
"Udaranya sangat panas," ucap Alona sambil menutup pintu balkon.
Alona menekan tombol power AC agar ruangan tersebut menjadi dingin.
("Lebih enak kalau memakai pakaian tipis tapi lebih baik mengganti pakaiannya di kamar mandi," ucap Alona dalam hati).
Alona membuka lemari pakaian dan mencari pakaian tipis hingga dirinya melihat ada dua pasang pakaian yang sangat seksi hingga Alona mengambil salah satu pakaian tersebut .
"Sepertinya enak buat dipakai buat tidur," ucap Alona.
Alona berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaian setelah lima menit kemudian Alona sudah selesai dan berbaring di ranjang sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
("Takutnya pas ruangannya dingin dan aku tidur dengan pulas tiba-tiba tubuh ku menggigil kedinginan,'' ucap Alona dalam hati yang terpaksa memakai selimutnya karena hawanya lumayan panas).
("Aku akan mencari ide agar aku bisa keluar dari mansion ini," ucap Alona dalam hati sambil menguap)
Karena lelah berfikir Alona memejamkan matanya dan tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus.
Ceklek
Tidak berapa lama pintu kamar Alona terbuka dan seorang pria tampan siapa lagi kalau bukan Edward masuk ke dalam kamar Alona.
"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu berniat untuk kabur dari mansion? Jangan harap kamu bisa melakukan itu karena mansion ini dilengkapi dengan cctv terlebih keluarga besar Alvonso pintar meretas cctv jadi kemanapun kamu pergi aku bisa menemukan dirimu," ucap Edward.
Alona yang tidur dengan pulas tanpa sengaja membuang selimutnya ke arah samping hingga terlihat jelas pakaian tidur Alona yang tipis hingga menampilkan tubuh seksi Alona terlebih dua gunung kembar milik Alona yang menantang Edward.
"Si*l kenapa aku menginginkan hubungan suami istri?" tanya Edward.
__ADS_1
Edward menurunkan celana panjangnya kemudian berlanjut celana boxer nya dan membuangnya secara asal. Edward berjalan ke arah ranjang kemudian menaiki tubuh Alona.
Edward memberikan pemanasan terlebih dahulu membuat Alona mengeluarkan suara merdunya tanpa membuka ke dua matanya. Edward tersenyum mendengar suara merdu istrinya, Edward kembali memberikan pemanasan.
"Alona nakal juga, tidak memakai celana dal*m," ucap Edward ketika menyentuh bagian privasi milik Alona.
Edward kembali memberikan pemanasan setelah di rasa cukup Edward memegang tombak saktinya untuk dimasukkan ke dalam goa milik istrinya.
Jleb
"Akhhhhhhhh .. Kak Edward ... Apa yang kakak lakukan?" tanya Alona sambil men de sah ketika bagian privasinya dimasuki tombak sakti milik Edward.
"Seperti yang kamu lihat," jawab Edward sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
Edward memainkan dua gunung kembar milik Alona membuat Alona terbawa suasana terlebih ruangannya sangat dingin. Hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti milik Edward dan sengaja dimasukkan ke dalam.
"Kak Edward kalau aku hamil bagaimana?" tanya Alona dengan wajah sendu.
"Kak Edward tidak memintaku untuk menggugurkannya kan?" tanya Alona sambil membalas pelukan suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Justru aku sangat marah jika kamu berani menggugurkannya," jawab Edward dengan tegas.
"Aku tidak mungkin menggugurkannya walau nyawaku menjadi taruhannya," jawab Alona.
"Apa maksudmu Alona?" tanya Edward yang tidak suka mendengar ucapan Alona.
"Aku pernah mendengar dari orang - orang jika melahirkan anak nya taruhannya adalah nyawanya. Jadi jika suatu saat nanti kak Edward di suruh memilih maka pilihlah anak kita,'' jawab Alona.
Edward hanya diam tanpa menjawab karena sejujurnya dirinya sangat berat untuk memilih Alona atau anak kandungnya.
__ADS_1
"Kak Edward berjanjilah padaku jika suatu saat nanti aku melahirkan pilihlah anak kita. Aku tidak akan marah atau membenci mu jika kak Edward menikah lagi asalkan kak Edward dan wanita itu menyayangi anak kita tapi jika ..." ucap Alona menggantungkan kalimatnya.
"Jika apa?" tanya Edward penasaran.
Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan sepasang matanya mulai berkaca-kaca.
"Jika kak Edward dan istri kak Edward tidak menyayangi nya aku akan memohon pada Tuhan agar aku bisa membawa anak kita karena aku tidak ingin anak kita menderita seperti diriku," jawab Alona.
"Selain itu ..." ucap Alona menggantungkan kalimatnya untuk menahan rasa sesak di hatinya.
"Apa?" tanya Edward penasaran.
"Jika memang takdir ku ma ti ketika melahirkan aku minta satu permintaan dan aku harap kak Edward bersedia menuruti permintaan terakhirku," ucap Alona sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
"Apa permintaan terakhirmu?" tanya Edward penasaran.
"Aku ingin sepasang mata, jantung, sepasang ginjal dan apa yang ada di tubuhku yang bisa digunakan untuk orang yang membutuhkannya aku bersedia untuk didonorkan." ucap Alona.
Deg
Deg
Deg
Jantung Edward berdetak kencang karena baru kali ada seorang wanita yang rela melakukan itu.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Edward penasaran.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :