
"Ketemu," ucap Alona sambil mengambil pistol tersebut yang berada di tumpukan buku milik Edward.
Alona melihat Edward menembaki musuh sambil bersembunyi di balik mobilnya hingga pelurunya habis membuat Edward terpaksa mengisi peluru yang di simpannya di saku jasnya.
Alona melihat dua orang mengarahkan pistol ke arah Edward membuat Alona perlahan membuka pintu mobil dan turun dari mobil sambil mengarahkan pistol ke arah dua pria tersebut.
Dor
Dor
"Akhhhhhhhhhhh...." teriak ke dua pria tersebut.
Bruk
Bruk
Dua pria itupun langsung mati di tempat sedangkan Edward langsung diam membeku menatap Alona tidak percaya karena Alona telah menyelamatkan nyawanya namun hanya sebentar kemudian Edward menembak kembali para musuhnya dengan di bantu oleh Alona. Hingga tidak berapa lama Edward dan Alona kehabisan peluru sedangkan bala bantuan musuh datang.
"Peluruku habis, aku akan melawan mereka kamu masuklah ke dalam mobil," perintah Edward.
"Aku sedikit bisa bela diri, aku akan membantu kak Edward maaf maksudku tuan Edward untuk melawan mereka," ucap Alona.
Edward hanya tersenyum tipis nyaris tidak terlihat entah kenapa dirinya sangat suka jika di panggil kak Edward dari pada tuan Edward tapi perasaan itu segera di tepisnya. Edward dan Alona menyerang para musuh dengan menggunakan tangan kosong
Mereka berdua sesekali menghindar dan memukul para musuhnya hingga di saat kritis bala bantuan anggota mafia milik Edward datang bersama ke empat adik sepupunya tidak itu saja bantuan juga datang dari keluarga besar daddy Alvonso dan keluarga besar daddy Thomas.
"Kak Edward dan kak Alona kalian istirahatlah," ucap Jordan putra dari Jimmy dengan Jessica.
"Benar kata kak Jordan lebih baik kakak dan kak Alona istirahat biar kami melawan mereka," sambung Leo putra dari Lemos dengan Soraya.
"Kakak istirahatlah," sambung Axelo putra dari Sela dengan Presdir Axel dan juga Ardian putra dari Seli dengan Presdir Albert.
"Ok, jawab Edward singkat.
"Terima kasih," jawab Alona sambil tersenyum.
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sekedar informasi nama anak - anak daddy Nathan dengan mommy Maya bersama nama pasangannya berserta anak - anak mereka adalah sebagai berikut :
Delon menikah dengan Delisa dan mempunyai sepasang anak kembar bernama Edward dan Eden.
__ADS_1
Jimmy menikah dengan Jessica dan mempunyai sepasang anak kembar bernama Jordan dan Julia.
Lemos menikah dengan Soraya dan mempunyai sepasang anak kembar bernama Leo dan Leona.
Sela menikah dengan Presdir Axel dan mempunyai sepasang anak kembar bernama Axelo dan Axela.
Seli menikah dengan Presdir Albert dan mempunyai sepasang anak kembar bernama Ardian dan Ardera.
Cerita tentang Mommy Gloria dan Daddy Thomas dapat di baca novelku dengan judul Cinta Pertama Sang Mafia.
xxxxxxxxxxxxxxxxx
("Gawat itu sinar laser Rifle, berarti di sekitar sini ada penembak jitu dan sepertinya laser Rifle di arahkan ke Edward ," ucap Alona dalam hati).
Entah kenapa Alona tidak bisa jika Edward terkena luka tembak dan ketika sudah mendahului Edward, Alona langsung membalikkan tubuhnya membuat Edward terkejut dan langsung menghentikan langkahnya.
"Minggir," ucap Edward dengan nada dingin.
Grep
Deg Deg
Deg Deg
Tanpa menjawab Alona memeluk tubuh Edward membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang , mereka saling menatap hingga tembakkan laser mengenai punggung Alona membuat Alona memeluk Edward dengan erat dan menyembunyikan wajahnya karena Alona menahan rasa sakit akibat tembakan laser tersebut.
Edward yang ingin membalas pelukan Alona tiba-tiba teringat kembali dengan perkataan dua pria yang membuat Edward menjadi jijik ketika tubuhnya di peluk oleh Alona.
