
Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter tersebut meninggalkan mereka berdua untuk menemui dokter Anton sahabatnya.
("Maaf Edward, aku berbohong kalau aku ingin mengecek pasien lainnya karena sebenarnya aku ingin bertemu dengan sahabat kita dokter Anton,'' ucap dokter tersebut dalam hati sambil berjalan meninggalkan ruangan UGD.
"Dokter Harun," panggil dokter Anton.
"Kebetulan kita bertemu karena ada yang ingin aku katakan padamu," ucap dokter Harun.
"Sepertinya serius, kita bicara di ruangan ku saja," ucap dokter Anton.
"Ok," jawab dokter Harun singkat.
Mereka berdua berjalan ke arah ruangan milik dokter Anton yang kebetulan belum ada pasien. Dokter Anton duduk di kursi kebesarannya sedangkan Dokter Anton duduk saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.
"Ada apa?" tanya dokter Anton tanpa basa basi.
"Ini aku bingung setahuku istrinya teman kita Edward hamil tapi pas aku mengecek kondisinya Alona tidak hamil. Menurutku sangat aneh masa kita salah mendiagnosa kalau Alona hamil," ucap dokter Harun sambil berfikir.
"Benarkah? Kok aneh ya?" tanya dokter Anton tidak percaya apa yang didengarkan oleh sahabatnya.
"Makanya aku juga bingung," jawab dokter Harun sambil berpikir.
"Mungkin kamu salah mengecek," ucap dokter Anton.
"Mungkin, ya sudahlah aku ingin mengecek pasien lainnya setelah itu mau pulang," ucap dokter Harun.
"Ok, hati - hati kalau pulang," ucap dokter Anton.
"Terima kasih," jawab dokter Harun sambil turun dari kursi.
__ADS_1
Dokter Harun berjalan ke arah pintu ruangan dokter Anton kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan kini Alena berbaring di ruang perawatan dengan ditemani Edward.
("Kenapa sejak tadi aku merasa tidak nyaman dekat istriku?" tanya Edward dalam hati).
"Sayang, aku sangat haus tolong ambilkan minum," pinta Alena dengan nada lembut.
Tanpa menjawab Edward mengambil minuman yang sudah ada sedotannya kemudian Alena meminum dan hanya menyisakan setengah gelas air mineral.
("Ternyata sangat mudah dengan modal nada lembut, panggilan sayang dan tatapan sendu plus menangis kak Edward sudah luluh padaku, bod*h kamu Alona melepaskan berlian begitu mudahnya," ucap Alena dalam hati sambil tersenyum bahagia).
("Jadi orang kaya enak juga, sakit seperti ini tinggal di rawat di ruangan VVIP tempatnya sangat luas dan enak seperti tinggal di hotel seperti di televisi yang aku lihat," sambung Alena dalam hati).
Tiba-tiba ponsel milik Edward berdering membuat Edward mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Nomer tidak di kenal," ucap Edward.
Edward menganggukkan kepalanya kemudian menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
("Hallo," panggil Edward).
Hening
Hening
("Hallo," panggil Edward lagi).
Hening
__ADS_1
Hening
("Anda siapa? Kenapa menghubungiku?" tanya Edward dengan nada kesal).
Hening
Hening
("Mungkin orang iseng sayang," ucap Alena dengan nada manja).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak membuat Edward berdecak kesal.
"Bikin orang kesal saja," ucap Edward sambil memasukkan kembali ponselnya ke dala saku jasnya.
("Jangan-jangan yang menelepon adalah kak Alona, aku harus hati-hati dan harus dekat dengan kak Edward untuk antisipasi kalau kak Alona menghubungi kak Edward lagi,'' ucap Alena dalam hati).
"Sayang, aku sangat lapar suapi aku dong," pinta Alona manja.
Edward hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil mangkok yang berisi bubur dan mulai menyuapi Edward.
Di negara yang berbeda di sebuah apartemen kecil seorang wanita cantik duduk di sisi ranjang sambil memeluk ponselnya. Siapa lagi kalau bukan Alona yang baru saja menghubungi suaminya.
"Apakah suamiku tidak tahu kalau wanita itu adalah adik kembarku? Aku rasa kak Edward sudah bahagia bersama adik kembarku jadi mulai sekarang aku akan mulai hidup baru di negara yang tidak aku kenal sama sekali dan juga orang-orang juga tidak mengenaliku sesuai yang aku harapkan," ucap Alona.
"Maafkan Mommy yang terpaksa memisahkan kalian dengan Daddy kalian karena Daddy kalian tidak menginginkan kalian. Mommy akan menyayangi kalian dan tidak akan membeda-bedakan kalian seperti yang dilakukan Oma kalian," ucap Alona sambil mengusap perutnya yang masih rata.
"Besok aku akan mencari pekerjaan karena uang yang aku simpan sudah mulai menipis," ucap Alona.
__ADS_1
Karena lelah Alona berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Alona tidur dengan pulas dan berharap esok lebih baik dari kemarin.