Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Janji Joana


__ADS_3

"Joana tidak tahu Mom tapi yang pasti Joana merasa sangat nyaman dan terlindungi." Jawab Joana.


"Maksudnya?" Tanya Mommy Maya.


"Ketika Pamanku ingin menamparku, Kak Delon datang dan menahan tangannya agar Aku tidak di tampar." Jawab Joana sambil menatap ke arah langit dengan mata berkaca-kaca.


"Selain itu?" Tanya Mommy Maya.


"Aku sangat nyaman dengan keluarga Kak Delon di mana Aku merasa dilindungi dan dipercayai sedangkan ke dua orang tuaku sama sekali tidak percaya dengan apa yang Aku katakan." Jawab Joana.


"Maksudnya?" Tanya Mommy Maya.


"Ketika Paman memfitnahku ke dua orang tuaku langsung mempercayai apa yang dikatakan Paman dan mereka langsung memarahiku di depan semua orang tanpa memperdulikan apa yang Aku rasakan." Jawab Joana.


"Jujur saat itu rasanya Joana sangat malu, marah dan benci secara bersamaan dengan ke dua orang tuaku hingga Daddy Nathan memperlihatkan rekaman video cctv agar ke dua orang tuaku melihatnya dan percaya kalau Aku tidak bersalah." sambung Joana.


"Karena itulah kamu ingin menenangkan diri untuk tidak tinggal di mansion milik orang tuamu." tebak Mommy Maya.


"Betul Mom dan Joana sangat yakin pasti saat ini Paman dimaafkan oleh ke dua orang tuaku." ucap Joana.


"Kenapa kamu sangat yakin? Karena sudah jelas - jelas Pamanmu berselingkuh dan memukuli istrinya." ucap Mommy Maya dengan wajah terkejut.


"Paman sangat pintar bersilat lidah, Mommy bisa melihat sendiri kan bagaimana Tante menuduhku padahal sudah jelas - jelas Tante tahu kalau Paman berselingkuh." Ucap Joana.


"Padahal saat itu Joana berkali - kali menasehati Tante untuk berpisah dengan Paman tapi apa yang Aku dapat? Tante mengatakan ke dua orang tuaku kalau Aku berselingkuh dengan Paman." Sambung Joana sambil tersenyum namun terlihat jelas kalau Joana ingin menangis.


"Orang tuaku langsung percaya dan menuduhku kalau Aku menggoda Paman dan juga menggoda Kak Delon padahal itu semua fitnah. Hanya Mommy, Daddy dan Kak Delon orang yang tidak Joana kenal lebih percaya sama Joana." sambung Joana dengan mata berkaca - kaca.


Tes


Tes


Tes


Joana yang tidak bisa menahan agar air matanya tidak keluar kini akhirnya keluar membuat Mommy Maya memeluk Joana dan Joana pun membalas pelukan Mommy Maya.

__ADS_1


"Mommy bisa melihat sendiri bukan, ketika dua kartuku baik kartu debit dan kartu kredit serta perhiasan yang Aku gunakan dan kenakan semuanya di minta. Hal itu membuat Joana mengembalikan semua yang pernah dibelikan sama orang tuaku dan hanya menyisakan kartu identitas." ucap Joana dengan suara tercekat.


"Joana tidak perduli hidup miskin tapi yang tidak habis Joana pikir adalah apakah ke dua orang tua Joana tidak memikirkan bagaimana Aku hidup tanpa memegang uang sama sekali? Apakah mereka tidak berpikir bagaimana kalau ternyata Aku di culik atau di jual?" Tanya Joana pada ibunya yang tidak ada dihadapannya.


Mommy Maya hanya diam dan mendengarkan semua perkataan Joana sambil mengusap punggung Joana agar rasa sesaknya berkurang.


"Hingga Mommy tidak kehilangan akal yaitu meminta pakaian yang Aku kenakan agar Aku tidak jadi pergi. Jujur saat itu Joana terpaksa tidak jadi pergi namun Mommy Maya menolongku." Ucap Joana.


"Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Mommy, Daddy dan Kak Delon." Sambung Joana dengan suara tercekat.


'Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membalas budi kalian walau nyawa akan menjadi taruhan ku.' sambung Joana dalam hati.


"Sstttttt... sudah jangan di bahas lagi, besok siang pergilah dengan Delon." ucap Mommy Maya mengalihkan pembicaraan sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Joana.


"Pergi ke mana Mom?" tanya Joana sambil menghapus air matanya.


"Ke mall untuk membeli semua keperluan mu." Jawab Mommy Maya.


"Bukankah tadi sudah membeli pakaian, sepatu dan yang lainnya, Mom? Jadi tidak usah saja Mom." Ucap Joana karena Joana tidak mau utangnya kebanyakan dan bingung ketika membayarnya.


"Tapi Mom, Joana tidak punya uang nanti saja kalau Joana sudah berkerja dan mempunyai gaji barulah Joana akan membeli semua keperluan Joana." jawab Joana mencari alasan.


"Kenapa harus menunggu kerja dan gajian? Duit kami sangat banyak jadi tidak perlu menunggu." ucap Mommy Maya.


"Joana tidak mau Mom, nanti orang mengira kalau Joana memanfaatkan Mommy dan Daddy serta Kak Delon." Tolak Joana dengan nada halus.


"Jika ada orang yang berani mengatakan hal itu maka Mommy dan Daddy akan mengatakan ke mereka kalau kamu adalah putri angkat kami jadi sudah sewajarnya sebagai orang tua angkat membelikan semua keperluan anak angkatnya." ucap Mommy Maya.


"Bagaimana kalau Joana pinjam nanti kalau gajian Joana akan mengembalikan utang Joana termasuk yang tadi?" tanya Joana yang tidak ingin di anggap sebagai wanita matre.


"Terserah Joana saja." Jawab Mommy Maya dengan pasrah.


'Kamu memang sangat berbeda dan Mommy sangat berharap agar Kamu berjodoh dengan putraku.' Sambung Mommy Maya dalam hati.


Grep

__ADS_1


Cup


"Terima kasih banyak Mom." ucap Joana sambil memeluk Mommy Maya dengan erat kemudian mengecup pipi Mommy Maya.


"Untuk?" tanya Mommy Maya dengan wajah bingung.


"Untuk semua yang Mommy, Daddy dan Kak Delon lakukan untuk Joana." jawab Joana kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Mommy Maya sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama sayang." ucap Mommy Maya sambil mengusap rambut Joana dengan lembut.


'Kamu memang sangat berbeda dengan wanita di luaran sana termasuk Delisa mantan istri Delon.' sambung Mommy Maya dalam hati.


"Oh ya, berarti kamu sangat nyaman dan merasa terlindungi dengan putraku Delon?" tanya Mommy Maya mengulangi perkataan Joana.


"Betul Mom tapi untuk cinta mungkin seiring berjalannya waktu Joana menyukai Kak Delon." Jawab Joana sambil tersenyum malu.


"Oh ya tadi waktu Delon mencium mu, apa yang kamu rasakan?" Tanya Mommy Maya penasaran sekaligus kepo.


Joana langsung menutupi wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya membuat Mommy Maya tersenyum.


"Kamu jangan kaget kalau sifat Delon itu sangat mirip dengan Daddy. Walau Daddy sangat mesum tapi Daddy hanya mencintai satu orang yaitu Mommy. Mommy bisa bilang begitu karena selama ini Mommy dan Daddy tidak pernah melihat Delon mencium Delisa yang merupakan mantan istrinya." ucap Mommy Maya sambil tersenyum.


Joana perlahan menurunkan ke dua tangannya dan menatap ke arah Mommy Maya untuk mendengar kalimat selanjutnya.


"Selain itu kamu bisa melihat sendiri, ketika ada wanita cantik dan seksi berjalan di depan Daddy dan Delon untuk menggodanya. Tapi Daddy dan Delon hanya memandangi kita berdua di mana Daddy memandangi Mommy sedangkan Delon memandangi dirimu." ucap Mommy Maya menjelaskan.


"Joana ingat Mom, waktu di parkiran rumah sakit ada gadis cantik banget dan seksi tapi Kak Delon tidak memperdulikan malah tangan Joana digenggam sampai menuju ke arah parkiran mobil." Ucap Joana.


"Kak Delon hanya menatap ke arah depan tanpa melirik ke kanan dan ke kiri di mana mereka berusaha menggoda Kak Delon." Sambung Joana.


"Betul sekali, ketiga anak kembar kami yang bernama Delon, Jimmy dan Lemos, sifatnya hampir sama seperti Daddy dalam hal mesumnya." Ucap Mommy Maya.


"Awalnya Mommy pikir hanya Jimmy dan Lemos yang mengikuti sifatnya tapi ternyata Mommy salah. Mommy baru mengetahuinya kalau ternyata Delon juga sama sifatnya seperti Daddy setelah mengenalmu." sambung Mommy Maya.


"Memangnya selama ini dengan mantan istrinya Kak Delon, Kak Delon tidak pernah mesum, Mom?" tanya Joana penasaran.

__ADS_1


__ADS_2