
"Kenapa?" tanya Delon yang melihat dengan jelas dari wajah Joana kalau Joana sangat membenci Pamannya.
"Ketika Aku ke rumah Tante tanpa sengaja Aku melihat Paman sedang melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga." jawab Joana sambil memalingkan wajahnya karena wajahnya memerah.
"Kalau melakukan bersama istrinya, kenapa kamu harus marah? Apa jangan-jangan kamu menyukai Paman mu?" tanya Delon usil.
Delon sebenarnya sudah tahu ketika dirinya tidak sengaja mendengar percakapan Joana dengan Pamannya Joanaketika di lorong sepi tapi entah kenapa dirinya sangat suka mengobrol dan menggoda Joana.
"Enak aja, Joana marah karena dia melakukan bersama wanita lain. Paman sengaja membawa wanita itu ke mansion dan melakukan hubungan suami istri di depan Tanteku dan kalau Tanteku marah maka Tanteku di pukuli." Jawab Joana sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
"Jadi kamu ke rumah sakit ini untuk menemani Tante mu karena habis dipukuli oleh Pamanmu?" tanya Delon asal tebak.
"Benar Kak, karena itulah tadi Aku meminta sama Tante untuk menceraikan Paman karena Paman tidak pantas untuk Tante," jawab Joana menjelaskan.
"Joana!" teriak seorang pria tiba-tiba datang dengan nada dingin dan berwajah datar.
Ketika Delon membuka suaranya terdengar seorang pria memanggil Joana membuat Delon tidak jadi mengatakannya.
Delon memalingkan wajahnya ke arah belakang karena posisinya membelakangi dirinya dan Delon melihat ada dua pria menatap Joana dengan tatapan amarah yang teramat sangat.
Delon langsung berdiri di samping Joana tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Daddy, Paman," panggil Joana dengan wajah terkejut sambil berdiri dari kursi begitu pula dengan Delon.
"Daddy tidak menyangka kalau kamu sangat suka menggoda Om - Om." ucap Ayahnya sambil menatap tajam ke arah putri sambungnya.
Ayah kandung Joana sudah meninggal dunia ketika Joana masih dalam kandungan Ibunya. Sebulan kemudian Ibunya Joana menikah lagi dengan anak bosnya tempat dirinya bekerja.
Namun Joana tidak tahu kalau pria dihadapannya bukanlah Ayah kandungnya dan hanya keluarga besar dari Ayah tirinya yang tahu. Sedangkan dari keluarga Ibunya dan keluarga dari Ayah kandungnya tidak pernah memperdulikan Ibunya Joana dan Joana.
Hal itu dikarenakan Ibunya Joana selalu melawan dan bertengkar dengan orang tuanya serta keluarga suami pertamanya. Hal itulah Ibunya Joana di coret dari silsilah anggota keluarganya namun sayangnya Ibunya Joana tidak memperdulikan hal itu.
"Dasar ponakan tidak tahu malu sekaligus membuat malu keluarga!" Bentak pamannya Joana sambil mengarahkan tangannya ke arah pipi Joana.
Grep
Ketika Joana ingin mengangkat tangannya untuk menahan tangan Pamannya seseorang di samping Joana menahan tangan Pamannya siapa lagi kalau bukan Delon.
"Jadi pria beraninya sama seorang wanita, apakah kamu seorang laki-laki sejati?" tanya Delon dengan wajah datar dan nada dingin sambil menekuk tangan Paman nya Joana ke belakang.
"Akhhhhhhhh... Sakit!...Lepas dan jangan ikut campur urusan kami." Teriak Pamannya Joana sambil meringis menahan rasa sakit.
Bruk
"Aku akan ikut campur jika melihat seorang pria menyakiti seorang wanita," jawab Delon dengan nada dingin kemudian mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terjatuh karena belum ada persiapan.
"Anda orang luar jadi tidak berhak ikut campur urusan keluarga kami." Ucap Ayah tirinya Joana sambil menatap tajam ke arah Delon.
"Joana, selama ini Daddy selalu mengajarimu untuk tidak merusak rumah tangga orang lain tapi kenapa Kamu ingin merusak rumah tangga Tantemu dan menyuruh Pamanmu untuk menceraikan Tantemu agar kalian bisa menikah." Ucap Ayah tirinya.
"Paman tidak menyangka selain menggoda Paman, Kamu juga ternyata menggoda pria yang lebih tua dari Paman." Ucap Pamannya dengan wajah sinis.
Delon yang melihat para pengunjung menatap rendah ke arah Joana karena Ayah tirinnya dan Pamannya menghina Joana membuat Delon langsung menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Tidak berapa lama datang beberapa bodyguard Delon dan kantin tersebut langsung sepi tanpa penghuni karena diusir oleh para bodyguard milik Delon.
"Maksud Daddy apa?" tanya Joana dengan wajah penuh kecewa dan matanya berkaca-kaca membuat tubuh Joana gemetar.
Joana memegang meja agar dirinya tidak terjatuh. Sebenarnya Delon ingin memeluk tubuh Joana karena tidak tega melihatnya namun Delon sadar jika dirinya melakukan hal itu yang ada Joana akan semakin disalahkan oleh Ayahnya.
"Bukankah perkataan Daddy dan Paman sudah jelas?" Tanya Ayah tirinya balik bertanya.
"Kamu itu menggoda Pamanmu dan meminta Pamanmu untuk menyiksa serta menceraikan Tante mu. Awalnya Daddy tidak percaya tapi ketika melihatmu bersama pria yang seumuran dengan Daddy membuat Daddy percaya kalau kamu itu anak nakal dan *******." ucap Ayahnya dengan nada menghina.
"Apakah Daddy, percaya dengan pria brengs*k itu dari pada putri kandung Daddy?" tanya Joana dengan suara tercekat.
Joana yang tidak tahu kalau pria itu bukan Ayah kandungnya hanya menatapnya dengan tatapan penuh kecewa. Tubuhnya bergetar dan matanya mulai berkaca - kaca karena Ayahnya lebih percaya dengan Pamannya yang jelas - jelas bersalah.
"Jaga mulutmu! Benar kata Pamanmu kalau kamu itu tidak sopan sama orang yang lebih tua." ucap Ayah tirinya dengan nada satu oktaf.
"Dasar anak jala*g!" Teriak Ayah tirinya.
'Sama seperti Ibumu.' Sambung Ayah tirinya dalam hati.
"Justru yang pantas di sebut jala*g adalah pria itu." ucap Delon sambil menunjuk ke arah Pamannya Joana.
Delon yang tidak tahan melihat tubuh Joana bergetar di tambah suara Joana, membuat hatinya sangat sakit dan tidak bisa lagi menahan amarahnya.
"Aku sudah bilang, jangan ikut campur urusan keluarga Kami! Aku ingin bicara dengan putri ku setelah itu baru Aku bicara dengan Anda karena telah berani menggoda putriku," ucap Ayahnya Joana sambil menatap tajam ke arah Delon.
"Ada apa ini?" tanya seorang pria paruh baya yang tiba-tiba datang bersama seorang wanita.
"Ini Dad, mereka menuduhku kalau aku pacaran dengan putrinya," jawab Delon menjelaskan.
Mommy Maya yang melihat mata Joana berkaca-kaca di tambah tubuhnya bergetar membuat Mommy Maya berjalan mendekati Joana.
Grep
"Apa benar yang dikatakan putraku?" tanya Mommy Maya dengan nada lembut sambil memeluk Joana dari arah samping.
"Benar Nyonya, padahal putra Nyonya sudah menolongku ketika Pamanku ingin menamparku," jawab Joana sambil membalas pelukan Mommy Maya yang membuat dirinya merasa tenang.
"Panggil Mommy Maya," jawab Mommy Maya.
"Kalian dengar sendiri kan perkataan nya?" tanya Daddy Nathan sambil menatap tajam ke arah mereka.
"Kakak Ipar mereka berbohong, jangan percaya dengan omongan Joana apalagi mereka.'' ucap adik iparnya.
"Maksudmu keluarga besar Alexander suka berbohong?" tanya Daddy Nathan dengan nada dingin dan wajah datar.
"Kalian keluarga besar Alexander?" tanya pria tersebut dan adik iparnya bersamaan dengan wajah sangat - sangat terkejut.
Keluarga Alexander adalah keluarga terkaya nomer satu di negara tersebut sehingga banyak orang yang mengetahuinya termasuk keluarga besar Joana.
"Benar sekali dan rumah sakit ini adalah milik keluarga besar kami. Jika kami mau, kalian bisa saja kami usir dari rumah sakit ini," ucap Daddy Nathan dengan nada mengancam.
Joana yang mendengar ucapan Daddy Nathan langsung melepaskan pelukannya begitu pula dengan Mommy Maya.
__ADS_1
Joana mengatupkan ke dua tangannya kemudian diletakkan di dadanya sambil menatap ke arah Daddy Nathan dengan tatapan sendu.
"Tuan, aku mohon jangan lakukan itu, Tanteku sedang terluka akibat ulah Paman." Mohon Joana dengan mata berkaca - kaca.
"Joana! Paman tidak mungkin menyiksa istri sendiri!" Bentak Pamannya.
Joana melepaskan ke dua tangannya kemudian menatap tajam ke arah Pamannya dengan tatapan kebencian.
"Paman, Aku melihat sendiri ketika Aku datang ke mansion. Di mana Paman melakukan hubungan suami istri dengan wanita lain dan ketika Tante marah maka Paman memukuli Tante. Kejadian itu bukan hanya sekali tapi berkali-kali ketika Joana datang ke mansion," ucap Joana sambil menatap tajam ke arah Pamannya
"Kenapa kamu tidak mengatakan ke Daddy?" tanya Ayah tirinya dengan nada kesal.
"Aku ingin mengatakan hal itu sama Daddy dan Mommy tapi Tante selalu memohon agar Joana tidak mengatakan ke Mommy dan Daddy." jawab Joana dengan jujur.
"Benarkah? Tapi kata Pamanmu kalau kamu merayunya dan Tante mu membenarkan perkataan Pamanmu," ucap Ayah tirinya dengan wajah menahan amarahnya.
Ayah tirinya sambil berbicara, arah matanya menatap tajam ke arah Delon karena Delon ikut campur urusan keluarganya.
Deg
Deg
Jantung Joana berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi perkataan Tantenya yang selama ini sangat di sayangi dan sangat diperdulikan, ternyata memfitnah dirinya.
Hal itu membuat Joana menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Pamannya Joana hanya tersenyum menyeringai dan tanpa sepengetahuan Pamannya Joana kalau Daddy Nathan, Mommy Maya dan Delon melihatnya.
"Daddy, aku tidak mungkin berbohong," ucap Joana dengan mata berkaca-kaca.
"Joana," panggil Ibunya yang tiba-tiba datang sambil menatap nyalang ke arah putri kandungnya.
"Mommy, Paman berbohong," ucap Joana untuk meminta bantuan dengan air mata siap keluar yang sejak tadi ditahannya.
"Joana, Mommy tidak percaya ternyata kamu serendah itu." ucap Ibunya sambil masih berjalan ke arah Joana dan bersiap untuk menampar Joana.
Deg
Deg
Tes
Tes
Jantung Joana kembali berdetak kencang ketika mendengar kalimat pedas Ibunya yang sangat disayanginya. Karena ke dua orang tuanya lebih percaya dengan perkataan Tante dan Pamannya membuat Joana meneteskan air matanya yang sejak tadi ditahannya.
Rasa kecewa yang teramat sangat terhadap ke dua orang tuanya di tambah Tantenya yang sangat disayangi dengan tulus membuat tubuh Joana bergetar dengan hebat.
Grep
Mommy Maya memeluk kembali tubuh gemetar Joana kemudian membelai bahunya agar mengurangi rasa sesak di hatinya.
"Cukup!" teriak Daddy Nathan tiba-tiba.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul: