Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona dan Edward


__ADS_3

("***Seharusnya aku yang menikah dengan Alona bukan Alena, si*l gara aku di jebak oleh Alena aku gagal menikah dengan Alona. Bagaimana pun caranya Alona harus menjadi milikku," ucap pria tersebut dalam hati).


("Semoga setelah kamu menikah dengan Edward sifat jelek dan jahat mu terhadap adik kembar mu bisa berubah menjadi lebih baik. Maafkan Daddy yang sudah menjadi daddy yang gagal," ucap Daddynya Alona dan Alena dalam hati***).


Alona dan Edward duduk di kursi belakang dan di depan pengemudi duduk bodyguard yang merangkap sebagai sopir dan di sebelah pengemudi duduk bodyguard yang bertugas memperhatikan jalan jika ada musuh yang mengikuti mereka.


Singkat cerita kini Alona dan Edward sudah sampai di mansion milik Edward dan Edward sengaja meliburkan para pelayan dan para bodyguardnya. Selesai mengantar Alona dan Edward ke dua bodyguard langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kak Edward kenapa mansion sebesar ini sangat sepi?" tanya Alona.


"Mansion ini selalu sepi para pelayan akan datang besok pagi, apakah kamu bisa memasak jika tidak aku akan memesan makanan?" tanya Edward sambil melirik sekilas ke Alona.


"Bisa," jawab Alona singkat.


Edward hanya diam saja walau dalam hatinya tidak yakin kalau Alona dapat melakukannya. Mereka masuk ke dalam mansion hingga mereka menaiki anak tangga satu demi satu hingga mereka melihat ada dua kamar.

__ADS_1


"Kamarmu sebelah kiri dan kamarku sebelah kanan setelah ini kamu membersihkan diri datang ke kamarku untuk menandatangani surat perjanjian kontrak pernikahan karena kemarin aku lupa memberikan ke kamu," ucap Edward dengan nada dingin.


Deg


Jantung Alona berdetak kencang ketika mendengar ucapan Edward membuat Alona memejamkan matanya sambil menganggukkan kepalanya.


"Baik, tapi aku tidak membawa pakaianku jadi bolehkah aku pulang dulu ke rumah orang tuaku? tanya Alona.


"Semua yang kamu perlu perlukan ada di kamarmu jadi kamu tidak perlu ke rumah orang tuamu," jawab Edward sambil membuka pintu kamarnya.


Alona membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya yang lebih luas dari kamarnya.


"Alona semangat, jangan sedih jika suamimu melukaimu lebih baik kamu kabur saja dan pergi dari mansion ini," ucap Alona memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


"Untuk membersihkan mansion, mencuci, menyetrika dan memasak aku akan terima termasuk meminta haknya karena kak Edward adalah suamiku jadi aku sebagai seorang istri harus memberikannya kecuali jika luka fisik dan perasaan luka aku akan pergi menjauh," sambung Alona.

__ADS_1


Alona yang memakai pakaian kebaya tidak mengalami kesulitan ketika membuka satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun kemudian memasukkan semuanya ke dalam ranjang khusus pakaian kotor.


Setelah selesai Alona membersihkan tubuhnya yang lengket hingga sepuluh menit kemudian Alona keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah lemari pakaian.


Alona membuka lemari dan melihat semua pakaiannya masih baru kemudian mengambil salah satu pakaiannya dan memakainya. Setelah selesai Alona ke meja rias begitu banyak kosmetik dari satu set pembersih muka, cream, bedak, lotion, lipstik, eye shadow dan eyeliner.


Alona yang tidak suka dandan hanya memakai bedak dan lipstik. Walau begitu wajahnya semakin bertambah cantik.


"Sudah selesai sekarang aku akan ke kamar kak Edward," ucap Alona.


"Kenapa jantungku berdebar ya? Sadar Alona dia tidak mungkin menyentuhmu buktinya kita di kamar terpisah," ucap Alona.


Alona membuka pintu kamarnya kemudian berjalan ke arah samping kanan kemudian mengetuk pintu.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk," jawab Edward.


__ADS_2