
("Aduh kenapa kak Edward duduk di sini? Akukan tidak bisa kabur?" tanya Alona dalam hati).
Alona yang tidak betah memejamkan matanya membuat Alona terpaksa membuka matanya dan melihat suaminya sedang menatapnya.
"Ada apa kak?" tanya Alona
"Tidak ada," jawab Edward sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.
Tidak berapa lama perut Edward bernyanyi riang tanda dirinya lapar.
"Makanlah dulu kak nanti sakit," ucap Alona sambil tersenyum.
("Setelah dirimu pergi maka aku akan kabur," sambung Alona).
"Tumben perhatian?" tanya Edward dengan wajah curiga sambil menatap tajam ke arah Alona.
"Apakah seorang istri tidak boleh perhatian?" tanya Alona sambil menatap ke arah Edward.
"Boleh saja, hanya terasa aneh saja," jawab Edward dengan nada curiga.
Alona hanya bisa mengembuskan napasnya dengan perlahan sedangkan Edward yang sangat lapar langsung berdiri.
"Mau kemana?" tanya Alona.
"Bukankah tadi kamu memintaku untuk makan?" tanya Edward.
"Iya maaf," jawab Alona yang malas berdebat.
__ADS_1
Tanpa menjawab Edward berjalan meninggalkan Alona sendirian di ruangannya sedangkan Alona menghembuskan nafasnya dengan dengan perasaan lega.
Setelah melihat Edward sudah pergi, Alona turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu sambil berharap tidak ada orang yang masuk ke dalam ruang perawatan.
Ceklek
Alona membuka pintu perlahan kemudian mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit.
"Tidak ada orang, baguslah aku bisa kabur dari sini,"ucap Alona sambil membuka pintu yang lebih lebar.
Alona dengan langkah cepat berjalan ke arah parkiran belakang agar tidak ketahuan karena dari depan bisa saja dirinya ketahuan. Tanpa sepengetahuan Alona ada dua berpakaian serba hitam berjalan mengikuti Alona siapa lagi kalau bukan dua bodyguard milik Edward untuk menjaga Alona agar tidak kabur.
"Nyonya Edward, mau kemana?" tanya salah satu bodyguardnya Edward.
("Si*l ketahuan, apa alasanku ya?" tanya Alona dalam hati).
"Biarkan kami yang membelinya, silahkan Nyonya kembali ke kamar," ucap bodyguard tersebut.
"Baiklah," jawab Alona terpaksa patuh sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan dua bodyguard tersebut.
("Jika aku melawannya yang ada nanti aku dipersulit di saat aku mau kabur lagi ," ucap Alona dalam hati).
Alona berjalan tanpa bicara sedikitpun sedangkan ke dua bodyguard milik Edward mengikutinya dari arah belakang menuju ke ruang perawatan VVIP.
Tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata menatap Alona dengan penuh kebencian dan rasa iri hati atas keberuntungan Alona.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di depan pintu perawatan dan salah satu bodyguard membuka pintu kamar perawatan tersebut.
__ADS_1
Alona masuk ke dalam ruang perawatan dan melihat Edward sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
"Mau kabur?" tanya Edward dengan wajah sinis.
"Tidak, aku ingin makan cemilan makanya aku keluar," jawab Alona berbohong sambil berjalan ke arah ranjang.
"Sepertinya kamu sudah sehat, lebih baik kita pulang," ucap Edward sambil turun dari kursi.
Alona hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak protes. Alona langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu ruang perawatan dengan diikuti oleh Edward.
"Kita pamitan dulu sama Nenek setelah itu kita pulang," ucap Edward.
"Baik," jawab Alona singkat.
Deg
Deg
Ketika tangan Alona menggenggam gagang pintu bersamaan tangan Edward menggenggam tangan Alona yang sedang menggenggam gagang pintu membuat jantung ke duanya berdetak kencang.
"Maaf," ucap Alona sambil menarik tangannya namun tangannya di tarik oleh Edward.
Bruk
Alona yang belum ada persiapan menabrak dada bidang suaminya membuat jantung Alona kembali berdetak kencang.
"Ada apa kak?" tanya Alona sambil menatap wajah tampan suaminya dengan wajah memerah.
__ADS_1