Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Joana


__ADS_3

Delon melanjutkan langkahnya menuju ke toilet sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan. Gadis yang tadi di tabrak oleh Delon berjalan ke arah ruang perawatan di mana adik dari Ayahnya atau di sebut Tante dari gadis itu di rawat di rumah sakit.


Ceklek


Gadis tersebut membuka pintu ruang perawatan dan melihat Tante nya masih berbaring di ranjang seorang diri tanpa di temani oleh suaminya.


"Tante, bagaimana keadaannya?" tanya gadis cantik tersebut.


"Seperti yang kamu lihat," jawab Tantenya dengan wajah sendu.


"Tante, kenapa sih tidak bercerai saja dengan suami yang suka selingkuh dan ringan tangan?" tanya gadis tersebut penuh harap.


Gadis cantik tersebut sangat dendam sekaligus menahan amarahnya jika melihat Pamannya sering memukuli Tantenya dan bukan itu saja Pamannya dengan sengaja membawa wanita selingkuhannya di rumah Tantenya.


"Apa kata orang-orang jika Tante bercerai dengan suami Tante? Belum lagi sebutan janda terasa tidak enak di telinga Tante dan jika ada pria yang mendekati Tante orang akan menyebutnya Janda gat*l di tambah para Ibu-ibu pasti selalu mencurigai Tante karena takut merebut suaminya," jawab Tantenya dengan wajah sedih.


'Aduh Tante, siapa sih pria yang mau sama Tante? Apalagi para Ibu-ibu mana mungkin mencurigai Tante yang doyan makan dan memiliki badan seperti gajah bengkak.' Ucap gadis cantik tersebut sambil membayangkan Tantenya yang sangat gendut sedang makan besar.


"Buat apa memikirkan kata orang? Orang hanya bisa melihat dari luarnya kalau Paman baik dan selalu tersenyum sama orang lain. Tapi di hatinya sangat busuk karena sering menyiksa Tante selain itu sering membawa wanita lain ke rumah. Apakah hati Tante tidak sakit menerima perlakuan laki-laki yang tidak punya hati itu?" tanya gadis cantik itu.


"Mengenai sebutan janda terasa tidak enak di telinga Tante dan jika ada pria yang mendekati Tante orang akan menyebutnya Janda gat*l di tambah para Ibu-ibu pasti selalu mencurigai Tante karena takut merebut suaminya. Buat apa Tante memikirkan perkataan mereka, apakah Tante minta makan sama mereka?" tanya gadis cantik tersebut berusaha menasehati Tantenya.


'Apalagi siapa yang mau mendekati Tante? Tante gendut dan doyan makan yang ada para pria yang mendekati Tante bangkrut.' Sambung gadis cantik tersebut dalam hati yang tidak mungkin mengatakannya dengan jujur.


Wanita tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Apa yang dikatakan oleh ponakannya benar adanya tapi dirinya masih takut apakah bisa hidup karena selama ini dirinya tidak berkerja hanya Ibu rumah tangga.


"Tante, Joana yakin suatu saat nanti Tante pasti akan dipertemukan dengan pria yang lebih baik dari Paman. Paman tidak pantas untuk dipertahankan," ucap Joana.


"Tapi ..." Ucapan Tantenya terpotong oleh Joana.


"Wajah dan tubuh Tante banyak yang lebam akibat ulah Paman, jadi Joana mohon pisah lah sama Paman karena Paman tidak pantas mendapatkan wanita yang sebaik Tante." Ucap Joana.


"Tapi jika Tante bercerai, apakah Tante bisa hidup? Sedangkan kamu tahu sendiri kalau Tante tidak berkerja?" ucap Tantenya dengan wajah sendu.


"Bukankah Tante sangat pintar jadi sangat mudah untuk mencari pekerjaan dan siapa tahu di tempat pekerjaan baru Tante dipertemukan jodohnya di mana pria itu sangat tulus mencintai Tante." ucap Joana berusaha menasehati Tantenya agar mau bercerai dengan suaminya yang sering menyiksa dan tukang selingkuh.


"Tante trauma untuk menjalin hubungan baru terlebih Tante sudah janda siapa yang mau dengan Tante." ucap Tantenya dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Walau Tante nanti jadi janda tapikan janda cantik," jawab Joana.


'Pakai sedotan.' Sambung Joana dalam hati karena dirinya tidak mungkin mengatakan hal itu.


"Cantik dari mana?" tanya Tantenya sambil tersenyum malu.


"Sebelum mencari pekerjaan Tante harus melakukan perawatan terlebih dahulu kemudian setelah Tante mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan gaji, Tante bisa setiap bulannya shopping dan merawat tubuh Tante. Pasti banyak pria yang menyukai Tante," jawab Joana menjelaskan ke Tantenya.


"Atau Tante kan bisa bekerja di perusahaan milik keluarga besar Kita." Sambung Joana.


"Memang mudah mengatakan hal itu Joana tapi asal kamu tahu Tante mandul dan hanya suami Tante yang mau menerima wanita mandul seperti Tante," ucap Tantenya yang mengatakan selama ini dipendamnya dari keluarga besarnya.


