Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Mommy Baru


__ADS_3

"Delon akan berusaha membujuk ke dua anak Delon tapi jika tidak bisa Delon akan tetap memaksa karena Delon merasa nyaman bersama Joana." Ucap Delon dengan wajah serius.


"Mommy akan membantu mu untuk berbicara dengan Edward dan Eden." Ucap Mommy Maya.


"Daddy juga." sambung Daddy Nathan.


"Terima kasih Mom, Dad." Ucap Delon terharu karena baru kali ini orang tuanya menyukai pilihan Delon tidak seperti Delisa istri pertamanya orang tuanya terlihat jelas tidak menyukainya.


"Sama-sama dan sekarang istirahat lah nanti kita makan bersama." Ucap Mommy Maya.


"Baik Mom." Jawab Delon patuh.


Delon berjalan ke arah tangga hingga di depan tangga Delon naik satu demi satu menuju ke arah kamarnya sedangkan Mommy Maya dan Daddy Nathan hanya melihat punggung Delon hingga tidak terlihat.


"Semoga saja putra sulung kita berjodoh dengan Joana karena di antara ke lima anak kembar kita hanya Delon rumah tangganya kandas di tengah jalan." Ucap Mommy Maya.


"Benar kata Mommy, di keluarga besar Daddy hanya Delon yang bercerai sedangkan yang lainnya tidak ada." Ucap Daddy Nathan.


"Iya Dad, hanya Delon yang bercerai sedangkan yang lainnya paling berpisah setelah itu bersama kembali dan hidup bahagia." Ucap Mommy Maya dengan mata berkaca - kaca.


Daddy Nathan yang melihat wajah istrinya sedih membuat Daddy Nathan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Ada apa Mom?" Tanya Daddy Nathan.


"Delon mengikuti jejak Mommy, di mana Mommy bercerai dengan pria brengs*k." Jawab Mommy Maya yang tiba - tiba teringat masalalu sambil menggenggam tangan suaminya.


xxxxxxxxx


Cerita tentang Mommy Maya dan Delon dapat di baca di novel :


xxxxxxxxx


"Seandainya kita kenal lebih dulu mungkin nasib Delon tidak seperti ini." Sambung Mommy Maya.


"Ssttttt .... Sudah jangan di ingat lagi." Ucap Daddy Nathan


"Mommy." Panggil Daddy Nathan sambil memainkan dua gunung milik Mommy Maya.


"Aish... Dad, masih jam segini." Ucap Mommy Maya yang tahu apa yang diinginkan oleh suaminya.


"Tapi Daddy pengen." Ucap Daddy Nathan sambil melepaskan pelukannya kemudian menggendong istrinya ala bridal style.


'Maaf dengan begini Mommy tidak sedih lagi.' Sambung Delon dalam hati.


"Daddy." Ucap Mommy Maya sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


Daddy Nathan hanya tersenyum kemudian berjalan sambil menggendong istrinya menuju ke arah kamarnya yang berada di lantai satu.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di kamar Joana dan entah kenapa Delon ingin sekali melihat Joana.


Delon membuka perlahan pintu kamar Joana dan masuk ke dalam kamarnya. Delon melihat pintu balkon terbuka membuat Delon berjalan ke arah balkon.


Delon melihat Joana sedang memandang bunga - bunga di taman di mana ada kolam ikan sambil ke dua tangannya disandarkan ke pagar pembatas balkon.


grep


"Lagi mikirin apa?" Tanya Delon sambil memeluk Joana dari arah belakang.


"Melihat kolam ikan dan bunga." Jawab Joana berbohong sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang Delon.


"Benar melihat kolam ikan dan bunga? Soalnya Kakak datang kamu tidak tahu." Ucap Delon.


"Sebenarnya Aku menunggu Kak Delon datang." Jawab Joana jujur sambil melepaskan pelukan Delon kemudian membalikkan badannya.


Grep


"Kenapa menunggu Kakak?" Tanya Delon sambil kembali memeluk tubuh Joana tapi kini dari arah depan.


"Aku ingin melakukan lagi seperti di apartemen Kak Delon tapi tidak dimasukkan karena aku takut sakit." Ucap Joana jujur sambil membalas pelukan Delon.


Tanpa disadari Joana kalau Joana sudah mulai kecanduan karena dirinya benar - benar merasa melayang ketika mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


"Yang mana ya?" Tanya Delon pura-pura tidak tahu.


Delon jujur sangat terkejut dengan ucapan Joana tapi secara bersamaan dirinya sangat senang karena sejujurnya dirinya juga mulai kecanduan dengan tubuh Joana.


