
"Tidak pernah, ketika kami berkumpul mantan istrinya mempunyai kebiasaan menjelekkan salah satu iparnya hingga akhirnya anak dan menantu Mommy dan Daddy pergi bersama pasangannya sambil saling berpelukan." Jawab Mommy Maya.
"Delon yang mendengarnya sangat marah terhadap mantan istrinya dan kemudian pergi meninggalkannya begitu pula dengan Daddy dan Mommy diikuti anak - anak dan para menantu Mommy dan daddy." Sambung Mommy Maya panjang lebar.
Joana yang mendengar cerita Mommy Maya hanya diam mendengarkan tanpa berani berkomentar.
"Sejak saat itu ke empat anak kembar Mommy dan Daddy bersama pasangan masing-masing seminggu sekali berkumpul di suatu tempat. Terkadang di mansion dan terkadang di restoran dengan mengundang Delon tapi dengan satu syarat tidak boleh membawa istrinya." Ucap Mommy Maya.
"Kenapa tidak diberi satu kesempatan Mom?" tanya Joana setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Sudah diberikan kesempatan sebanyak tiga kali tapi tidak pernah berubah selain itu Dia selalu berprasangka buruk dengan sahabatnya sekaligus adik iparnya yang bernama Soraya." Jawab Mommy Maya.
"Oh ya, nanti Mommy akan memperkenalkan mu sama anak-anak Mommy dan Daddy, ke empat adik kembarnya Delon juga keluarga besar lainnya." Ucap Mommy Maya mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Joana malu Mom." ucap Joana.
"Kenapa malu? Mereka semua baik dan tidak pernah merendahkan orang lain jadi kamu tenang saja dan jangan kuatir karena kamu pasti di terima oleh keluarga besar suamiku." Ucap Mommy Maya.
"Tapi waktu dikenali, Mommy temani Joana ya." pinta Joana.
"Iya tenang saja." jawab Mommy Maya sambil tersenyum.
Joana kembali tersenyum begitu pula dengan Mommy Maya. Mereka kembali mengobrol sambil sesekali tertawa bersama membuat Joana sangat bahagia.
Di tempat yang sama tapi di ruangan yang berbeda lebih tepatnya di kamar Delon di mana Delon duduk di sofa dan duduk berhadapan dengan Daddy Nathan yang hanya dibatasi oleh meja.
"Delon, Daddy hanya ingin tahu apakah kamu menyukai Joana?" tanya Daddy Nathan sambil menatap putra sulungnya.
"Delon tidak tahu Dad, ketika berdekatan dengan Joana jantung Delon berdetak sangat kencang terlebih ketika menatap bibirnya membuat Delon tidak tahan untuk mencium bibirnya." Jawab Delon dengan jujur.
"Selain itu adik kecilmu langsung tegang dan ingin merasakan seperti apa rasanya." ucap Daddy Nathan dengan nada menyindir.
"Kok Daddy bisa tahu?" tanya Delon dengan wajah terkejut.
"Ya tahulah dulukan Daddy begitu juga." jawab Daddy Nathan.
"Sama Mommy?" tanya Delon kepo.
Pletak
"Aduh Daddy, kenapa menjitak kepala Delon?" tanya Delon dengan nada protes.
"Biarin, habis kamu itu bikin Daddy kesal, tentu saja sama Mommy. Memang sama siapa lagi kalau bukan sama Mommymu." jawab Daddy Nathan sambil menatap sebal ke arah putra sulungnya.
__ADS_1
"Hehehehe... Daddy jangan marah donk." rayu Delon.
"Rayuan mu tidak mempan." ucap Daddy Nathan sambil masih menatap kesal ke arah Delon.
"Kalau Mommy?" tanya Delon.
"Baru mempan." Jawab Daddy Nathan.
"Kalau begitu nanti Delon minta bantuan Mommy untuk selalu membahagiakan Daddy yang sangat tampan dan baik hati." ucap Delon sambil tersenyum manis.
"Sepertinya ada udang di balik bakwan." celetuk Daddy Nathan.
"Hehehehe... Daddy memang hebat." jawab Delon sambil tertawa.
"Dari dulu." jawab Daddy Nathan bangga.
"Menyesal memuji Daddy." Ucap Delon sambil menatap Daddy Nathan dengan sebal.
"Sudahlah sekarang Daddy mau bicara serius sama kamu. Waktu kamu baru menikah dengan Delisa apakah kalian pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya Daddy Nathan kepo.
"Aish ... Kenapa Daddy ingin tahu?" tanya Delon balik bertanya.
"Nanti Daddy akan kasih tahu kenapa Daddy menanyakan hal ini." jawab Daddy Nathan.
"Jujur Dad, waktu adik kembarku Lemos dan calon adik iparku Soraya berbaring di rumah sakit. Sebenarnya Delon tidak ingin mengantar Delisa tapi karena Mommy dan Daddy meminta Delon maka terpaksa Delon mengantar Delisa." Ucap Delon.
"Delon melakukan itu juga karena Delisa sahabat Soraya. Jika bukan, Delon jujur sangat malas untuk mengantar Delisa pulang." Sambung Delon menceritakan awal kisahnya kenapa dirinya terpaksa menikah dengan Delisa.
"Ketika sampai di mansion milik Delisa, Delisa menawarkan untuk masuk ke dalam mansion dan memberikan minuman hingga akhirnya kami melakukan hubungan suami istri." sambung Delon menceritakan secara singkat.
"Seandainya Mommy dan Daddy tahu niat jahat Delisa, Daddy dan Mommy tidak akan memintamu mengantar Delisa pulang. Maafkan Mommy dan Daddy karena gara-gara Delisa, Kamu terpaksa menikah dengan Delisa." Ucap Daddy Nathan merasa bersalah.
Selama ini Delon tidak pernah menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Delon hanya cerita kalau dirinya terbawa suasana hingga akhirnya melakukan hubungan suami istri.
Delon sengaja tidak menceritakan karena tidak ingin Delisa di anggap wanita mu x ra x han atau wanita licik oleh keluarga besarnya.
Namun ternyata keputusannya salah di mana Delisa sering mencari masalah terhadap ke empat adik kembarnya dan ke empat adik iparnya. Hal itu membuat Delon tidak pernah membawa istrinya ketika ada acara keluarga besarnya.
Sebenarnya Delon ingin menceraikan istrinya namun dirinya tidak bisa karena istrinya hamil. Hal itu membuat Delon bertahan dan menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja.
"Itu sudah terjadi Dad dan tidak bisa di putar ulang." ucap Delon yang tidak bisa menyalahkan ke dua orang tuanya.
"Setelah kalian menikah apakah kalian kembali melakukan hubungan suami istri?" tanya Daddy Nathan penasaran.
__ADS_1
"Jujur Dad, Delon tidak ingin melakukan hubungan suami istri karena itu Aku meminta ke Delisa untuk tidur di kamar terpisah." Jawab Delon.
"Lalu?" Tanya Daddy Nathan penasaran.
"Hingga di hari ke enam di mana kami habis makan dan minum bersama. Kami istirahat di kamar Kami masing-masing namun ketika Delon berbaring di ranjang tiba - tiba ..." Ucap Delon menggantungkan kalimatnya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Entah kenapa tiba-tiba tubuh Delon mulai panas dan ingin sekali melakukan hubungan suami istri." Sambung Delon.
"Terus kamu ke kamar Delisa?" tanya Delon.
"Tidak Dad, Delon pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuh Delon agar adik kecil Delon tidur lagi hingga tiba-tiba Delisa masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polos tanpa menggunakan sehelai benang pun. Obat itu sangat kuat membuat Delon kembali melakukan hubungan suami istri." Jawab Delon.
"Memang kamar mu tidak di kunci?" Tanya Daddy Nathan penasaran.
"Tidak pernah di kunci Dad, karena itulah sejak kejadian itu Delon selalu mengunci kamar Delon." Jawab Delon.
"Lalu selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya Daddy Nathan penasaran.
"Besok paginya ketika Delon bangun dan mulai mengingat apa yang telah terjadi membuat Delon marah dan mengancam Delisa. Jika mengulangi kesalahan yang ke tiga kalinya maka Delon akan menceraikan Delisa." sambung Delon.
"Tentunya Delisa menyangkal dan menolak untuk diceraikan." celetuk Daddy Nathan.
"Betul sekali kata Daddy, Delisa menyangkal kalau Delisa tidak melakukan hal itu dan menolak untuk diceraikan hingga akhirnya Delon meretas rekaman cctv mansion milik Delon dan ternyata Delisa menyuruh kepala pelayan untuk menaburkan obat ke dalam makanan yang akan Delon makan selain itu juga minuman Delon diberikan obat perang sang makanya obatnya sangat kuat.'' jawab Delon.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Daddy Nathan penasaran.
"Delisa akhirnya tidak bisa menyangkal karena buktinya sangat kuat dan Delon mengancam akan menceraikannya jika melakukan untuk yang ke tiga kalinya. Sejak saat itu Delisa dan Delon hidup seperti orang asing yang tidak saling kenal." Jawab Delon.
"Hingga suatu ketika Delisa mengatakan kalau dirinya hamil dan Delisa memohon padaku agar Aku mau memaafkannya dan ingin kami tidur bersama layaknya sepasang suami istri." sambung Delon.
"Lalu?" Tanya Daddy Nathan.
"Delon menolaknya hingga Delisa melahirkan kami tetap tidur di tempat kamar masing - masing. Hingga ke dua anak kembar kami berusia lima tahun bertanya kenapa kami tidur di kamar terpisah? Delon bilang kalau kami tidur satu kamar dan sejak saat itu kami tidur bersama tapi Delon tidur di sofa sedangkan Delisa tidur di ranjang.
"Berarti hanya dua kali kalian melakukannya? Atau nambah lagi?" tanya Daddy Nathan penasaran.
"Hanya dua kali kami melakukan hubungan suami istri walau Delisa merayuku tapi Aku sama sekali tidak perduli." Jawab Delon.
"Hingga Delon mengajukan untuk berpisah dari pada saling menyakiti. Delisa setuju asalkan memberikan mansion yang kami tempati dan beberapa properti milik Delon atas nama Delisa." Ucap Delon mengakhiri ceritanya.
"Wanita itu sangat licik." ucap Daddy Nathan sambil menahan amarahnya.
"Betul kata Daddy." ucap Delon.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Joana?" tanya Daddy Nathan.