
("Apa yang harus aku katakan ?" tanya Alena dalam hati sambil berfikir)
Bruk
Alena pura - pura memegangi kepalanya kemudian menjatuhkan tubuhnya ke arah lantai sambil menahan rasa sakit.
"Ck... Pelayan," panggil Edward dengan nada kesal.
"Ada apa tuan?" tanya kepala pelayan.
"Angkat wanita itu ke kamarnya," ucap Edward dengan nada kesal.
"Baik tuan," jawab kepala pelayan dengan wajah bingung.
Biasanya Edward tidak akan mengijinkan istrinya di sentuh pria lain namun kini Edward menyuruh dirinya. Kepala pelayan menggendong Alena ala bridal style menuju ke arah kamarnya meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa kakak yakin dia bukan kak Alona?" tanya Eden.
"Kakak tidak tahu tapi perasaan kakak seperti itu apalagi ketika kamu bilang bahwa Alona mendesain pola pakaian kakak dan menjadi pakaian sebagus ini dia tidak tahu membuatku semakin curiga," jawab Edward.
"Betul juga kak, aku juga curiga karena sikapnya berbeda waktu aku bertemu dengan kak Alona," ucap Eden.
Tidak berapa lama datang seorang pelayan menemui mereka.
"Maaf tuan Edward," ucap pelayan tersebut.
"Ada apa?" tanya Edward.
"Ada tamu tuan muda Alex dan tuan muda Arsene ingin menemui tuan Edward," ucap pelayan tersebut.
"Suruh mereka masuk," ucap Edward.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Tuan Muda Alex dan Tuan Muda Arsene dapat di baca novelku dengan judul : Menikahi Pria Gangguan Jiwa.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Kak Arsene," ucap Eden tersenyum bahagia.
"Sepertinya adikku sangat menyukai Arsene?" tanya Edward.
__ADS_1
"Sudah lama aku menyukai kak Arsene kak tapi sayang kak Arsene selalu dingin padaku," ucap Eden dengan wajah di tekuk.
"Kalau sudah jodoh tidak akan kemana tapi kalau bukan jodoh lebih baik kamu setuju dijodohkan dengan rekan bisnis Daddy," ucap Edward.
"Aku tidak mau dijodohkan Kak karena aku sangat menyukai kak Arsene," ucap Eden bersikeras.
"Kakak akan bantu kamu tapi mau tidaknya Arsene denganmu semua tergantung dengan Arsene," jawab Edward yang tidak suka memaksa seseorang dalam urusan perasaan.
"Kenapa namaku di sebut?" tanya Arsene tiba-tiba datang bersama Alex.
"Tidak apa-apa, silahkan duduk," ucap Edward.
"Terima kasih," jawab Arsene dan Alex serempak.
"Pakaian itu sangat bagus, beli di mana? Aku mau memesannya," ucap Arsene yang melihat isi di dalam kotak ukuran jumbo.
"Ini di rancang oleh istriku jadi tidak di jual bebas," ucap Edward sambil menutup kotak persegi empat tersebut.
"Aish padahal aku ingin memesannya," ucap Arsene dengan wajah di tekuk.
"Aku akan meminta kak Alona untuk mendesain pola pakaian yang lebih bagus untuk kak Arsene dan nanti aku sendiri yang akan menjahitnya," ucap Eden sejak tadi diam.
"Aku akan meminta istriku untuk tidak membuat pola pakaian untukmu," ucap Edward sambil membalas senyuman seringai ke arah Arsene.
"Jangan gitu donk, aku benar-benar ingin memiliki pakaian yang sangat berbeda karena aku sudah bosan memakai pakaian yang hampir sama bentuknya," ucap Arsene dengan wajah memelas.
"Baiklah karena kamu adalah kakak sahabatku terpaksa aku menginginkan istriku untuk membuat pola pakaian," ucap Edward.
"Terima kasih," jawab Arsene.
"Kalau begitu, bagaimana kalau aku mengukur tubuh kak Arsene untuk membuat pakaian baru," usul Eden.
"Boleh," jawab Arsene singkat.
"Aku pinjam adikmu ya," ucap Arsene.
"Ok," jawab Edward singkat.
Arsene dan Eden pergi meninggalkan ruang keluarga meninggalkan Edward dan adik kembarnya yang bernama Alex.
"Nanti malam kalian datang kan di hari ulang tahunku?" tanya Edward.
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Alex.
"Syukurlah, oh ya bagaimana kalau kita bisnis di ruang kerjaku," ucap Edward.
"Ok," jawab Alex singkat.
Ke dua pria tampan itupun pergi ke ruang kerja untuk membicarakan bisnis sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Alena berbaring di ranjang.
Ketika pintu sudah tertutup oleh kepala pelayan Alena langsung bangun dari ranjang sambil berfikir.
"Si*l, kalau aku tidak berfikir dengan cepat kak Edward pasti akan menyiksaku. Untuk sementara jangan mendekati kak Edward karena kak Edward mulai mencurigai ku," ucap Alena sambil turun dari ranjang.
"Si*l demi kekayaan kak Edward aku terpaksa menerima siksaan ini. Awas kamu kak Alona, penderitaan yang aku alami akan aku balas dua kali lipatnya," ucap Alena sambil menahan amarahnya.
Alena berjalan mondar-mandir seperti setrikaan karena lelah Alena berbaring di ranjang sambil berfikir langkah jahat selanjutnya tanpa menyadari kalau hari ini adalah hari terakhir dirinya tinggal di mansion megah tempat dirinya tinggal sementara.
xxxxxxx
Siang berganti sore perlahan Alena memaksa membuka matanya karena terdengar suara ketukan pintu membuat Alena turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu kamarnya.
ceklek
Alena melihat kepala pelayan berdiri sambil membawa paper bag dan dengan kasar Alena mengambil paper bag tersebut.
"Apa ini?" tanya Alena dengan nada ketus.
"Pakaian Nyonya, hati ini ada pesta ulang tahun tuan Edward dan Nyonya di tunggu di ruang keluarga tempat diadakan pesta," ucap kepala pelayan tersebut.
"Kenapa acaranya mendadak?" tanya Alena dengan terkejut karena dirinya belum pergi ke salon untuk mempercantik penampilannya.
"Maaf Nyonya, saya kurang tahu," ucap kepala pelayan tersebut.
"Dasar bod*h, pergilah," usir Alena.
"Baik Nyonya," jawab kepala pelayan sambil menahan amarahnya.
Brak
Kepala pelayan tersebut membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan kamar Alena namun baru dua langkah terdengar suara pintu di banting membuat kepala pelayan membalikkan badannya dan menatap ke arah pintu.
"Jika ada kesempatan akan aku siksa," ucap kepala pelayan sambil tersenyum menyeringai kemudian membalikkan badannya meninggalkan kamar Alena.
__ADS_1