Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Bercerai


__ADS_3

Malam menjelang pagi Edward membuka matanya ketika mendengar suara pintu ruang perawatan di buka. Edward melihat Delon sedang berjalan bersama seorang pria dan Edward tahu siapa pria tersebut.


"Daddy dengar kamu terluka, bagaimana keadaanmu?" tanya Delon.


"Seperti yang Daddy lihat, Daddy tahu dari mana?" tanya Edward.


"Dari Eden," jawab Edward.


Ceklek


Pintu ruang perawatan di buka membuat Delon, Edward dan pria tersebut memalingkan wajahnya ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Seorang perawat datang sambil membawa baskom, waslap serta handuk dan Edward tahu kalau perawat tersebut akan membasuh tubuhnya.


"Tinggalkan di meja," ucap Edward dengan nada dingin.


"Maaf Tuan, saya ingin membasuh tubuh Tuan," ucap perawat tersebut penuh harap dan menolak permintaan Edward.


"Tinggalkan di meja," ucap Edward mengulangi perkataannya dengan nada dingin sambil menatap tajam ke arah perawat tersebut.


"Baik tuan," jawab perawat tersebut dengan wajah ketakutan sambil meletakkan baskom, waslap dan handuk.


Perawat tersebut pergi meninggalkan ruang perawatan dengan perasaan kecewa sekaligus takut secara bersamaan.


"Daddy, bisakah menlap tubuhku?" tanya Edward.

__ADS_1


"Tentu saja bisa," jawab Delon sambil melepaskan kancing jasnya.


"Kalau begitu saya langsung ke ruang perawatan Nyonya Delisa," ucap pria tersebut.


"Ok," jawab Delon singkat sambil melepaskan jasnya kemudian meletakkan di kursi dekat ranjang Edward.


Pria tersebut berpamitan dengan Delon dan Edward kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan tersebut.


"Edward, kenapa kamu berada di ruang perawatan kelas dua?" tanya Delon.


"Daddy dan Mommy sebentar lagi akan berpisah jadi mau tidak mau mulai sekarang kami pindah ke kelas dua dan tidak lagi di kelas ruang perawatan. Selain itu Edward akan mencari pekerjaan baru karena Edward tidak pantas menduduki perusahaan milik keluarga besar Alexander," jawab Edward.


"Walau kami berpisah tapi kalian tetap menikmati fasilitas dari keluarga besar Alexander karena kalian masih bagian dari keluarga besar Alexander," ucap Delon sambil membersihkan tubuh Edward dengan menggunakan waslap.


"Tapi Dad, Edward merasa tidak pantas mendapatkan itu," ucap Edward.


Ketika Delon ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba pintu ruang perawatan Edward di buka membuat Delon dan Edward menatap ke arah pintu.


Daddy Nathan, Jimmy, Delon, Presdir Axel dan Presdir Axel berjalan ke arah mereka membuat Delon dan Edward sangat terkejut akan kedatangan mereka.


"Daddy dan adik-adik ku," panggil Delon sambil meletakkan waslap yang dipegangnya di baskom.


"Maaf, Daddy baru datang bersama ke empat adikmu," ucap Daddy Nathan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Dad, jawab Delon sambil mengecup punggung tangan Daddy Nathan.


Bagaimana Delon, apakah masih sakit?" tanya Daddy Nathan.


"Masih Opa, jawab Edward.


"Ini ada titipan dari Tante Katarina untuk Edward," ucap Lemos sambil memberikan botol obat ke Delon.


"Terima kasih Paman, Tante Katarina kemana Paman?" tanya Edward.


"Tinggal di luar negri ikut suaminya mengurus perusahaan," jawab Lemos.


"Berarti obat ini di kirim lewat paket?" tanya Edward.


"Benar sekali," jawab Lemos sambil mengambil waslap kemudian melanjutkan pekerjaan Delon untuk menlap tubuh Edward.


"Jadi merepotkan Paman," ucap Edward tidak enak hati.


"Tidak apa-apa santai saja," jawab Lemos.


"Delon pergilah ke kamar Delisa sepertinya Delisa sedang berdebat dengan pengacara keluarga, ucap Daddy Nathan yang tahu kalau Delon ingin menceraikan istrinya.


"Baik Dad, Delon pergi ke sana dulu," ucap Delon.

__ADS_1


Delon pergi meninggalkan ruang perawatan menuju ke ruang perawatan sedangkan Edward yang mendengar ucapan Daddy Nathan seakan mendukung orang tuanya bercerai.


"Opa tahu kalau kamu sedih dengan perceraian orang tua mu dan Opa juga tahu kalau dalam hatimu pasti bertanya kenapa Opa mendukung ke dua orang tua kalian bercerai, benar bukan?" tanya Daddy Nathan yang tahu kesedihan Edward.


__ADS_2