
"Aku mencintai kak Edward dengan tulus tapi jika kak Edward tidak mencintaiku dan menemukan pengganti diriku maka aku akan pergi dari kehidupan kak Edward," jawab Alona.
("Selain itu jika kak Edward menyakiti perasaan ku dan juga melukai tubuhku seperti minggu yang lalu maka aku benar - benar akan pergi jauh," sambung Alona dalam hati).
Edward hanya diam namun matanya tidak pernah lepas memandangi wajah cantik istrinya.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Alona setelah beberapa saat mereka terdiam.
Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamarnya. Selama menuruni anak tangga mereka saling diam tanpa ada bicara sedikitpun, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.
Edward mengantar Alona terlebih dahulu menuju ke mansion milik orang tuanya setelah itu barulah Edward pergi ke perusahaan.
"Jika mau pulang, minta antar sopir Mommy ku," ucap Edward ketika Alona turun dari mobil.
"Baik, hati-hati," jawab Alona kemudian menutup pintu mobil.
Alona berjalan ke arah mansion dan dua orang bodyguard milik orang tua Edward membuka pintu utama dengan lebar kemudian Alona masuk ke dalam mansion.
"Silahkan ikut saya Nyonya Muda," ucap kepala pelayan yang berdiri di depan pintu utama.
"Terima kasih," jawab Alona sambil tersenyum.
Kepala pelayan menganggukkan kepalanya kemudian berjalan dengan diikuti oleh Alona hingga Alona sampai di taman belakang di mana neneknya Edward sedang menunggunya.
"Selamat pagi nenek," ucap Alona sambil berjalan ke arah neneknya Edward.
__ADS_1
Neneknya Edward menekan tombol kursi roda agar bisa menatap wajah cantik Alona. Neneknya Edward tersenyum sambil mengarahkan ke dua tangannya untuk minta di peluk.
Grep
Alona yang mengerti langsung memeluk neneknya Edward setelah beberapa saat Alona dan neneknya Edward melepaskan pelukannya.
"Nenek sedang berjemur?" tanya Alona dengan nada lembut.
Neneknya Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alona berjalan ke arang pegangan kursi roda.
"Alona dorong ya Nek," ucap Alona.
Lagi - lagi neneknya Edward menganggukkan kepalanya kemudian Alona mendorong kursi roda untuk berjemur.
Neneknya Edward hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Alona berlutut menghadap neneknya Edward.
"Nenek mau makan apa? Nanti Alona akan masak," ucap Alona dengan nada lembut.
Neneknya Edward menulis sesuatu kemudian diberikan ke Alona.
"Nenek ingin makan makanan seafood,"
"Ternyata kesukaan Nenek sama seperti kesukaanku yaitu makanan seafood kecuali adik kembarku karena adik kembarku tidak suka dengan makanan seafood begitu pula dengan ke dua orang tua kami," ucap Alona.
Neneknya Edward menulis sesuatu kemudian diperlihatkan ke Alona dan Alona membacanya.
__ADS_1
"Kenapa tidak suka? Jika memakannya apa reaksinya? Kenapa hanya kamu yang suka?"
"Sebenarnya bukan karena tidak suka makanan seafood tapi jika makan itu ke dua orang tua kami dan Alena tubuhnya akan beraksi yaitu kulitnya kemerahan dan gatal-gatal selain itu suara mereka akan serak. Alerginya akan hilang setelah tiga hari kemudian tapi jika minum obat maka akan hilang dalam beberapa jam. Alona bukan orang yang suka memilih makanan, apa saja Alona suka berbeda dengan adik kembarku dan ke dua orang tua kami," ucap Alona.
("Kenapa aku merasa Alona bukan anak mereka? Seandainya aku bisa bicara dengan lancar aku akan meminta menantuku untuk menyelidiki keluarga Alona. Oh ya aku akan bisa menulis aku akan menulis untuk meminta bantuan menantuku Delon untuk menyelidiki orang tua Alona dan Alena," ucap Neneknya Edward dalam hati).
"Nenek sudah mulai panas, kita masuk ke dalam yuk," ajak Alona sambil memegang sandaran untuk tangan neneknya Edward di kursi roda untuk membantunya berdiri karena sudah terlalu lama dirinya berlutut.
Neneknya Edward hanya menganggukkan kepalanya namun rasa pusing yang teramat sangat menyerang tiba - tiba membuat Alona berdiam sambil memejamkan matanya.
"A ... da ... a .. pa?" tanya neneknya Edward dengan suara terputus-putus.
Neneknya Edward sangat terkejut melihat Alona hanya membungkukkan setengah badannya sambil matanya terpejam dengan wajah berkeringat.
Bruk
"Kepala Alona sangat pusing Nek, seperti berputar-pu..." ucapan Alona terputus bersamaan Alona ambruk tidak sadarkan diri.
"A... lo... na..."panggil neneknya Edward sambil berusaha menurunkan ke dua kakinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :
__ADS_1