"Lepas!!!" teriak Edward tanpa membalas pelukan Alona.
"Aku sangat membencimu, lepas!!!" teriak Edward ketika merasakan Alona mempererat pelukannya.
"Maafkan aku, mungkin dengan ini bisa mengurangi rasa benci kak Edward padaku," ucap Alona dengan nada lirih namun masih terdengar jelas di telinga Edward.
__ADS_1
Alona yang tidak bisa menahan rasa sakit pada punggungnya membuat Alona perlahan melepaskan pelukannya sambil menatap wajah tampan Edward sambil tersenyum membuat Edward memalingkan wajahnya.
"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk ..."
Bruk
Alona mulai batuk - batuk dengan mengeluarkan darah segar dan tidak berapa lama Alona perlahan kehilangan kesadaran, Alona melihat bayangan samar wajah terkejut Edward hingga Edward menangkap tubuh Alona sebelum terjatuh ke jalan raya.
"Hati - hati ada penembak jitu," ucap Alona dengan nada sangat lirih sebelum dirinya benar - benar kehilangan kesadarannya.
Walau suara Alona sangat lirih namun telinga tajam membuat Edward mampu mendengarnya dengan baik, Edward mencari keberadaan penembak jitu hingga dirinya melihat ada sinar laser Rifle membuat Edward mengarahkan pistolnya ke arah penembak jitu tersebut.
Dor
"Akhhhhhhhhhhh...." teriak pria tersebut.
Bruk
Sebelum penembak jitu tersebut menarik pelatuknya namun kalah cepat dengan Edward dan tepat mengenai keningnya, tangan kiri Edward masih menahan tubuh Alona yang masih tidak sadarkan diri.
Keluarga besar daddy Alvonso dan keluarga besar daddy Thomas termasuk ke empat adik sepupunya yang mendengar suara tembakan serempak memalingkan wajahnya dan melihat kakak sepupunya sedang menggendong Alona ala bridal style menuju ke arah mobil.
"Jordan dan Leo temani kakak kalian." perintah Presdir Albert.
"Baik paman," jawab Jordan dan Leo serempak.
Jordan dan Leo berjalan mengikuti langkah kakak sepupunya menuju ke arah mobil, Jordan duduk di kursi pengemudi dan Leo duduk di samping pengemudi sedangkan Edward duduk di kursi belakang pengemudi sambil meletakkan kepala Alona di kedua pahanya.
Jordan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit sedangkan Leo yang duduk di samping pengemudi membalikkan badannya untuk melihat apa yang dilakukan oleh kakak sepupunya.
"Sebenarnya apa yang terjadi kak?" tanya Leo.
"Ada musuh yang ingin menembak kakak tapi Alona menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya," jawab Edward sambil membelai rambut hitam milik Alona yang lumayan panjang.
"Apa?? Berarti kak tadi menembak pria itu? Kok kakak bisa tahu?" tanya Leo.
"Kakak bisa tahu sebelum Alona tidak sadarkan diri Alona sempat mengatakan kalau ada penembak jitu karena itulah kakak mencari penembak jitu itu," jawab Edward.
"Apakah kakak mencintainya?" tanya Jordan yang sejak tadi diam karena dirinya sedang mengendarai mobil.
"Tidak," jawab Edward singkat sambil menahan tangannya yang tadi membelai rambut Alona.
"Kak Alona sudah merelakan dirinya untuk menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya tapi kenapa tidak ada perasaan sedikit untuk kak Alona?" tanya Jordan.
"Karena dia wanita mu ra han jadi kakak tidak mungkin mencintainya," jawab Edward.
Lain di mulut namun berbeda dengan tindakan yang dilakukan oleh Edward, Edward biasanya sangat jijik jika tubuhnya tersentuh dengan tubuh wanita mu ra han dan akan mendorong tubuh wanita itu namun entah kenapa walau Alona wanita mu ra han dirinya tidak tega mendorong tubuh Alona hal itu membuat Jordan dan Leo saling menatap dengan bingung.
"Tapi kenapa kakak masih mau menyentuhnya? Bukankah kakak paling membenci jika tubuhnya bersentuhan dengan wanita mu ra han?" tanya Jordan penasaran begitu pula dengan Leo.
__ADS_1