Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Edwind, Edmund dan Adara


__ADS_3

''Baik Tante," jawab Edward sambil masuk ke dalam kamar Alona.


Edward melihat ke tiga bayi kembar sedang di gendong oleh Jessica, Soraya dan Sela kemudian Edward mencium punggung tangan Jessica, Soraya dan Sela secara bergantian.


"Tante Jessica, boleh aku gendong?" tanya Edward penuh harap ke arah Jessica.


"Kamu cuci tangan dulu baru boleh gendong," ucap Jessica.


"Baik Tante," ucap Edward sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci tangan.


Deg


Jantung Edward berdetak kencang ketika masuk ke dalam kamar mandi. Aroma lavender kesukaan istrinya tercium ketika Edward masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa bisa sama? parfum di kamar sama di kamar mandi? Aku jadi ingat dengan Alona," ucap Edward dengan mata berkaca-kaca.


Edward mencuci tangannya, setelah selesai Edward membasuh wajahnya agar terlihat segar dan menutupi kesedihannya. Edward keluar dari kamar mandi kemudian Seli memberikan contoh cara menggendong bayi kemudian barulah Jessica meletakkan bayinya ke dalam gendongan Edward.


Bayi tersebut tersenyum menatap ke arah Edward membuat Edward membalas senyumannya.


"Siapa namanya?" tanya Edward.


"Edwind, Daddy," jawab Jessica meniru ucapan anak kecil.

__ADS_1


Edward hanya tersenyum kemudian dengan hati-hati Edward mengecup pipi gembul Edwind membuat Edwind tersenyum dan menyentuh wajah Edward.


Deg


Jantung Edward berdetak kencang ketika melihat wajah Edwind sangat mirip dengan dirinya hanya senyuman dan warna mata mirip dengan Alona membuat Edward menatap ke arah Jessica.


"Kenapa wajah Edwind mirip denganku?" tanya Edward.


"Iya, Tante juga bingung kenapa bisa mirip ya?" tanya Jessica menjawab pertanyaan Edward dengan pertanyaan dan pura-pura tidak tahu.


"Bayi kan bisa berubah-ubah," ucap Soraya.


"Betul sekali," sambung Sela dan Seli bersamaan.


Soraya dan Sela memberikan susu namun ke dua bayi tersebut masih menangis membuat Edwind ikut menangis.


"Edward coba kamu yang gendong," ucap Soraya dan Sela bersamaan.


"Baik Tante," jawab Edward.


Edward memberikan bayi Edwind ke arah Jessica kemudian Edward menggendong sekaligus Edmund dan Adara. Ajaib ke tiga bayi kembar tersebut langsung terdiam malah tersenyum menatap Edward dan lagi - lagi jantung Edward berdetak kencang karena ke dua bayi kembar tersebut juga sangat mirip dengan dirinya membuat Edward kembali menatap ke arah Jessica, Soraya, Sela dan Seli secara bergantian.


"Kenapa wajah ke dua bayi ini sangat mirip denganku?" tanya Edward.

__ADS_1


"Tante juga tidak tahu Edward," ucap Soraya.


"Edward, Tante mau ke kamar sebentar nanti Tante akan kembali lagi," ucap Soraya.


"Tante juga, aku titip sebentar ya," sambung Sela dan Seli bersamaan.


"Ok," jawab Edward singkat.


Soraya, Sela dan Seli keluar dari kamar Alona meninggalkan Edward dan Jessica.


"Tante juga, kalau ada apa-apa ketuk pintu di kamar sebelah," ucap Jessica.


"Sebentar Tante, kalau ke dua bayi ini namanya siapa?" tanya Edward.


"Kalau yang ini Edmund dan satunya lagi namanya Adara," jawab Jessica.


"Baring kan di ranjang Tante sekalian tolong letakkan Edmund ke ranjang," pinta Edward.


"Ok," jawab Jessica singkat.


Jessica meletakkan Edwind di ranjang milik Alona kemudian Jessica mengambil Edmund dari gendongan Edward untuk diletakkan di ranjang atas permintaan Edward.


"Tante tinggal sebentar ya," ucap Jessica.

__ADS_1


('Maaf Edward, Tante melakukan ini agar kamu dekat dengan ke tiga anak kembar kalian karena bagaimanapun mereka membutuhkan kasih sayang orang tua," ucap Jessica dalam hati).


__ADS_2