Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Pernikahan Eden


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Eden datang ke apartemen milik Arsene, setelah beberapa kali memencet bel akhirnya pintu apartemen milik Arsene di buka.


Ceklek


Arsene membuka pintu dan melihat Eden sedang menatapnya sambil tersenyum manis.


"Ada apa?" tanya Arsene dengan nada dingin.


"Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kita menikah," pinta Eden tanpa punya rasa malu sedikitpun.


"Berkali-kali aku katakan kalau aku tidak mencintaimu jadi pergilah karena aku ingin istirahat," usir Arsene tanpa mempersilahkan Eden untuk masuk.


"Kenapa Kak Arsene tidak mencintaiku dan tidak mau menikah denganku?" tanya Eden dengan wajah kecewa.


"Jawaban ku beberapa hari yang lalu apakah kurang jelas?" tanya Arsene dengan nada dingin.


Eden terdiam sambil mengingat apa yang dikatakan oleh Arsene beberapa hari yang lalu.


Xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Di acara ulang tahun Edward, Arsene datang bersama Alex karena Alex sahabat Edward waktu kuliah. Di acara ulang tahun Edward bersama keluarga besarnya terjadi masalah besar yaitu istrinya Edward ternyata melarikan diri dan adik kembarnya menggantikan kakak kembarnya.


Hal itu membuat Neneknya Edward mengalami struk kembali sedangkan Edward yang merasa bersalah pergi mencari istrinya dengan di bantu saudara sepupu termasuk Alex dan Arsene.


Alex dan Arsene sering ke rumah Edward begitu pula dengan keluarga besarnya untuk memberikan semangat karena Edward sangat terpuruk menyesali perbuatannya.


Eden Delia Alexander adiknya Edward sering menemani kakak kembarnya dan sebenarnya sudah lama menyukai Arsene. Di keluarga besarnya Eden Delia Alexander di panggil dengan nama Eden sedangkan di luar Eden di kenal dengan nama Delia.


"Kak Arsene," panggil Eden ketika melihat Arsene datang sendirian.


"Ya," jawab Arsene singkat.


"Aku ingin bicara sebentar bolehkah?" tanya Eden.


"Boleh," jawab Arsene singkat.


"Kita bicara di taman belakang," ucap Eden.


"Ok," jawab Arsene singkat lagi.


Mereka berjalan ke arah taman belakang hingga Eden duduk di bangku taman sedangkan Arsene berdiri menatap taman bunga.


"Kak Arsene duduklah," pinta Eden.

__ADS_1


"Tidak, kakak berdiri saja," jawab Arsene menolak permintaan Eden.


"Baiklah, aku tidak perlu basa basi lagi ...(menjeda kalimatnya).. Kak Arsene sebenarnya aku sudah lama mencintai kak Arsene, apakah kak Arsene juga mencintaiku?" tanya Eden.


"Maaf, aku hanya menganggap dirimu sebagai seorang adik," jawab Arsene.


"Aku tidak menganggap kak Arsene sebagai kakak dan aku ingin kak Arsene begitu juga tetapi sebagai dua orang yang saling menyukai," ucap Eden.


"Maaf kakak tidak bisa," jawab Arsene sambil berjalan meninggalkan Eden.


"Kak Arsene," panggil Eden sambil turun dari bangku dan berjalan ke arah Arsene.


Grep


"Aku sudah lama mencintai kak Arsene," ucap Eden sambil memeluk Arsene dari arah belakang.


"Sejak kapan kamu mencintaiku?" tanya Arsene tanpa membalas pelukan Eden.


"Waktu aku datang ke mansion kak Edward tiba - tiba kak Arsene datang bersama kak Alex, kita berempat makan dan mengobrol bersama. Seiring berjalannya waktu aku mulai menyukai kak Arsene hingga sekarang." jawab Eden jujur.


"Tapi maaf, aku benar-benar tidak ada perasaan sama sekali." ucap Arsene sambil melepaskan pelukan Eden.


"Aku sangat cantik dan banyak pria yang menyukaiku tapi kenapa kak Arsene menolak ku?" tanya Eden


"Kak Arsene tunggu," pinta Eden sambil berlari mengejar Arsene.


Arsene menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.


"Orang tuaku akan menjodohkan aku dengan salah satu rekan bisnis orang tuaku. Jika kak Arsene menolak ku maka aku akan menikah dengan pria pilihan orang tuaku," ucap Eden.


"Maaf kakak tidak ada perasaan sama sekali terhadapmu jadi terimalah perjodohan yang sudah di atur oleh orang tuamu," ucap Arsene.


