yang menggendong Edmund dan Sela yang menggendong Adara memperlihatkan ke tiga bayinya yang sedang menangis ke arah Edward lewat panggilan video call.


("Edward, coba kamu nyanyikan lagu," pinta Mommy Maya yang tahu kalau ke tiga bayi kembarnya dapat merasakan kesedihan Edward).


Entah kenapa tanpa banyak protes Edward bernyanyi untuk ke tiga bayi kembar yang sedang melakukan konser menangis. Ajaibnya ke tiganya serempak terdiam, mereka bertiga menatap Edward sambil tersenyum dan mendengarkan nyanyian Edward.


Tidak berapa lama ke tiga bayi yang sangat menggemaskan memejamkan matanya tanda mereka tidur dengan pulas dan terlihat sesekali bibirnya tersenyum membuat Edward mengeluarkan air matanya.


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Edward dan mereka tahu kalau Edward sedang sedih karena mereka melihat Edward menangis karena itulah mereka tidak marah dengan Edward ketika sambungan komunikasi diputuskan oleh Edward.


"Alona, apakah kamu tega memisahkan mereka dengan Ayah kandungnya?" tanya Mommy Maya.

__ADS_1


"Aku sebenarnya juga tidak tega Oma tapi saat ini Alona belum bisa memaafkan kak Edward. Jika Kak Edward ingin menemui ke tiga anakku, Alona mengijinkan kak Edward untuk melihatnya," jawab Alona.


"Baiklah, Oma tidak akan memaksa," ucap Mommy Maya yang tahu kalau Alona masih terluka.


"Tante harap, kamu jangan terlalu lama menghukum Edward," pinta Jessica.


"Baik Tante," jawab Alona.


"Ke tiga ponakan kita sudah tidur lebih baik kita keluar," ucap Mommy Maya yang tidak ingin mengganggu istirahat Alona dan ke tiga cicitnya.


"Baik Mom," jawab Jessica, Soraya, Sela dan Seli bersamaan.


Jessica, Soraya dan Sela meletakkan ke tiga bayi kembar tersebut di tempat box yang luas agar ke tiga bayi Alona dan Edward tidur di tempat yang sama.


Mommy Maya, Jessica, Soraya, Sela dan Seli keluar dari kamar tersebut satu demi satu menuju ke ruang keluarga sedangkan Alona menatap ke tiga buah hatinya yang masih tidur dengan pulas nya.


" Maafkan Mommy, Edwind, Edmund dan Adara," ucap Alona dengan wajah sendu.


"Kak Edward, hatiku masih sakit ketika kak Edward menuduhku selingkuh di tambah kak Edward memintaku menggugurkan kandunganku padahal mereka adalah darah daging mu hingga membuatku terpaksa berbohong.


"Eden, kakak sudah berusaha menjadi Kakak yang baik tapi aku tidak menyangka kamu dan Mommy yang juga Mommy mertuaku tega memfitnahku padahal jelas-jelas saat itu aku berada di rumah kalian," sambung Alona.


"Kak Edward, aku tidak mau kembali padamu karena aku tidak ingin ketika kita mulai dari awal lagi Kak Edward mendapatkan pengaruh buruk lagi dari Mommy dan Kak Edward percaya dengan ucapan Mommy dan kejadian itu terulang kembali," sambung Alona yang masih trauma.


Alona bukannya egois, dirinya tidak mau jika suatu saat nanti Delisa mempunyai ide jahat untuk dirinya dan juga ke tiga anak kembarnya yang bisa membuat hubungan Alona dan Edward yang berjalan harmonis menjadi pertengkaran.


Kejadian itu terjadi bukan sekali tapi berulang kali karena itulah dirinya lelah dan sampai saat ini dirinya masih trauma jika suatu saat nanti Edward tiba-tiba berubah jahat seperti dulu.


xxxxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda Edward memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak karena dirinya langsung keluar dari kamarnya untuk pergi ke negara S untuk menemui ke tiga bayi kembar.


Edward menuruni anak tangga satu demi satu hingga dirinya melihat Delisa sedang berdiri di bawah tangga yang sedang menatap dirinya.

__ADS_1


"Mau Kemana Edward?" tanya Delisa.


__ADS_2