"Lupakan saja apa yang barusan Aku katakan." Ucap Joana sambil melepaskan pelukan Delon.


Whushh


Tanpa menjawab Delon menggendong tubuh Joana ala bridal style menuju ke arah ranjang membuat Joana mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Delon.


"Apa yang Kakak lakukan?" Tanya Joana dengan wajah terkejut.


"Melakukan seperti yang kita lakukan di apartemen karena Kakak juga ingin melakukannya lagi bersamamu. Kakak janji tidak masukin kecuali kamu meminta." Bisik Delon sambil meletakkan perlahan tubuh Joana di atas ranjang.


Delon dan Joana saling berciuman sambil tangan Delon memainkan salah satu gunung milik Joana. Namun ketika Delon menarik resleting milik Joana bersamaan terdengar suiara pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.


Tok Tok Tok


"Daddy ..." Panggil Edward.


Joana dan Delon langsung menghentikan ciuman kemudian mendorong tubuh Delon. Sedangkan Delon memejamkan matanya sambil menahan kesal terhadap putra sulungnya yang bernama Edward.

__ADS_1


"Si*l." Umpat Delon dengan wajah kesal pada Edward karena telah mengganggu kesenangannya.


Joana hanya tersenyum sambil berlari ke arah kamar mandi sedangkan Delon turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


Tok Tok Tok


"Daddy." Panggil ulang Edward.


"Ya ... Sebentar." Ucap Delon.


Delon masih berjalan ke arah pintu kamarnya kemudian membuka pintunya sambil menatap tajam ke arah Edward.


"Ada apa?" Tanya Delon dengan nada ketus sambil menghalangi Edward agar tidak masuk ke dalam kamar.


"Daddy, kenapa nada bicara nya ketus?" Tanya Edward dengan wajah bingung.


"Kita bicara di bawah saja." Ucap Delon yang tidak menjawab pertanyaan putra sulungnya.


"Baik Dad." Jawab Edward patuh sambil menyingkirkan tubuhnya ke arah samping.


Tanpa sengaja Edward melirik sekilas tombak sakti milik Delon menggembung dan terasa sesak membuat Edward menaikkan salah satu alis matanya.


"Kenapa adik kecil Daddy berdiri dengan tegak? Apa Daddy main bersama calon Mommy baru atau sama wanita lain? Atau main solo?" Tanya Edward kepo sambil mengintip ke arah kamar Delon yang dihalangi tubuh Delon.


Pletak


"Aduh sakit Dad." Ucap Edward sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh Delon.


"Kamu bicara sembarangan, ayo kita bicara di bawah." Ucap Delon sambil menutup pintu kamar Joana dengan rapat.


'Memang benar Daddy mau main bersama wanita lain yang akan menjadi Mommy barumu tapi sayangnya kamu ganggu.' sambung Delon dalam hati.


'Aku merasa Daddy bersama wanita lain, apa jangan - jangan anak angkat Oma dan Opa?' Tanya Edward dalam hati.


Delon mengajak Edward bicara di bawah atau ruang keluarga agar Joana tidak berada di kamar mandi terus karena menunggu Edward pergi.


Mereka berjalan ke arah tangga dan menuruni satu demi satu menuju ke ruang keluarga. Tanpa sepengetahuan mereka kalau Joana mendengarkan percakapan Delon dan Edward.


"Aduh Joana, kenapa kamu jadi wanita mura**n? Kamu lihat sendiri Kak Delon tidak mengakui dirimu dan menyuruh anaknya untuk keluar. Lain kali kamu jangan terlena dan menyerahkan dirimu sama Kak Delon ataupun pria lain." Ucap Joana memarahi dirinya sendiri.


Joana berbaring di ranjang sambil memikirkan apa yang terjadi hingga beberapa saat Joana mulai mengantuk. Joana memejamkan matanya dan tidak berapa lama Joana tertidur dengan pulas.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Delon kini duduk di sofa berhadapan dengan Edward yang hanya di batasi oleh meja.


"Ada apa?" tanya Delon tanpa basa basi.


"Ingin mengobrol sama Daddy, apakah tidak boleh?" Tanya Edward balik bertanya.


"Boleh saja. Oh ya jika Daddy menikah lagi apakah kamu setuju?" tanya Delon karena dirinya ingin secepatnya menikah dengan Joana agar dirinya bisa merasakan tubuh Joana jadi tidak perlu lagi menahannya.


"Tahu dari mana?" Tanya Delon balik bertanya.


"Dari sikap Daddy, adik kecil Daddy yang berdiri dengan tegak dan ada tanda kepemilikan di leher Daddy. Apakah Daddy sudah melakukan hubungan suami istri?" Tanya Edward penasaran.


