
''Suamiku itu hanya mengantar ke dua orang tuanya ke mansion tapi setelah itu suamiku kembali lagi ke sini untuk menjemput ku,'' jawab Delisa berbohong.
Ke dua besannya hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua besannya tersebut berpamitan karena mereka ada janji dengan kliennya dan Delisa percaya dengan apa yang dikatakan oleh besannya.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di kamar pengantin di mana Eden sudah resmi menikah dengan suami pilihan Delisa.
"Kamu mandilah," ucap suaminya sambil berbaring di ranjang.
Tanpa banyak bicara Eden berjalan ke arah kamar mandi. Eden melepaskan pernak pernik yang menghias di kepalanya hingga akhirnya tinggal melepaskan gaun pengantinnya.
"Aduh bagaimana menarik resleting gaun pengantin ku?" tanya Eden sambil berusaha menarik resleting namun tidak bisa.
"Apa aku minta bantuan kak Agung? Sudahlah minta tolong kak Agung saja," ucap Eden akhirnya.
Eden membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kamar mandi, sampai di depan pintu Eden membuka pintu kamar mandi.
ceklek
Eden membuka pintu dan melihat suaminya sedang mengotak atik ponsel miliknya. Agung yang mendengar suara pintu kamar mandi di buka membuat Agung mengangkat kepalanya.
"Ada apa?" tanya Agung.
"Aku tidak bisa menurunkan resleting," jawab Eden.
Tanpa menjawab Agung turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah Eden sedangkan Eden membalikkan badannya. Agung menurunkan resleting gaun pengantin hingga jatuh di lantai.
Glek
__ADS_1
Agung melihat tubuh mulus Eden membuat Agung menelan saliva nya dengan kasar membuat tombak saktinya terasa sesak. Eden yang hany menggunakan bungkusan yang menutupi dua gunung kembar dan memakai segitiga bermuda untuk menutupi bagian privasi nya dengan langkah cepat berjalan ke arah kamar mandi.
Agung yang ingin merasakan hubungan suami istri langsung melangkahkan kakinya dengan cepat kemudian menarik tangan Eden.
"Kak Agung, mau ngapain?" tanya Eden dengan wajah pucat pasi.
"Melakukan hubungan suami istri," jawab Agung tanpa basa basi.
Agung menarik tangan Eden menuju ke arah ranjang membuat Eden berusaha melepaskan tangan yang di genggam oleh Agung.
"Kak Agung, aku belum siap jadi aku mohon jangan lakukan itu sekarang," mohon Eden untuk pertama kalinya.
"Siap tidak siap kamu harus siap karena kamu istriku dan aku sebagai suami berhak melakukan hubungan suami istri," jawab Agung.
Bruk
Agung mendorong tubuh Eden hingga jatuh terlentang kemudian Agung menarik dasinya hingga terlepas sedangkan Eden berusaha turun namun langsung di dorong kembali oleh Agung hingga jatuh terlentang kembali.
Agung melepaskan jas pengantinnya kemudian membuangnya secara asal dan berlanjut melepaskan satu persatu kemeja miliknya sedangkan Eden menggelengkan kepalanya sambil mengeluarkan air matanya.
"Kak Agung, aku belum siap," ucap Eden.
"Kamu harus siap dan kita akan melakukan hubungan suami istri sekarang," jawab Agung yang tidak bisa menahan lebih lama lagi.
Agung membuang secara asal kemejanya setelah kancing kemeja sudah terlepas semuanya hingga menampilkan perutnya yang kotak-kotak.
Kini Agung melepaskan gesper miliknya kemudian mengikat ke dua kaki Eden dengan menggunakan gesper. Setelah diikat Agung baru turun dari ranjang untuk melepaskan celana panjang warna hitam berikut celana boxer nya hingga menampilkan tombak saktinya yang berdiri dengan tegak.
__ADS_1
"Kak Agung, jangan gi*a aku tidak mau!" teriak Eden.
Plak
"Jangan berteriak ataupun membentak ku karena aku tidak suka apalagi mengatakan aku pria gi*a," ucap Agung dengan nada satu oktaf kemudian menampar Eden untuk pertama kalinya.
"Dasar gi*a, kalau tahu begini aku tidak bakalan mau menikah dengan pria gi*a sepertimu," ucap Eden dengan nada ikut naik satu oktaf.
Selama ini Eden tidak pernah di bentak ataupun di pukul karena itulah ketika dirinya diperlakukan seperti itu membuat Eden tidak terima dan melawannya.
Plak
Plak
Agung yang sangat kesal dengan bentakan Eden di tambah Eden mengatakan pria gi*a lagi sebanyak dua kali padahal sudah diperingatkan untuk tidak mengatakannya membuat Agung marah kemudian langsung menampar pipi Eden kanan dan kiri hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Tutup mulutmu, aku bilang jangan menyebutku pria gi*a ataupun berbicara keras denganku," ucap Agung sambil membuka kaitan bungkusan dua gunung kembar milik Eden.
Setelah terlepas Agung membuang bungkusan dua gunung kembar milik Eden secara asal lalu berlanjut ke segitiga bermuda. Agung melepaskan ikatan gesper kemudian menurunkan segi tiga bermuda hingga Eden polos tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.
Agung berbaring di atas tubuh Eden kemudian memasukkan mulutnya ke salah satu gunung kembar miliknya dan salah satu tangannya memainkan gunung kembarnya yang menganggur.
Antara enak dan sakit karena Agung bermain kasar yaitu terkadang menggigit pucuk gunung kembar milik Eden.
"Pelan-pelan sakit," mohon Eden.
Agung tidak memperdulikan ucapan Eden karena dirinya ingin memuaskan dirinya sendiri tanpa memperdulikan permintaan Eden.
__ADS_1
Setelah puas bermain Agung menuntun tombak saktinya ke arah goa yang sempit yang belum pernah di sentuh oleh pria lain membuat Eden menggelengkan kepalanya sambil mengeluarkan air mata nya.
"Aku mohon jangan lakukan itu," mohon Eden.