
"Dulu pertama kali kita bertemu Daddy sangat galak sama Mommy pas sudah kenal Daddy seperti lem yang tidak mau lepas." Jawab Mommy Maya sambill tersenyum mengingat masa lalu.
Grep
"Mommy ingat aja kalau Daddy sangat galak." ucap Daddy Nathan sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
''Ingatlah bagaimana Daddy memarahi Mommy padahal Mommy tidak bersalah sedikitpun. Sudah bantuin nolongin eh kena marah sampai Mommy kesal banget belum lagi diomeli sama atasan Mommy yang bawel itu." Ucap Mommy Maya sambil menggenggam tangan suaminya yang memeluk dirinya.
Cup
"Maafkan Daddy, kalau waktu itu Daddy memarahi Mommy." Ucap Daddy Nathan kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.
"Tidak apa-apa Dad." jawab Mommy Maya sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian membalikkan badannya.
"Satu ronde ya Mom." Pinta Daddy Nathan sambil tersenyum mesum.
Whushh
Tanpa menunggu jawaban Daddy Nathan menggendong tubuh istrinya kemudian berjalan ke arah tangga menuju ke kamar mereka.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di ruang keluarga, di mana Delon masih mengejar Joana yang memutari sofa.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ... Joana berhenti." Pinta Delon sambil memegangi ke dua lututnya dan mengatur nafasnya yang sudah ngos-ngosan akibat mengejar Joana.
"Tidak mau nanti Joana di jewer seperti tadi." Tolak Joana sambil berdiri yang tidak jauh dari Delon sambil ikut mengatur nafasnya.
"Aduh jantungku ..." Ucap Delon sambil duduk di sofa dan memegangi dadanya dengan wajah seperti menahan rasa sakit.
"Kak Delon jangan bercanda." Ucap Joana dengan wajah kuatir.
"Kakak tidak bercanda." Jawab Delon sambil meringis dan menyandarkan tubuhnya di sofa kemudian memejamkan matanya.
Joana yang melihat Delon meringis membuat dirinya tidak tega membuat Joana berjalan ke arah Delon.
__ADS_1
"Apa masih sakit? Kita pergi ke rumah sakit saja tidak usah ke mall." Ucap Joana sambil masih melangkahkan kakinya hingga di depan Delon.
Grep
Bruk
"Akhhhhhhhh.." teriak Joana.
Ketika Joana tepat berdiri di depan Delon bersamaan Delon menarik tangan Joana hingga Joana ambruk dan duduk di pangkuan Delon membuat Joana berteriak karena dirinya sangat terkejut.
"Apa yang Kak Delon lakukan!" pekik Joana.
"Seperti yang kamu lihat." bisik Delon.
Cup
Delon mengecup bibir Joana yang sudah menjadi candunya. Ciuman singkat membuat Delon menginginkan lagi membuat Delon menahan tengkuk Joana kemudian me x lu x mat x nya.
Joana yang awalnya memberontak lama-lama dirinya ikut terhanyut. Joana mengalungkan ke dua tangannya kemudian membalas ciuman Delon sambil sesekali tanpa sengaja menggoyangkan pinggulnya membuat tombak sakti milik Delon mulai menegang.
"Hah... Hah ... Hah ..."
Joana menghirup udara sebanyak-banyaknya sedangkan Delon tersenyum kemudian mengarahkan wajahnya ke arah leher Joana kemudian menciumnya.
"Kak Delon ... Ahhhhhhh .... aku mohon Ahhhhhhh ... hentikan nanti kebablasan." ucap Joana sambil mengeluarkan suara merdunya.
Deg
Jantung Delon berdetak kencang ketika mendengar ucapan Joana membuat Delon tersadar dan langsung menghentikan kegiatannya sambil memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran mesumnya.
'Kenapa dengan Joana aku tidak bisa mengontrol diriku?' Tanya Delon dalam hati.
"Kak Delon, marah padaku?" Tanya Joana dengan wajah kuatir.
__ADS_1
"Tidak, Joana bolehkah Kakak minta satu hal darimu?" tanya Delon penuh harap sambil membuka ke dua matanya setelah pikiran mesumnya berhasil dihilangkan.
"Apa itu Kak?" Tanya Joana penasaran.
"Jangan lakukan ini sama pria lain kecuali dengan Kakak." Jawab Delon.
"Baik Kak." Jawab Joana dengan patuh.
"Sekarang kita pergi ke mall untuk membeli barang-barang yang kamu butuhkan." Ucap Delon sambil menurunkan Joana dari pangkuannya kemudian turun dari sofa.
"Ok." Jawab Joana singkat sambil berjalan ke arah pintu utama bersama dengan Delon.
"Kenapa Kak Delon pura-pura dadanya sakit?" tanya Joana sambil membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi mobil samping pengemudi.
"Cape ngejar kamu makanya Kakak sengaja melakukan hal itu." Jawab Delon jujur sambil membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi mobil samping pengemudi.
Bugh
"Nyebelin banget, bikin aku kuatir saja." Ucap Joana dengan nada kesal sambil memukul bahu Delon.
"Kamu mengkuatirkan keadaan Kakak?" tanya Delon dengan wajah terkejut sekaligus bahagia sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Dulu selama Delon menikah dengan Delisa jika Delon sakit, Delisa tidak pernah memperdulikannya malah Delisa sibuk dengan teman sosialitanya. Jalan - jalan dan makan bersama-sama tanpa memperdulikan keadaan suaminya.
Delisa tidak perduli karena selama ini Delon tidak pernah menyentuh dirinya di tambah sikap dingin Delon terhadap Delisa membuat Delisa melupakan semua kemarahannya dan kesedihannya secara bersamaan dengan cara bersenang-senang dengan teman sosialitanya.
"Tentu saja Aku sangat kuatir jadi, Aku mohon sekali sama Kak Delon jangan pernah mengulangi hal itu lagi." Ucap Joana dengan nada memohon.
Grep
"Maaf jika apa yang Kakak lakukan membuatmu kuatir dan jujur Kakak sangat bahagia." Ucap Delon sambil menggenggam tangan Joana dengan menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya memegang setir kemudi.
"Sangat bahagia? Maksud Kak Delon?" Tanya Joana dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"Kamu sangat perduli dan perhatian sama Kakak karena itulah Kakak sangat bahagia." Jawab Delon.
"Memang dulunya .... (Menjeda kalimatnya) ... Mantan istrinya tidak perduli dan perhatian sama Kakak?" Tanya Joana dengan nada ragu takut Delon marah.