Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Edwind


__ADS_3

("Kalau ada waktu Edward akan ke sana tapi untuk sekarang Edward ingin video call untuk melihat ke tiga bayi kembarnya," ucap Edward penuh harap).


Seli menatap ke arah Alona dan Alona menganggukkan kepalanya tanda setuju. Seli langsung memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.


"Tante Seli, jangan sorot wajahku," pinta Alona.


"Ok," jawab Seli.


Seli menekan tombol video call dan sambungan komunikasi langsung terhubung. Seli melihat Edward sedang duduk di sofa kamarnya dengan mata sembab.



("Edward, kamu habis menangis?" tanya Seli).


("Iya Tante," jawab Edward tanpa malu jika dirinya menangis).


("Kenapa kamu menangis?" tanya Seli).


("Ketika Tante cerita tentang ke tiga anak kembar, Edward jadi sedih dengan ke tiga anak Edward yang belum sempat Edward lihat," jawab Edward).


Seli melirik ke arah Alona dan Seli melihat kalau Alona ikut menangis mendengar ucapan Edward.


("Oh ya Edward, kamu ingin melihat ke tiga bayi kembar kan? tanya Seli mengalihkan pembicaraan).

__ADS_1


("Iya Tante, Edward ingin melihatnya," jawab Edward dengan semangat).


"Sebentar," ucap Seli sambil menekan tombol layar belakang karena awalnya layar depan agar Edward dapat melihat ke tiga anak kembarnya.


Seli mengarahkan ponselnya ke arah Jessica yang sedang menggendong anak pertama Edward dengan Alona.


(" Hallo Edward, ini anak pertama namanya Edwind," ucap Jessica sambil melambaikan tangan Edwin ke arah layar ponsel milik Seli).


("Edwind," panggil Edward dengan tatapan sendu).


Entah kenapa Edward ingin rasanya datang ke sana dan langsung memeluknya. Awalnya mata Edwind tertutup tanda dirinya sedang tertidur pulas namun ketika mendengar suara Edward memanggil dirinya membuat Edwind membuka matanya kemudian tersenyum.


Edwind mengoceh tidak jelas membuat Mommy Maya, Alona, Jessica, Soraya, Sela dan Seli sangat terkejut dengan perubahan mendadak Edwind.


Edwind hanya tersenyum sambil masih mengoceh sedangkan Edward merasa kalau dirinya seperti ada ikatan antara ayah dengan anak tapi apakah mungkin itu yang dipikirkan oleh Edward.


("Edwind sayang, sekarang tidur nanti Daddy temani kamu bermain," ucap Edward tanpa sadar menyebut dirinya Daddy).


("Kok kamu menyebut dirinya Daddy?" tanya Jessica dengan wajah terkejut walau sebenarnya benar adanya).


("Tidak tahu Tante kenapa Edward mengatakan hal itu tapi Edward merasa ada ikatan antara ayah dengan anak," jawab Edward dengan jujur).


("Bolehkah Edward, menganggap mereka anak-anak kandungku?" tanya Edward penuh harap).

__ADS_1


Jessica mengarahkan matanya ke arah Alona untuk meminta persetujuan dan Alona hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


("Boleh," jawab Jessica singkat).


('Seandainya kamu tahu kalau ke tiga bayi kembar itu sebenarnya adalah anak - anak kandungmu,' sambung Jessica dalam hati).


('Maafkan aku kak dan anak - anak Mommy kalau Mommy memisahkan kalian,' ucap Alona dalam hati dengan mata berkaca-kaca).


("Anak-anak Daddy, kalau Daddy ada waktu Daddy akan ke sana untuk menemui kalian," ucap Edward sambil tersenyum).


("Baik Dad, Edwind tunggu bersama ke dua adik Edwind," jawab Jessica mengikuti suara anak kecil).


Edward tertawa mendengar suara Jessica membuat Edwind ikut tersenyum melihat wajah Edward.


("Tante masih lama tinggal di sana?" tanya Edward yang ingin melihat ke tiga anak kembarnya).


("Masih sekitar seminggu lagi setelah itu kami pulang ke mansion," jawab Jessica).


("Kalau begitu besok Edward pergi ke luar negri untuk menemui mereka bertiga," ucap Edward penuh semangat).


Jessica menatap ke arah Alona sedangkan Alona langsung diam membatu ketika Edward mengatakan hal tersebut.


'Alona lebih baik pertemukan mereka bertiga ke Edward karena bagaimanapun Edward adalah ayah kandungnya,' bisik Mommy Maya di telinga Alona.

__ADS_1


'Tapi untuk saat ini Alona tidak ingin bertemu dengan Kak Edward,' bisik Alona.


__ADS_2