
Tidak terasa hari ini acara pernikahan Edward dan Alona walau sederhana di rumah sakit yang baru didirikan di mana neneknya Edward atau ibu kandungnya Delisa masih terbaring koma.
Walau sederhana tetap saja mewah karena berkumpul keluarga besar terkaya nomer satu yaitu keluarga besar daddy Alvonso, keluarga terkaya nomer dua yaitu keluarga besar daddy Thomas dan yang terakhir keluarga besar daddy Paulinus.
Selain itu ke tiga keluarga besar tersebut rata - rata memiliki anak kembar sehingga aula rumah sakit yang sangat luas penuh. Tanya undangan datang dan pergi untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.
Ke dua orang tua Alona dan Alena datang di acara pernikahan putri pertamanya terlihat jelas wajah kecewa ibu kandungnya melihat keberuntungan Alona.
("***Seandainya saja Alena tidak takut tentu Alena yang bersanding dengan pria tampan itu bukan Alona," ucap ibu kandungnya dalam hati).
("Aku melihat Ibunya Alona seperti kecewa melihat putrinya menikah dengan cucuku. Padahal kami mengadakan acara pernikahan lumayan mewah sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh ibu kandungnya Alona," ucap mommy Maya dalam hati***).
Grep
"Ada apa mom?" tanya daddy Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.
"Daddy lihat ibu kandungnya Alona wajah nya penuh kecewa dan beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan," ucap mommy Maya dengan suara pelan sambil membalas pelukan suaminya.
Daddy Nathan menatap ke arah Ibunya Alona dan memang benar kemudian Daddy Nathan melihat ke dua tangannya di cengkram kuat seakan menahan amarahnya lalu pandangan matanya mengarah ke ayah kandungnya Alona yang bersikap biasa saja membuat daddy Nathan curiga.
"Apa jangan - jangan Alona bukan putri kandung mereka?" tanya daddy Nathan.
"Kenapa Daddy bilang begitu?" tanya mommy Maya.
"Pertama ibu nya Alona seperti menahan rasa kecewa dan ke dua tangannya di cengkram kuat seakan menahan amarahnya sedangkan ayahnya bersikap biasa saja." ucap Daddy Nathan.
Mommy Maya menatap ke arah ayah kandungannya Alona dan memang benar yang dikatakan oleh suaminya. Ayahnya bersikap biasa saja datar dan dingin dan di ajak bersalaman hanya membalas salaman dari orang - orang yang mengucapkan selamat tanpa mengucapkan sepatah katapun.
__ADS_1
"Dulu ketika melihat ke lima anak kita menikah saat itu Daddy sangat bahagia karena anak - anak kita sudah dewasa dan mommy bisa melihat sendiri wajah Daddy yang selalu tersenyum membuat mommy curiga," ucap Daddy Nathan sambil mengingat masa lalu.
"Bagaimana mommy tidak curiga, mommy pikir daddy tebar pesona tapi ternyata karena sangat bahagia karena anak kita sudah menikah," ucap mommy Maya sambil tersenyum malu karena telah berprasangka curiga.
"Tapi Daddy sangat senang mommy cemburu sama Daddy," goda daddy Nathan.
"Aish daddy senang banget godain mommy," ucap mommy Maya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
''Mommy dan daddy tambah romantis saja,'' ucap Delon sambil menggandeng tangan istrinya.
"Harus itu," jawab daddy Nathan.
"Iya donk," jawab mommy Maya bersamaan.
"Kalian juga romantis seperti lem tidak mau lepas," goda daddy Nathan.
"Hehehehe," tawa Delon
"Delon dan Delisa, kalian lihat ke dua orang Alona," ucap mommy Maya dengan wajah serius.
Delon dan Delisa serempak menatap ke dua calon besannya dengan seksama setelah itu menatap ke arah mommy Maya.