"Belum." Jawab Delon.


"Kenapa belum?" Tanya Edward penasaran.


"Kamu datang mengganggu makanya tidak jadi." Jawab Delon keceplosan.


"Ish ... Ish .... Untung Edward datang." Ucap Edward sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Oh ya, apakah kamu setuju jika Daddy menikah lagi?" tanya Delon mengalihkan pembicaraan dan tidak menjawab ucapan Edward.


"Edward tidak melarang Daddy untuk menikah lagi hanya pesan Edward wanita itu adalah wanita terakhir yang Daddy nikahi dan sangat sayang sama Daddy apa adanya." Jawab Edward.


Delon turun dari sofa dan berjalan ke arah putra sulungnya kemudian duduk di sebelahnya.


pluk


"Terima kasih sudah mengijinkan Daddy untuk menikah lagi. Percayalah dia adalah wanita terakhir yang akan Daddy nikahi." ucap Delon sambil menepuk bahu Edward dengan pelan.


"Sama-sama Dad, apakah wanita itu tahu kalau Daddy duda dan mempunyai dua anak kembar yang sudah besar bahkan sudah menikah dan mempunyai anak?" tanya Edward penasaran.


"Sudah tahu dan Joana tidak mempermasalahkan hal itu." Jawab Delon.


"Oh nama calon Ibu Tiriku Joana." Ucap Edward.


Delon hanya tersenyum membuat Edward terkejut sekaligus bahagia karena selama ini Delon jarang tersenyum.


Terlebih dirinya sudah tahu kalau hubungan ke dua orang tuanya renggang dan jarang berkomunikasi. Edward sudah mulai mengetahuinya ketika dirinya berumur delapan tahun di mana Edward bisa melihat ke dua orang tuanya tidur di kamar terpisah.


Edward saat itu hanya diam hingga di usia sepuluh tahun dirinya baru mengetahui kalau selama ini sifat Mommy nya yang bernama Delisa yang sangat egois dan sering menghabiskan uang terlebih tidak ada waktu untuk keluarga terutama ke dua anak kembarnya membuat Delon marah dengan cara tidur terpisah.


Selama ini dirinya tidak pernah melihat Delon tersenyum bahagia. Sifatnya yang pendiam dan tertutup membuat Edward menyadari kalau Delon sangat tersiksa menikah dengan Delisa.


Hanya demi ke dua anak kembarnya membuat Delon bertahan. Kini dirinya sangat bahagia melihat senyum kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah Delon.


"Kapan rencana Daddy menikah dengan Mommy Joana?" Tanya Edward yang sudah merubah nama panggilan Ibu Tirinya.


"Mommy Joana?" Tanya ulang Delon sambil menaikkan salah satu alis matanya.


"Kalau Daddy menikah maka Edward akan memanggilnya dengan sebutan Mommy Joana sedangkan orang luar akan memanggilnya dengan sebutan Nyonya Delon." Jawab Edward.

__ADS_1


"Bagus, Daddy suka itu ... Mommy Joana." Ucap Delon dengan menjeda kalimatnya sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau lusa menikah?" tanya Mommy Maya yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka diikuti oleh Daddy Nathan.


"Secepat itukah Oma?" Tanya Edward dengan wajah terkejut.


"Lebih cepat lebih baik karena Daddy mu tidak bisa menahan untuk tidak melakukan hubungan suami istri." Jawab Mommy Maya sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Hehehehe..."


Delon hanya tertawa terkekeh - kekeh sedangkan Daddy Nathan dan Edward hanya menggelengkan kepalanya melihat Delon tertawa.


"Perasaan dulu Mommy dan Daddy tidur di kamar terpisah sampai Edward pikir apakah Daddy ada wanita lain atau sudah berubah haluan." Goda Edward.


Pletak


"Daddy sakit." Ucap Edward dengan nada kesal sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh Delon namun dalam hatinya sangat bahagia karena melihat wajah Delon yang ceria.


"Biarin, salah siapa kamu meledak Daddy." Jawab Delon cuek.


"Sudah-sudah. Delon besok pagi kamu dan Joana datang ke rumah orang tua Joana kalau besok siang keluarga besar Kita akan melamar Joana dan lusanya menikah." Ucap Daddy Nathan karena dirinya melihat kalau Edward ingin mengatakan sesuatu.


"Buat apa datang ke sana?" Tanya Delon yang tidak menyukai orang tua Joana karena Delon masih kesal ketika melihat Joana berjalan kaki karena semuanya di minta oleh Ibunya.


Tanpa menjawab Daddy Nathan berjalan ke arah Delon sedangkan Delon tanpa curiga hanya diam hingga tiba-tiba Daddy Nathan menjitak kepala Delon.


