
"Tolong di angkat Tante sekalian tolong di loud speaker," pinta Alona.
"Ok," jawab Seli singkat.
Seli menggeser tombol berwarna hijau kemudian menekan tombol loud speaker agar orang yang berada di ruangan tersebut mendengar suara Edward.
("Hallo Tante Seli," sapa Edward).
("Ada apa Edward? Kok tumben telepon Tante?" tanya Seli).
("Edward tadi ke mansion Tante tapi kata penjaga mansion kalau Tante Seli dan Paman Albert pergi ke luar negri terus Edward pergi ke mansion Tante Jessica, Tante Soraya dan Tante Sela juga pergi ke luar negri. Apakah Tante Jessica, Tante Soraya, Tante Sela dan Tante Seli pergi di negara yang sama bersama keluarga?" tanya Edward penasaran).
("Iya kami pergi ke luar negri," jawab Seli).
("Kok Edward tidak di ajak Tante?" tanya Edward yang merasa kesepian sejak di tinggal istrinya).
("Oooweeee.... Oooweeee.... Oooweeee.... ).
("Lho kok ada suara bayi?" tanya Edward dengan nada terkejut).
Entah kenapa jantungnya berdetak kencang ketika mendengar suara bayi menangis.
("Iya kami pergi ke rumah teman," jawab Seli berbohong).
("Oooweeee.... Oooweeee.... Oooweeee.... ).
__ADS_1
("Sepertinya bayinya kembar," ucap Edward).
("Iya kembar tiga," jawab Seli).
Jessica, Soraya dan Sela memberikan dot yang berisi susu formula namun ke tiga bayinya tidak mau minum malah menangis semakin kencang seakan ingin mendengar ayahnya menyapa mereka.
Deg
Jantung Edward berdetak kencang kembali bukan karena jatuh cinta dirinya merasa terpukul dan teramat sangat bersalah karena jika seandainya dirinya tidak menuruti permintaan Delisa dirinya masih bersama istri di tambah ke tiga anak kembarnya.
Alona membisikkan sesuatu ke Seli dan Seli hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
("Edward," panggil Seli).
("Iya Tante," jawab Edward).
("Oooweeee.... Oooweeee.... Oooweeee.... ).
("Sudah di kasih susu dan ke tiga bayinya popoknya tidak basah juga tidak buang air besar," ucap Seli menjelaskan).
("Edward, bisakah kamu menolong teman Tante?" tanya Seli).
("Minta tolong apa?" tanya Edward dengan wajah bingung).
("Sepertinya ke tiga bayinya sangat merindukan Ayahnya tapi sayang Ayahnya jauh," ucap Seli berbohong untuk pertama kalinya).
__ADS_1
("Kan bisa dihubungi lewat ponsel," ucap Edward).
("Memang benar tapi sayang ponselnya tidak aktif," jawab Seli).
("Oooweeee.... Oooweeee.... Oooweeee.... ).
Ke tiga bayi tersebut kembali menangis membuat Edward ingin rasanya pergi ke sana dan menenangkan ke tiga bayi tersebut. Edward juga tidak mengerti kenapa dirinya sangat perduli dengan ke tiga bayi yang belum dikenalnya.
("Apa yang harus Edward lakukan Tante?" tanya Edward).
("Coba kamu bernyanyi siapa tahu ke tiga bayinya langsung berhenti menangis," ucap Seli).
Tanpa menjawab ucapan Seli, Edward menyanyikan lagu penghantar tidur untuk ke tiga bayi tersebut dan ajaibnya ke tiga bayi tersebut langsung berhenti menangis membuat Mommy Maya, Jessica, Soraya, Sela dan Seli saling menatap.
Ketika Alona membisikan sesuatu ke telinga Seli, Alona menyiapkan ponselnya untuk merekam suara Edward agar dapat di putar kembali di kala dirinya sangat merindukan Edward.
("Suaramu sangat merdu, Tante tidak menyangka kamu punya bakat menyanyi seperti Daddy mu," puji Seli setelah Edward selesai bernyanyi).
("Terima kasih atas pujiannya Tante, kok Edward tidak mendengar suara tangisan ke tiga bayinya?" tanya Edward penasaran).
("Ketika mendengar kamu bernyanyi ke tiga bayinya langsung tidur," ucap Seli).
("Kok aneh Tante, mendengar suaraku langsung tidur?" tanya Edward penasaran).
("Tante juga tidak tahu, ketika kamu bernyanyi ke tiga bayi tersebut langsung berhenti menangis kemudian tersenyum dan tidak berapa lama langsung tidur dengan pulas," jawab Seli).
__ADS_1
("Tante, bolehkah aku melihat ke tiga bayinya?" tanya Edward penuh harap).
("Maksudnya? Kamu mau pergi ke luar negri untuk melihat ke tiga bayi teman Tante?" tanya Seli sambil menatap ke arah Alona dan Alona langsung menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju).