Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Edward dan Alona


__ADS_3

"Maaf tuan," jawab dokter tersebut sambil menahan kesal.


Kemudian dokter tersebut berjalan ke arah Alona kemudian mulai memeriksa keadaan Alona setelah beberapa saat dokter tersebut sudah selesai mengecek kondisi Alona.


"Kondisinya sudah mulai membaik tapi untuk sementara nyonya Alona jangan mandi dulu agar luka pada perutnya tidak mengalami infeksi," ucap dokter tersebut sambil merapikan perlengkapan dokternya.


"Sampai berapa lama aku tidak mandi?"tanya Alona.


"Tiga sampai empat hari setelah itu silahkan mandi," jawab dokter tersebut.


"Baik dok terima kasih," jawab Alona sambil tersenyum manis.


"Sudah menjadi tugas saya," jawab dokter cantik tersebut sambil sekali - kali matanya melirik ke arah Edward.


("Si*l kenapa kak Edward tidak menatapku malah menatap wanita yang tidak punya malu itu," ucap dokter tersebut dalam hati).


("Aku merasa dokter itu menyukai suamiku, jika seandainya suamiku dan dokter itu saling menyukai aku akan melepaskannya dan pergi dari kehidupannya," ucap Alona dalam hati yang tidak ingin menjadi duri hubungan mereka).


Tanpa melihat Edward melambaikan tangan tanda supaya dokter tersebut di suruh pergi membuat dokter cantik tersebut hanya bisa menahan kekesalannya.


Dokter cantik itu pun pergi meninggalkan mereka berdua sambil berfikir agar memisahkan hubungan mereka berdua.


"Sepertinya dokter itu menyukai kak Edward," ucap Alona.


"Aku tahu," jawab Edward sambil melirik ke arah Alona.

__ADS_1


"Apakah kak Edward juga menyukai dokter itu?" tanya Alona.


"Kalau iya, apakah kamu marah?" tanya Edward balik bertanya sambil masih menatap wajah cantik Alona.


"Tidak," jawab Alona sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit ketika suaminya menjawab ucapannya.


"Asal suamiku bahagia silahkan kak Edward menikah dengan wanita itu," jawab Alona walau dalam hatinya bertentangan.


"Lalu kamu?" tanya Edward.


"Aku akan pergi dari kehidupan kak Edward karena aku tidak mau menjadi duri dari hubungan kak Edward dengan dokter itu," jawab Alona.


"Pergi sambil membawa harta berhargaku?" tanya Edward sambil menahan amarahnya karena jawabannya tidak sesuai apa yang dipikirkannya.


"Bukankah aku sudah bilang aku tidak tertarik dengan harta kak Edward karena bagiku harta tidak bisa di bawa ma ti jadi aku tidak tertarik sama sekali," jawab Alona.


"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Edward tanpa memperdulikan ucapan Alona.


"Jujur iya karena kak Edward suamiku," jawab Alona.


"Kalau mencintaiku kenapa membiarkan aku menikah dengan wanita lain?" tanya Edward.


"Cinta yang tulus adalah membiarkan orang yang kita cintai menikah dengan orang lain dari pada kita menikah tapi salah satunya tidak bahagia. Jadi aku merelakan kak Edward menikah dengan dokter itu asalkan kak Edward tulus dan jangan menyakiti hatinya karena sudah cukup aku yang terluka," ucap Alona sambil tersenyum walau dalam hatinya terluka.


"Apakah kamu sudah bisa jalan?" tanya Edward tanpa menjawab ucapan Alona

__ADS_1


"Bisa," jawab Alona sambil bangun dari ranjang.


"Jalanmu agak susah lebih baik aku gendong saja," ucap Edward.


Tanpa menunggu jawaban Edward menggendong Alona menuju ke arah pintu membuat Alona mengalungkan kedua tangannya ke leher Edward.


("Jika kak Edward baik dan perhatian padaku, aku semakin sulit untuk melupakanmu," ucap Alona dalam hati).


("Aku tidak tahu kenapa dekat denganmu perasaanku sangat nyaman," ucap Edward dalam hati).


"Buka pintunya,"pinta Edward.


Ceklek


Alona membuka pintu kamarnya kemudian Edward mendorong pintu tersebut dan berjalan ke arah pintu utama.


Kini Alona duduk di kursi samping pengemudi sedangkan Edward duduk di kursi pengemudi. Edward mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mansion nya.


"Aku baru sadar kak Edward sudah pakai kemeja, sejak kapan ganti ?" tanya Alona yang melihat Edward sudah memakai pakaian santai.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2