
"Kamu bisa membacanya," ucap Mommy Laras.
Edward membuka amplop tersebut dan ada tiga kertas, Edward mengambil kertas yang berukuran kecil, Edward melihat hasil USG membuat Edward menatap ke arah Mommy Laras.
"Ini ..." ucap Edward menggantungkan kalimatnya.
"Itu hasil USG dimana anak kalian kembar tiga," jawab Mommy Laras.
"Apa? Anak kami kembar tiga?" tanya Edward dengan nada terkejut.
"Tante, kenapa tidak memberitahukan kami kalau aku akan mempunyai tiga cicit?" tanya Mommy Maya dengan mata sembab karena kebanyakan menangis.
"Maaf, saat itu Alona datang ke rumahku untuk mengundang agar kami semua untuk datang di acara ulang tahun suaminya. Kami mengobrol bersama hingga tangan, kaki dan tubuhku yang lemah ini merasa pegal dan membuatku memijat tanganku terlebih dahulu," ucap Mommy Laras sambil mengingat masa lalu.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
"Buyut, pegal?" tanya Alona dengan wajah kuatir.
"Iya, maklum buyut sudah tua dan mudah sakit," jawab mommy Laras sambil tersenyum.
"Alona pijat ya," ucap Alona.
"Memang kamu bisa pijat?" tanya Mommy Laras.
"Bisa donk," ucap Alona.
Alona mulai memijat ke dua tangan secara bergantian kemudian berlanjut ke arah punggung Mommy Laras.
"Alona kamu sangat pintar memijat, siapa yang mengajarimu?" tanya Mommy Laras sambil menikmati pijatan Alona.
"Alona belajar sendiri Oma," jawab Alona.
"Tapi pijatan mu sangat enak," ucap Mommy Laras.
"Alona membaca buku tentang cara memijat terus Alona praktek ke salah satu pelayan di mansion milik orang tua Alona setelah Alona menikah Alona memijat Nenek, Oma Maya, Oma Soraya, Oma Quenby, Buyut Gloria dan terakhir Buyut Laras," ucap Alona menjelaskan.
"Kok terakhir Buyut Laras? Memangnya kamu tidak mau memijat Oma lainnya? Kan Oma mu banyak?" tanya mommy Laras.
"Kalau ada kesempatan Alona akan memijat Oma lainnya tapi Alona seperti merasakan dalam beberapa hari ini akan pergi jauh sekali jadi tidak mungkin bisa memijat Oma lainnya," ucap Alona yang masih memijat punggung mommy Laras.
"Kenapa kamu bilang seperti itu? Apakah kamu akan pergi dari kehidupan Edward?" tanya Mommy Laras.
"Tidak tahu Oma hanya saja Alona beberapa hari ini Alona bermimpi di mana Alona menjadi burung dan terbang bebas hingga ada seseorang yang menembak ku kemudian aku jatuh ke laut dan mati hingga aku menjadi mangsa binatang laut," ucap Alona.
Mommy Laras membalikkan badannya kemudian mengangkat dagu Alona agar menatap dirinya.
__ADS_1
"Ketika kamu bangun, apakah kamu sedih dan takut jika seandainya itu benar-benar terjadi?" tanya mommy Laras.
"Tidak," jawab Alona singkat.
"Kenapa?" tanya Mommy Laras dengan nada terkejut.
"Karena setidaknya kematian ku bisa berguna untuk binatang laut untuk memakan tubuhku. Jika suatu saat aku tiada aku ingin minta tolong ke Buyut untuk membantuku menyumbangkan sepasang mata, dua ginjal ku dan apa saja yang masih bagus sumbangkan semuanya," ucap Alona sambil turun dari sofa untuk memijat kaki mommy Laras.
"Dari ceritamu Buyut merasa kalau kamu tidak semangat untuk hidup," ucap Mommy Laras.
"Mungkin hanya perasaan Buyut, oh ya kakinya juga aku pijat ya," ucap Alona mengalihkan pembicaraan.
"Ya," jawab Mommy Laras singkat.
("Aku akan diam-diam menyewa seseorang untuk melindungi mu dari orang yang ingin mencelakai dirimu," ucap Mommy Laras dalam hati).
Alona memijat ke dua kaki mommy Laras secara bergantian hingga setengah jam lebih akhirnya Alona sudah selesai.
"Tubuh Buyut jadi enak," ucap Mommy Laras sambil menggerakkan tubuh, merentangkan kedua tangannya dan mengerakkan ke dua kakinya.
Alona hanya tersenyum kemudian berusaha bangun karena tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing membuat Alona memegang ke dua paha mommy Laras.
"Buyut, kepalaku pusing sekali," ucap Alona sambil berusaha bangun dengan menahan ke dua tangannya memegang ke dua paha mommy Laras.
"Buyut bantu berdiri," ucap Mommy Laras sambil menahan ke dua tangan Alona untuk berdiri.
"Daddy!!" teriak Mommy Laras.
"Buyut, A..."ucap Alona menggantungkan kalimatnya bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.
Bruk
Grep
Daddy Alvonso yang melihat tubuh Alona akan ambruk membuat Daddy Alvonso memeluk tubuh Alona sebelum tubuh Alona mengenai meja kaca yang bisa dipastikan Alona akan terluka parah karena terkena pecahan kaca.
"Alvian, Dennis!!" teriak Daddy Alvonso yang melihat ke dua putranya sedang menuruni anak tangga.
"Iya Dad," jawab Alvian dan Dennis bersamaan sambil menuruni anak tangga dengan langkah cepat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang keluarga Daddy Alvonso silahkan baca di novelku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia dan Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Alvian dan Dennis yang kebetulan sedang berkunjung ke mansion orang tuanya mendengar suara teriakan Daddy Alvonso membuat ke dua pria tampan tersebut berlari ke arah ruang keluarga.
__ADS_1
Alvian dan Dennis sangat terkejut melihat Daddy Alvonso sedang memeluk tubuh Alona di depan mommy Laras.
"Jangan bengong, bantu angkat Alona," ucap Daddy Alvonso.
"Baik Dad," jawab Alvian dan Dennis serempak.
"Alona kenapa Dad?" tanya Alvian yang melihat Alona memejamkan matanya.
"Kurang tahu, kita bawa ke rumah sakit," ucap Daddy Alvonso.
Mereka pun pergi meninggalkan mansion menuju ke rumah sakit. Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan kini mereka menunggu di ruang UGD.
Ceklek
Suara pintu UGD terbuka membuat Daddy Alvonso, Mommy Laras, Alvian dan Dennis berdiri dan berjalan ke arah dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan cicit saya Dok? tanya Mommy Laras.
"Keadaannya baik-baik saja, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Cicit saya tiba-tiba tidak sadarkan diri?" tanya Mommy Laras.
"Maaf, apakah suaminya ada?" tanya dokter tersebut tanpa menjawab pertanyaan Mommy Laras.
"Suaminya sedang kerja, memang ada apa Dok?" tanya Mommy Laras penasaran.
"Nyonya sedang hamil, jadi saya minta tolong agar jangan terlalu kelelahan dan stress karena bisa membahayakan Nyonya dan juga janinnya," ucap dokter tersebut.
"Baik, nanti akan aku sampaikan," ucap Daddy Alvonso yang sejak tadi diam.
"Untuk mengetahui usia janinnya silahkan di cek dengan dokter kandungan," ucap dokter tersebut.
"Baik," jawab Mommy Laras singkat.
"Kalau begitu maaf, saya ingin mengecek pasien lainnya," ucap dokter tersebut.
"Silahkan dok," jawab Mommy Laras.
Dokter itupun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan tidak berapa lama pintu UGD terbuka dua perawat mendorong brangkar di mana Alona berbaring dan tangannya di infus.
Kini Alona berbaring di ranjang di ruang perawatan VVIP dan tidak berapa lama Alona membuka matanya dan melihat bayangan samar.
"Aku di mana?" tanya Alona.
"Kamu di rumah sakit," jawab Daddy Alvonso.
"Alona kamu tidak cerita kalau kamu hamil atau kamu memang tidak tahu?" tanya Mommy Laras tanpa basa basi.
__ADS_1
"Maaf Oma, sebenarnya Alona sudah tahu kalau Alona hamil," ucap Alona.
"Apakah Edward tahu?" tanya Mommy Laras.