"Tadi Delisa mengobrol dengan besan Ibunya Alona nada bicaranya agak ketus dan terlihat jelas wajah kecewa sedangkan dengan besan Ayahnya Elona wajahnya datar dan dingin berbeda ketika ke dua orang tuaku berbicara dengan Mommy dan Daddy," ucap Delisa.
"Mommy merasa mereka menyembunyikan sesuatu makanya mereka kecewa," ucap mommy Maya.
"Bisa jadi pelaku sebenarnya adalah saudara kembar Alona dan Alona jadi kambing hitam atas kesalahan saudara kembarnya namun ternyata kita memperlakukannya dengan baik karena itulah Ibu nya Alona sangat kecewa," ucap Daddy Nathan mengira - ngira.
__ADS_1
"Bisa jadi begitu dad, jadi mommy minta sama kalian Delon dan Delisa jangan sakiti Alona karena belum tentu Alona pelakunya. Kalian bisa melihat sendiri bagaimana Alona menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya untuk Edward," ucap mommy Maya menasehati putra dan menantunya.
"Baik mom," jawab Delon dan Delisa patuh.
"Setelah mereka menikah biarkan mereka tinggal di mansion milik Edward dan kalian bisa datang berkunjung untuk melihat apa yang dilakukan oleh Alona di mansion baik dan buruknya kalian bisa melihatnya," ucap mommy Maya.
"Benar kata mommy, terlebih aku melihat Alona itu seperti sahabatku sekaligus adik ipar ku yang bernama Soraya hanya diam ketika orang menghinanya dan tersenyum namun dalam hatinya terluka jadi tidak mungkin pelakunya Alona tapi bukti yang menunjukkan kalau Alona pelakunya," ucap Delisa.
"Bisa jadi saudara kembarnya melarikan diri ke apartemen Alona dan meminta pertolongan Alona. Alona yang tidak tega akhirnya terpaksa mengakuinya. Benar atau tidaknya daddy hanya mengira - ngira saja," ucap Daddy Nathan.
"Untuk memastikan seperti di katakan mommy kalau kita akan datang mendadak agar dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh Alona," ucap Delisa.
"Betul," jawab mereka serempak.
Merekapun mengobrol sambil sekali-sekali tertawa bersama sedangkan di panggung pengantin Edward dan Alona menyalami satu persatu tamu undangan yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
Hingga ke dua orang tua Alona naik ke panggung untuk mengucapkan selamat ke Alona dan Edward. Ibunya Alona dan Alena memeluk tubuh Alona membuat Alona tersenyum bahagia.
"Kamu jangan senang dulu karena apa yang kamu rasakan sekarang sebenarnya milik Alena bukan milikmu dan suatu saat nanti Alena akan mengambil semuanya baik sebagai istri maupun kekayaan milik suamimu," bisik Ibunya Alona dan Alena kemudian melepaskan pelukannya.
Deg
Deg
Jantung Alona berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya sangat terpukul dengan ucapan Ibu kandungnya.
Awalnya dirinya tersenyum bahagia langsung memudar dan sekaligus dirinya langsung membatu diam setelah beberapa saat dirinya hanya tersenyum melihat Ibu kandungnya menuruni panggung.
__ADS_1
("***Ibu, aku ini juga putrimu tapi kenapa Ibu selalu sayang dengan Alena? Ibu tahu kalau Alena sering berbuat salah dan aku selalu dijadikan kambing hitam tapi Ibu hanya diam dan pura - pura tidak tahu. Dari kecil hingga sekarang Ibu tidak pernah sayang denganku, Ibu lebih sayang dengan Alena bahkan Ibu sudah tahu kalau yang menabrak neneknya Edward adalah Elena tapi Ibu tetap membelanya bahkan ingin mengambil suamiku dan apa yang aku miliki," ucap Alona dalam hati).
("Jika suatu saat nanti Ibu, Alena, kak Edward atau ke dua mertuaku menyakiti perasaan ku maka aku akan pergi dari kehidupan kalian karena aku sudah sangat lelah," ucap Alona dalam hati***).