
"Karena aku ingin jika aku ma ti bisa bermanfaat buat orang yang masih hidup," jawab Alona.
"Aku ingin jika suatu saat nanti jika kak Edward menikah dengan wanita yang kak Edward cintai dan mempunyai anak kembar. Perlakukan anak kembar secara adil dan jangan pilih kasih karena anak itu akan sedih jika diperlakukan berbeda,'' sambung Alona.
Tes
Tes
Tes
Alona yang tidak bisa menahan air matanya akhirnya keluar juga membuat Edward merasakan dadanya basah. Edward mengangkat dagu Alona agar menatap dirinya.
"Apakah kamu mempunyai saudara kembar dan kamu diperlakukan tidak adil?" tanya Edward sambil menghapus air mata Alona.
Alona hanya menggelengkan kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
("Maaf aku tidak bisa berkata jujur karena bagaimanapun Alena adalah adik kandungku dan aku tidak ingin ke dua orang tuaku semakin membenciku jika aku mengatakan sejujurnya ke kak Edward karena kak Edward akan menghukum Alena," ucap Alona dalam hati).
"Kalau bukan kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Edward penasaran.
Alona hanya diam saja sambil memejamkan matanya membuat Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Alona,'' panggil Edward.
Hening
Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya mendengar suara dengkuran halus dari mulut Alona.
"Alona aku sebenarnya mulai menyukaimu dan hanya dengan dirimu aku melakukan hubungan suami istri. Tidak ada wanita lain yang aku sukai hanya dirimu, maaf aku tidak bisa merangkai kata-kata yang indah karena aku bukan pria romantis," ucap Edward.
Setelah mengatakan hal itu Edward memejamkan matanya dan tidak berapa lama Edward tidur dengan pulas sambil masih memeluk Alona.
xxxxxxx
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kondisi Alona makin membaik. Hubungan Alona dan Edward juga membaik karena Alona menjadi istri penurut dan tidak pernah membantah apa yang dikatakan oleh suaminya.
"Sayang," panggil Edward sambil menuruni anak tangga menuju ke arah dapur.
"Sayang?" tanya ulang Alona yang baru selesai memasak karena hari ini Edward libur kerja.
"Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggil dirimu dengan sebutan sayang dan kamu jangan panggil aku kak Edward," ucap Edward.
__ADS_1
"Aku memanggilnya dengan sebutan apa?" tanya Alona sambil membalikkan badannya menatap wajah tampan suaminya.
"Apa saja tapi jangan kak Edward," jawab Edward sambil berjalan ke arah Alona.
"Kalau aku panggil Darling, apakah suka?" tanya Alona.
"Darling, boleh juga," jawab Edward.
Grep
"Masak apa sayang?" tanya Edward sambil memeluk istrinya.
"Masakan kesukaan suamiku yang sangat tampan," ucap Alona sambil membalas pelukan suaminya.
"Lihatlah perutku tambah gendut sejak kamu memasak," ucap Edward sambil memperlihatkan perutnya yang mulai membuncit.
Selama dua hari Alona memasak walau perutnya masih terasa perih Alona memaksakan dirinya untuk memasak kesukaan suaminya.
Alona tahu kesukaan suaminya ketika ke dua mertuanya datang untuk menjenguk dirinya. Alona bertanya dengan Delisa Ibu mertuanya apa kesukaan suaminya dan apa yang tidak disukainya.
Alona baru mengetahui kalau Edward ternyata suka memilih makanan dan tidak semua makanan yang di sukai nya karena itu lah makanan Edward tidak teratur namun fisiknya yang kuat membuat Edward jarang sakit namun jika sakit bisa seminggu lebih baru sembuh.
"Pffftttt... Hahahaha...." tawa pecah Alona.
"Kamu berani ya menertawakan suamimu," ucap Edward sambil menggelitik perut Alona.
"Ampun ... Aku janji tidak ketawa lagi," ucap Alona yang masih berlari memutari meja makan.
"Tidak, kamu harus mendapatkan hukuman," jawab Edward sambil masih mengejar Alona.
"Hosh .... Hosh ..."
Grep
"Kena," ucap Edward sambil memeluk istrinya dari arah belakang yang sedang mengatur nafas.
"Darling, jangan di kelitik kin karena aku tidak tahan," mohon Alona sambil masih mengatur nafasnya.
"Baik, hukumannya aku ganti," ucap Edward sambil memainkan dua gunung kembar milik Alona.
"Darling, aku belum mandi dan belum makan perutku sangat lapar. Nanti saja ya habis makan kita olah raga di ranjang," pinta Alona yang merasakan bokongnya mengganjal.
"Olah raga di ranjang?" tanya ulang Edward.
__ADS_1
"Iya olahraga di ranjang melakukan hubungan suami istri," jawab Alona.
"Dari mana kamu dapat istilah itu?" tanya Edward.
"Dari Mbah google," jawab Alona sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian menatap wajah tampan suaminya.
Edward tersenyum sambil mengusap kepala Alona dengan lembut.
("***Aku akan memberikan kenangan indah yang tidak pernah kak Edward lupakan seumur hidup kak Edward karena jika saatnya tiba aku akan pergi dari kehidupan kak Edward," ucap Alona dalam hati sambil membalas senyuman suaminya).
("Karena aku merasa kebahagiaan yang aku rasakan saat ini hanya sementara saja." sambung Alona dalam hati***).
"Baiklah, kalau gitu kita mandi bersama terus makan bersama setelah itu melakukan olah raga bersama," ucap Edward.
"Aku baru tahu kalau suamiku ternyata mesum juga," ucap Alona sambil tersenyum.
Edward membalas senyuman istrinya tanpa mengetahui kalau senyuman Alona adalah senyuman kesedihan karena sebentar lagi ada badai yang menerjang rumah tangganya.
Grep
"Mesum sama istri boleh dong," ucap Edward sambil memeluk Alona dari arah samping.
"Boleh, tidak ada yang melarang," ucap Alona sambil membalas pelukan suaminya.
"Oh ya darling, selama kita menikah aku belum menjenguk nenek. Bolehkah aku menjenguk nenek ku?" tanya Alona.
"Boleh nanti aku temani," jawab Edward.
"Ok," jawab Alona singkat.
Mereka pun berjalan ke arah kamar mereka karena sejak dua hari yang lalu Edward memintanya untuk tidur satu kamar dan Alona tidak menolaknya karena Alona ingin memberikan kenangan yang indah untuk suaminya dengan cara melakukan apapun yang di minta oleh suaminya tanpa membantahnya sedikitpun.
Alona baru mengetahui dari Ibunya Edward kalau Edward tidak suka di bantah karena itulah Alona selalu mengalah dan menuruti semua permintaan Edward tanpa banyak protes.
Tanpa disadari oleh Edward kalau Edward tidak bisa jauh dari Alona selain itu Edward belum menyadari akan perasaannya kalau Edward sangat mencintai Alona. Edward akan menyadari perasaannya ketika Alona sudah pergi jauh.
ceklek
Edward membuka pintu kamarnya kemudian Alona berjalan masuk ke dalam kamar mereka dengan diikuti oleh Edward.
Grep
"Sayang, sekarang DP dulu ya nanti setelah makan bayar sisanya," ucap Edward sambil memeluk Alona dari arah belakang.
__ADS_1
"Seperti beli rumah atau tanah pakai DP," ucap Alona yang merasakan bokongnya ada yang mengganjal.
"Hehehehe... boleh ya?" tanya Edward sambil berbisik di telinga Alona dengan suara mulai berat.