Pletak


"Aduh, kenapa Daddy menjitak kepala Delon?" Tanya Delon dengan nada protes sambil mengusap kepalanya karena Daddy Nathan menjitak kepalanya dan lumayan kencang.


"Habis, kamu jadi anak nyebelin banget." Jawab Daddy Nathan sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Mommy, Daddy galak." Adu Delon sambil berjalan ke arah mommy Maya.


Grep


"Kalau mau meluk, meluk Joana jangan memeluk Mommy karena Mommy milik Daddy." ucap Daddy Nathan sambil memeluk istrinya secara posesif agar Delon tidak memeluk istrinya.


"Daddy, Delon ... Bisakah sehari tidak bertengkar?" Tanya Mommy Maya dengan nada kesal.


Sedangkan Edward yang sejak tadi melihat Delon dan Opanya yang bernama Daddy Nathan hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan senyum.


'Aku tidak pernah melihat Daddy tersenyum dan bertingkah seperti anak kecil. Waktu Daddy menikah dengan Mommy, Daddy selalu diam dan irit bicara. Semoga saja Mommy Joana benar-benar tulus mencintai Daddy agar Daddy bisa hidup bahagia di masa tuanya.' Ucap Edward dalam hati penuh harap.


"Di sini ada Edward, apakah Daddy dan Delon tidak malu?" Tanya Mommy Maya sambil matanya mendelik tajam.


"Maaf Mom, ini gara-gara Delon jadi Daddy seperti ini." Jawab Daddy Nathan.


"Daddy yang salah Mom." Ucap Delon yang tidak mau disalahkan.


"Sudah-sudah, dua - duanya salah." Ucap Mommy Maya sambil menatap tajam ke arah Daddy Nathan dan Delon secara bergantian.


Daddy Nathan dan Delon hanya menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang dimarahin sama emaknya. Daddy Nathan dan Delon galak dan dingin sama orang lain tapi jika bersama Mommy Maya mereka langsung menciut padahal mereka ketua mafia.


"Delon, besok kamu ke rumah orang tua Joana untuk meminta ijin kalau lusa kalian akan menikah." Ucap Mommy Maya.


"Tapi Mom ..." Ucapan Delon terpotong oleh Mommy Maya.


"Delon, Mommy tahu kita tidak menyukai ke dua orang tuanya tapi walau bagaimana pun mereka adalah orang tua Joana jadi sudah sepantasnya kamu datang ke sana sekalian minta ijin ke mereka." Ucap Mommy Maya dengan nada tegas.


"Baik Mom." Jawab Delon dengan patuh.


"Kamu kan juga mempunyai seorang putri dan tentunya tahu jika seorang pria ingin menikahi putrimu tentunya meminta ijin terlebih dahulu ke orang tuanya." Ucap Mommy Maya menasehati Delon.


"Iya Mom." Jawab Delon.


"Mengenai acara lamaran biar semua yang di atur sama Mommy dan Daddy. Keempat adik kembarmu akan Mommy hubungi untuk datang ke acara lamaranmu bersama keluarganya." Ucap Mommy Maya.


"Terima kasih banyak Mom, Dad." Ucap Delon sambil tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya menyetujui Delon untuk menikah lagi.


"Sama-sama, Mommy dan Daddy hanya berharap agar pernikahanmu ini adalah untuk yang terakhir kalinya." Ucap Mommy Maya.


"Amin. Mom." Jawab Delon.


"Kalau begitu Mommy dan Daddy pergi dulu untuk menemui opamu." Ucap Mommy Maya.


"Hati-hati Mom, Dad." Ucap Delon sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya saling bergantian dan dilanjutkan oleh Edward.


"Hati-hati Oma, Opa." Ucap Edward bersamaan.


"Ok." Jawab Mommy Maya dan Daddy Nathan bersamaan.


"Daddy, kualat sama Edward." Celetuk Edward ketika melihat Mommy Maya dan Daddy Nathan sudah pergi.


"Kualat sama kamu? Kualat kenapa?" Tanya Delon dengan wajah bingung.


"Tadi Daddy menjitak kepala Edward dan di balas oleh Opa lebih kencang lagi." Jawab Edward sambil tersenyum menyeringai.


"Senyummu jelek, sudah sana pulang!" Usir Delon sambil turun dari sofa kemudian berjalan meninggalkan Edward sendirian.


"Daddy Mau kemana? Mau ketemu Mommy Joana ya?" Tanya Edward kepo sambil ikut turun dari sofa dan mengikuti langkah Delon.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1



__ADS_2