Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Arumi dan Aruma


__ADS_3

"Ale ... Alona..." panggil ke dua orang tuanya yang tiba-tiba datang.


("Oops... hampir saja memanggil Alena," ucap ke dua orang tuanya dalam hati)


"Mommy ... Daddy ..." panggil Alena sambil berlari ke arah ke dua orang tuanya sambil merentangkan kedua tangannya.


Grep


"Sayang ... Mommy dan Daddy kangen sekali padamu," ucap ke dua orang tuanya sambil saling berpelukan.


"Kamu tambah cantik," puji Ayahnya.


"Kalung mu sangat cantik pasti sangat mahal," ucap Ibunya sambil memegang kalung putrinya.


"Iya Mom, dibelikan sama kak Edward," ucap Alena sambil tersenyum bahagia.


"Gelang, cincin dan anting-anting nya juga bagus," ucap Ibunya dengan mata berbinar-binar.


"Iya dong Mom, kan suamiku kaya raya jadi semuanya dibelikan oleh kak Edward waktu kak Edward pergi ke luar kota," ucap Alena berbohong.


"Wajahmu kenapa?" tanya Ibunya yang masih terlihat ada bercak kemerahan.


"Ini, tadi Alena salah makan yang ada seafood nya seharusnya tidak boleh makan," jawab Alena.


"Kamu kan tahu kalau Mommy, Daddy dan kamu alergi seafood," ucap Ibunya tanpa menyadari ucapan mereka di dengar oleh Mommy Maya dan Neneknya Edward.

__ADS_1


"Alena," panggil Mommy Maya dan Neneknya Edward secara bersamaan.


"Ya," jawab Alena singkat tanpa sadar sambil membalikkan badannya.


"Siapa kamu?" tanya Edward.


"Oops.." ucap Alena sambil menutup mulutnya ketika dirinya tersadar dengan


ucapan Edward.


"Kamu tahu kalau kalung dan cincin yang kamu pakai adalah perhiasan yang nenek berikan padamu waktu kamu sudah selesai memijat nenek?" tanya Neneknya Edward.


"Apakah kamu tahu kalau gelang dan sepasang anting-anting adalah Oma yang memberikan?" sambung Mommy Maya bertanya ke arah Alena.


"Lihatlah para menantu dan cucu perempuan Oma semuanya memakai gelang dan sepasang anting-anting yang bentuk dan gram yang sama," sambung Mommy Maya.


"Maaf Oma," ucap Alena dengan wajah pucat.


"Selain itu Oma sangat yakin kamu bukan Alona karena Alona alergi memakai perhiasan sedangkan kamu tidak, kamu alergi seafood sedangkan Alona tidak, benar begitu Alena?" tanya Mommy Maya.


"A ... aku..." ucap Alena dengan wajah gugup.


"Maaf Nyonya, dia itu Alona bukan Alena," ucap Ayahnya.


"Putri kami hanya satu yaitu Alona," sambung Ibunya.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Mommy Laras yang sejak tadi diam.


"Oma siapa?" tanya Alena.


"Kamu saja tidak tahu sedangkan Alona yang asli kenal denganku," ucap Mommy Laras sambil menjentikkan jarinya.


" Baik Mom," jawab Max.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Mommy Laras dengan Daddy Alvonso dapat di baca di novelku dengan judul :



Max adalah menantu Mommy Laras dengan Daddy Alvonso. Cerita tentang Max dapat di baca di novelku dengan judul :



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Max yang sudah menyiapkan semuanya hanya tinggal mengklik tombol hingga layar yang awalnya gambar keluarga Edward, keluarga Alona dan kebersamaan Edward dengan Alona berganti sepasang wanita kembar.


"Lihat di layar proyektor," ucap Mommy Laras sambil menunjuk ke arah proyektor dengan menggunakan benda kecil yang di tekannya hingga keluar sinar laser.


"Mereka kembar dan hampir mirip dengan Alona," ucap mereka serempak kecuali keluarga besar Daddy Alvonso.

__ADS_1


"Mereka adalah Ibunya Alona dan Alena, sebelah kanan bernama Arumi dan mempunyai putri bernama Alona sedangkan sebelah kiri adalah Aruma dan mempunyai putri bernama Alena," ucap Mommy Laras.


"Orang yang ada di sini adalah Aruma dan Alena, Ibu dan Anak. Benar begitu Aruma dan Alena?" tanya Mommy Laras sambil menatap ke arah mereka berdua.


__ADS_2