
"Mau pergi Mom, kenapa?" tanya Edward.
"Adikmu Eden sangat menyukai Arsene jadi Mommy minta kamu bilang sama Arsene untuk menerima cintanya Eden," jawab Delisa tanpa punya rasa malu sedikitpun.
"Mommy, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Kalau Arsene tidak mencintai Eden jangan di paksa," ucap Edward sambil berjalan melewati Delisa.
"Tapi kan kamu sahabatnya," ucap Delisa.
"Walau sahabatnya tapi Edward tidak bisa ikut campur dalam hal cinta apalagi dalam pernikahan," jawab Edward dengan tegas sambil kembali melangkahkan ke dua kakinya menuju ke arah pintu utama.
"Edward, Mommy masih ingin bicara!" teriak Delisa.
"Maaf Mom, Edward sangat pusing," jawab Edward tanpa menghentikan langkahnya.
"CK ... Si*l .. tidak Delon ... tidak Edward sama saja," omel Delisa sambil membalikkan badannya meninggalkan mansion tersebut.
xxxxxxx
Kini Delisa sudah berada di mansion miliknya, mansion yang sangat sepi karena suami nya sudah resmi menceraikan dirinya. Sejak bercerai Delisa meminta Eden untuk tinggal bersamanya karena mansion yang sangat besar tersebut sangat sepi.
"Gara-gara Alona, aku tidak lagi bersama suamiku dan putraku sikapnya sangat dingin tidak seperti dulu,'' ucap Delisa yang masih menyalahkan Alona.
Tap
__ADS_1
Tap
"Mommy," panggil Eden sambil menuruni anak tangga.
"Sesuai dugaan Mommy kalau kakak kembarmu menolak untuk membantumu agar Arsene bersedia menerima cintamu," ucap Delisa yang tahu apa yang akan dikatakan oleh Eden.
"Bagaimana ini Mom, Eden sangat mencintai Kak Arsene tapi Kak Arsene selalu menolakku dan Kak Edward yang menjadi harapanku tidak bersedia membantuku," ucap Eden dengan wajah kecewa.
"Ya sudah lebih baik Mommy jodoh kan kamu dengan anak sahabat Mommy. Kamu makan Mommy jodohkan dengan sahabat Mommy?" tanya Delisa penuh harap.
"Tapi Eden sangat mencintai Arsene Mom," jawab Eden.
"Mau bagaimana lagi, Arsene tidak bersedia menerima cintamu," ucap Delisa.
"Ok," Mommy akan menghubungi sahabat Mommy," ucap Delisa sambil membuka tasnya untuk mengambil ponselnya.
Delisa menghubungi sahabat lamanya hingga lima belas menit kemudian sambungan komunikasi langsung terputus.
"Sahabat Mommy bilang setuju dan bulan depan mereka datang untuk melamar mu," ucap Delisa sambil tersenyum bahagia.
"Kok cepat Mom?" tanya Eden.
"Lebih cepat lebih baik," jawab Delisa.
__ADS_1
"Tapi Eden mencintai Arsene Mom," ucap Eden dengan wajah lesu.
"Sekarang gini aja sebelum satu bulan kamu dekati Arsene dan seminggu sebelum acara lamaran bilang sama Arsene kalau Arsene menolak maka kamu akan menikah dengan pria pilihan Mommy," ucap Delisa memberikan usul.
"Baik Mom," jawab Eden patuh.
"Sekarang Mommy mau istirahat karena badan Mommy sangat lelah," ucap Delisa sambil berjalan ke arah tangga.
"Baik Mom," jawab Eden.
Delisa berjalan menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamar nya yang sepi. Tanpa disadari oleh Delisa dan Eden kalau sebentar lagi Eden akan mengalami karmanya seperti yang terjadi pada Alona.
xxxxxxx
Di negara berbeda tepatnya di negara S, Daddy Nathan, Mommy Maya, Delon, Jimmy, Jessica, Lemos, Soraya, Sela, Presdir Axel, Seli dan Presdir Albert berkumpul di ruang keluarga bersama Katarina dan Mikael.
"Edward katanya mau ke sini jadi lebih baik Daddy, Delon, Jimmy, Lemos, Axel dan Albert tinggal sementara di hotel," ucap Mommy Maya.
"Memangnya kenapa Mom? Terus Edward ke sini mau ngapain?" tanya Daddy Nathan dengan wajah bingung.
"Edward ingin melihat ke tiga anak kembar teman Seli padahal Edward tidak tahu kalau ke tiga anak kembar tersebut adalah anak kandungnya jadi untuk sementara kita menyembunyikan diri dulu sampai Edward pulang ke negaranya," jawab Mommy Maya.
"Mommy juga tinggal sementara di hotel?" tanya Daddy Nathan yang tidak bisa pisah dengan istrinya.
__ADS_1