
"Baik Tante," jawab Edward.
"Oh ya, kalau nangis dot nya ada di situ," ucap Jessica sambil menunjuk ke arah meja dekat ranjang.
"Baik Tante," jawab Edward.
Jessica hanya menganggukkan kepalanya kemudian Jessica berjalan meninggalkan Edward bersama ke tiga bayi kembarnya. Entah kenapa Edward bersedia mengurus ke tiga bayi kembar karena biasanya dirinya malas mengurus satu bayi apalagi tiga.
Bukan kenapa-kenapa karena dirinya pusing kalau bayinya menangis tapi ketika mendengar ke tiga bayi kembarnya menangis secara bersamaan dirinya tidak pusing malah sangat bahagia bisa melihat dan mendengar ketika bayi itu menangis dan tersenyum ketika Edward menyanyikan lagu untuk mereka.
Edward meletakkan Adara di tengah-tengah antara Edwind dan Edmund. Kini Adara posisi berada di tengah-tengah ke dua kakak kembarnya. Edward mengambil ponselnya untuk memfoto ke tiga bayi kembar tersebut yang sedang menatap dirinya.
Deg
Jantung Edward berdetak kencang kembali ketika melihat foto profil Alona yang sedang tersenyum ketika Edward tidak sengaja melihat Alona tersenyum ketika bersama Mommy Maya, Tante Jessica, Tante Soraya, Tante Sela dan Tante Seli.
"Sayang, aku kangen banget sama kamu... Seandainya kamu masih hidup aku ingin memperbaiki semua kesalahanku," ucap Edward sambil menggeser tombol kemudian menekan gambar kamera 📷
cekrek
Namun ketika di foto ke tiga bayi tersebut langsung berubah di mana awalnya ke tiga bayi kembar tersebut menatap dirinya kini berganti Adara memejamkan matanya sedangkan ke dua kakak kembarnya mendekati adik kembarnya sambil menatap adik kembar nya.
"Anak-anak Daddy," ucap Edward sambil tersenyum menatap ke tiga bayi kembarnya.
__ADS_1
"Daddy tidak tahu kenapa Daddy merasa nyaman dekat kalian dan menganggap kalian sebagai anak-anak Daddy," sambung Edward.
Edward mendengar ketiga bayi kembarnya berceloteh tidak jelas seakan ketiganya protes dan mengatakan kalau mereka adalah anak kandungnya.
"Kalian sangat lucu dan menggemaskan," ucap Edward.
cup
cup
cup
Edward mengecup pipi gembul ke tiga bayi kembarnya secara bergantian kemudian kembali tersenyum menatap Edwind, Edmund dan Adara secara bergantian.
"Kenapa Daddy jadi malas pulang ketika melihat kalian," ucap Edward.
Belum ada dua menit susu formula habis kemudian berlanjut ke Edwind hingga dua menit kemudian Edwind sudah menghabiskan susu formula. Kini ke tiga bayinya sudah minum susu formula dan tidak berapa lama ke tiga bayi kembarnya tidur dengan pulas.
"Kenapa aku merasa mereka seperti anak kembarku? Tapi apa mungkin Alona masih hidup?" tanya Edward dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah aku mau tidur di sebelah Edwind," ucap Edward.
Edward mengambil bantal dan tanpa sepengetahuan dirinya kalau bantal tersebut bekas di pakai oleh Alona untuk tidur. Tanpa sengaja Edward menghirup parfum yang masih menempel di bantal Alona.
Deg
__ADS_1
"Kenapa bantal ini mengingatkan aku dengan Alona?" tanya Edward dengan wajah terkejut.
Edward berbaring di sisi ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Edward tidur dengan pulas. Tanpa disadari oleh Edward kalau ke tiga bayinya posisi tidurnya berubah Edwind memeluk kaki Edward, Edmund tidur memeluk tubuh kekar Edward dan Adara memeluk leher Edward.
Edward merasakan ada tiga tangan mungil yang memeluknya membuat membuat Edward membuka matanya karena tubuhnya sensitif. Edward melihat ke tiga anak kembarnya tidur sambil memeluk dirinya.
"Pffftttt," tawa Edward melihat ke tiga bayi kembarnya memeluk dirinya.
Edward kembali memejamkan matanya dan tidak berapa lama Edward tidur dengan pulas nya.
xxxxxxxx
Di tempat yang berbeda Delisa kedatangan tamu di mana tamu tersebut adalah sahabat lamanya.
"Aku sangat senang kalau kita bisa menjadi besan, kapan kita merencanakan pernikahan untuk ke dua anak kita?" tanya wanita yang berpakaian glamor.
"Lebih cepat lebih baik," jawab Delisa.
"Ok, bagaimana kalau Minggu depan?" tanya wanita tersebut.
"Ok, aku setuju," jawab Delisa.
"Kalau begitu kami pulang dulu untuk menyiapkan acara lamaran untuk anak kita," ucap wanita tersebut.
"Silahkan," jawab Delisa.
__ADS_1
"Oh ya, dari tadi aku lihat kamu sendirian. Suami dan ke dua anakmu kemana?" tanya wanita tersebut yang tidak tahu kalau Delisa sudah bercerai.