Selesai mengatakan hal itu Arsene pergi meninggalkan Eden menuju ke tempat Edward.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx


"Kamu sudah ingat semua bukan, kalau Kakak tidak ada perasaan sama sekali denganmu," ucap Arsene setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Kalau boleh tahu kenapa Kakak tidak bisa mencintaiku?" tanya Eden penasaran.


"Kakak akan jujur karena sifat mu sama seperti Mommy mu karena itulah Kakak tidak menyukaimu dan sekarang pergilah Kakak sangat lelah," ucap Arsene sambil berjalan mundur satu langkah kemudian menutup pintu apartemennya dengan rapat lalu menguncinya.


"Sifat Mommy yang mana? Semua sifat Mommy baik kenapa Kak Arsene tidak suka?" tanya Eden pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Eden kembali memencet bel namun Arsene tidak membukanya membuat Eden kembali memencet bel secara berulang kali hingga akhirnya Arsene menarik colokan bel agar tidak berbunyi.


Eden yang melihat Arsene tidak membuka pintu apartemen akhirnya membalikkan badannya dan pergi meninggalkan apartemen milik Arsene menuju ke mansion milik Ibunya.


xxxxxxxx


Satu Minggu Kemudian


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan hari ini adalah hari pernikahan Eden dengan pria yang dijodohkan oleh Ibunya yang bernama Delisa.


Tidak ada rona kebahagiaan di wajah pengantin pada umumnya yang selalu tersenyum bahagia membuat ke dua mertuanya menatap kesal ke arah Eden begitu pula dengan suaminya tapi mereka berusaha menyembunyikan nya mengingat ada keluarga besar Alexander.


Delisa mengundang suaminya untuk datang di acara pernikahan anak mereka dan Delon pun mau tidak mau harus menemani mantan istrinya di acara pernikahan anak bungsunya.


Dari keluarga Alexander yang datang hanya Mommy Maya dan Daddy Nathan karena mereka datang atas undangan Delisa sedangkan yang lainnya tidak datang dikarenakan ketika Delisa menghubungi ke empat iparnya sambil menjelekkan Alona dan Soraya di tambah memamerkan kalau menantunya sangat kaya dan mengadakan acara pesta yang sangat mewah.


'Karena keluarga besar Alexander yang datang sedikit?' tanya sahabatnya sekaligus besannya pada Delisa dengan cara berbisik.


'Keluarga besar kami membuat perusahaan baru di luar negri karena itulah tidak ada yang bisa datang,' jawab Delisa sambil berbisik dan berbohong.


Sahabatnya hanya menganggukkan kepalanya namun dalam hatinya mengatakan kalau Delisa berbohong karena tidak mungkin salah satu anggota keluarga besarnya menikah namun pada tidak datang.


('Si*lan kalian pada tidak datang, awas saja jika anak kalian menikah aku tidak bakalan datang walau kalian menyembah atau bersujud di kakiku,' ucap Delisa sambil menahan amarahnya).


Tidak berapa lama datang keluarga besar Alexander membuat Delisa dan ke dua besannya sangat terkejut sedangkan Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon tahu kalau mereka akan datang.


Delon sangat terharu walau ke empat adik kembarnya dan ke empat adik iparnya kesal dengan Delisa tapi mereka tetap mau datang untuk memberikan selamat atas pernikahan putri bungsunya.


Keluarga besar Alexander bersikap biasa saja terhadap Delisa seperti tidak terjadi apa-apa hingga empat jam kemudian satu persatu tamu undangan pulang menuju ke rumah masing-masing begitu pula dengan keluarga besar Alexander.


Kini yang ada hanya Mommy Maya, Daddy Nathan, Delon, Delisa, ke dua besan Delisa dan sepasang pengantin.


"Maaf Mom, kami sangat lelah mau istirahat," ucap menantunya.


"Baiklah silahkan istirahat," jawab Delisa.


"Kalau begitu Delisa, Mommy dan Daddy ingin pulang," pamit Mommy Maya.


"Baik Mom, Dad, terima kasih sudah datang di acara pernikahan putriku yang sangat megah dan sangat mewah," ucap Delisa dengan nada sombong.


Mommy Maya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian Mommy Maya dan Daddy Nathan pergi meninggalkan tempat pesta pernikahan cucunya.


"Mommy, Daddy, Delon mau ikut," ucap Delon sambil berjalan mengikuti langkah ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"Kok suamimu ikut ke dua orang tuanya sekaligus ke dua mertuamu?" tanya sahabatnya sambil menatap ke arah Delisa dengan wajah curiga.


__ADS_2