
"Lebih baik aku ganti pakaian karena pakaiannya terkena noda darah," ucap Edward.
Edward berjalan ke arah lemari kemudian membukanya, Edward mengambil satu steel pakaian tanpa menyadari kalau pakaian yang di ambil adalah milik adik kembarnya yang bernama Alena karena adiknya kadang suka menginap di rumah kakak kembarnya.
Edward memejamkan matanya sebentar sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh Alona.
Edward mengambil bungkusan untuk menutupi dua gunung kembar milik Alona dengan penuh perjuangan karena bagaimanapun dirinya laki - laki normal terlebih dirinya sudah merasakan sekali.
"Aduh, adik kecilku jadi tegang gara - gara melihat tubuh polos Alona," ucap Edward dengan nada pelan.
"Aku bingung, jika ada gadis atau wanita yang menawarkan diri bahkan sengaja melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun adik kecilku tidur dengan pulas tapi kenapa dengan Alona adik kecilku meronta-ronta?" tanya Edward sambil memakaikan kemeja.
Hingga lima belas menit kemudian akhirnya perjuangan Edward sudah selesai. Edward mengarahkan tangan kanannya ke arah wajah Alona namun terdengar suara lirih dan isakkan dari mulut Alona yang membuat dirinya sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alona.
Grep
"Mommy ... Daddy ... Hiks.. Hiks ... Kenapa kalian tidak sayang sama Alona? Padahal Alona selalu membuat mommy dan daddy bangga tapi kenapa mommy dan daddy sangat membenci Alona?" ucap Alona sambil terisak dan memegang tangan Edward.
("Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ke dua orang tuanya tidak sayang sama Alona?" tanya Edward dalam hati).
Edward ingin melepaskan tangan yang digenggam oleh Alona namun Alona menggenggamnya dengan erat membuat tangan kiri Edward membelai rambut Alona dengan lembut.
__ADS_1
Tidak berapa lama Alona melepaskan genggamannya dan Edward menarik tangan kanannya.
"Sebenarnya ada rahasia apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Edward sambil menatap wajah cantik dan masih membelai rambut Alona.
"Waktunya minum obat sedangkan Alona belum juga minum obat," ucap Edward sambil berfikir.
Edward turun dari ranjangnya kemudian mengambil gelas yang berisi air dan memasukkannya ke dalam mulutnya namun tidak di telan. Edward mengambil beberapa butir obat kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
Edward duduk di sisi ranjang Alona kemudian mengangkat perlahan tubuh Alona. Edward membuka mulut Alona kemudian memasukkan obat yang sudah ada airnya ke dalam mulut Alona membuat Alona tanpa sadar menelan obat tersebut.
Setelah selesai Edward melepaskan ciumannya kemudian dengan perlahan meletakkan kembali tubuh Alona ke ranjang.
Grep
Edward perlahan menarik tangannya namun Alona mendadak menahan tangan Edward membuat Edward diam. Rasa kantuk membuat Edward berbaring di sisi ranjang dengan tangan di genggam oleh Alona.
Tidak membutuhkan waktu lama Edward tidur dengan pulas nya dan tanpa sadar mereka tidur sambil berpelukan memberikan kenyamanan masing-masing.
Dua Jam Kemudian
Perlahan Alona membuka matanya kemudian menatap ke sekeliling ruangan hingga dirinya melihat pergelangan tangannya di infus membuat Alona berfikir.
__ADS_1
"Perasaan aku tadi tidak sadarkan diri di ruang keluarga tapi kenapa aku berbaring di ranjang Alena? Lalu kenapa tanganku di infus?" tanya Alona dengan wajah bingung.
"Siapa yang menggantikan pakaianku?" tanya Alona lagi.
Alona perlahan bangun dari ranjang dan dirinya menggigit bibirnya karena bagian privasinya terasa perih.
"Kenapa bagian privasi ku perih?" tanya Alona.
"Jangan - jangan aku..." ucap Alona menggantungkan kalimatnya sambil duduk di sisi ranjang dan bersiap menarik jarum infus yang menempel di pergelangan tangannya.
Ceklek
"Mau kemana?" Tanya Edward.
Edward membuka pintu kamar milik Alena dan melihat Alona sedang bersiap menarik infusnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1