"Suami Tante tidak pernah mengatakan ke keluarga besar kita kalau Tante itu mandul karena tidak ingin membuat Tante sedih," sambung Tantenya.


"Kalau memang tidak ingin membuat Tante sedih, lalu ini apa Tante?" Tanya Joana sambil menunjuk lebam - lebam pada tubuh Tantenya.


"Ketika Joana datang ke rumah Tante, Joana tanpa sengaja melihat Paman membawa wanita lain dan melakukan hubungan suami istri di depan mata Tante hingga Tante marah di depan wanita itu tapi yang ada Paman memukul Tante." ucap Joana.


'Otak Tanteku terbuat dari apa sih? Di kasih tahu susah banget. Sudah jelas-jelas suaminya sangat jahat masih saja mau bertahan.' Sambung Joana dalam hati sambil menahan kesal terhadap Tantenya yang susah untuk dinasehati.


"Kejadian ini tidak hanya sekali yang Joana lihat tapi berkali-kali ketika Joana main ke rumah Tante. Tante, Joana mohon ceraikan Paman dan memulai hidup baru tanpa ada kesedihan dan siksaan dari Paman." Ucap Joana.


Tantenya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik ponakannya yang sangat perduli padanya.


"Baiklah Tante akan menceraikan Paman," jawab Tantenya dengan pasrah.


"Awalnya memang berat Tante tapi seiring berjalannya waktu Tante bisa melupakan dan menemukan kebahagiaan." ucap Joana sambil mengusap bahu Tantenya dengan perlahan.


"Tante bersyukur mempunyai ponakan sepertimu yang perduli sama Tante sedangkan ponakan yang lainnya tidak pernah perduli karena mereka semua sibuk dengan dirinya masing-masing." ucap Tantenya merasa terharu dengan kebaikan Joana yang perduli padanya.


"Karena Joana sangat sayang dan perduli sama Tante," jawab Joana sambil tersenyum.


"Oh ya kamu sudah lulus kuliah, apa kamu ada rencana mau berkerja di perusahaan milik keluarga besar kita?" tanya Tantenya mengalihkan pembicaraan.


"Tidak Tante, Joana besok melamar di perusahaan Alexander Company Internasional," jawab Joana.


"Kenapa tidak milik keluarga besar kita?" tanya Tantenya dengan wajah terkejut.

__ADS_1


Pasalnya semua ponakannya dan juga anggota keluarga besarnya lebih suka bekerja di perusahaan milik keluarga karena tidak mau bekerja di perusahaan lain begitupula dengan suaminya.


"Joana ingin mencari pengalaman di perusahaan lain," jawab Joana beralasan.


Ceklek


Ketika Tantenya membuka mulutnya bersamaan pintu ruang perawatan di buka membuat Tantenya tidak jadi berbicara. Joana dan Tantenya memalingkan wajahnya ke arah pintu ruang perawatan.


"Mommy, Daddy," panggil Joana ketika melihat Ayahnya membuka pintu kamar perawatan dengan lebar kemudian Ibunya masuk ke dalam kamar perawatan dan diikuti oleh suaminya.


"Joana sayang sudah lama di sini?" tanya Ibunya dengan nada lembut.


"Lumayan Mom," jawab Joana sambil mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.


"Kak Alex," panggil adiknya.


"Joana keluar!" perintah Alex dengan nada dingin dan wajah datar tanpa menjawab sapaan adik kandungnya.


"Baik Dad," jawab Joana dengan patuh.


Joana berjalan ke arah pintu ruang perawatan bersamaan Alex mengeluarkan suaranya.


"Apakah yang melakukan ini semua adalah pria brengs*k itu?" tanya Alex sambil menatap tajam ke arah adik kandungnya.


"Tidak kak," jawab adiknya berbohong.


"Kamu jangan berbohong atau pun menutupi pria brengs*k itu karena Kakak sudah tahu semuanya," jawab Alex dengan nada masih dingin sambil menatap wajah adiknya dengan tatapan tajam.


Joana yang mendengar percakapan ayah kandungnya yang bernama Alex dengan adik kandungnya atau Tantenya Joana membuat Joana tidak berani mendengarkan percakapan mereka karena Joana tahu pasti dirinya akan kena imbasnya.


Joana langsung membuka pintu ruang perawatan dan langsung keluar dari ruang perawatan kemudian menutupnya dengan rapat agar orang lain tidak mendengar percakapan Kakak beradik tersebut.


'Lebih baik aku ke kantin.' ucap Joana dalam hati.


Joana melangkahkan kakinya ke arah kantin hingga di lorong yang sepi Joana melihat Delon sedang berjalan ke arah dirinya bersamaan ada seorang pria yang memanggil dirinya.


"Joana." panggil pria tersebut.

__ADS_1


Joana sangat familiar dengan suara laki-laki tersebut membuat Joana membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah laki-laki tersebut yang menatapnya sambil tersenyum mesum.


"Ada apa?" tanya Joana dengan nada ketus.


__ADS_2