Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona


__ADS_3

Tes


Tes


Tes


Mata indah Alona yang sejak tadi menahan air matanya akhirnya keluar namun segera di hapus membuat Edward menatapnya dengan tatapan bingung.


"Ada apa?" tanya Edward.


"Tidak ada apa-apa," jawab Alona sambil tersenyum.


"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya Edward.


"Aku sangat terharu ke dua orang tuaku datang dan juga sangat terharu karena kak Edward merayakan pernikahan kita dengan mewah. Terima kasih atas semuanya," ucap Alona sambil tersenyum menatap Edward.


Edward hanya tersenyum menatap wajah cantik Alona membuat Alona membalas senyumannya walau hatinya sangat terluka. Tanpa diketahui oleh Alona kalau mommy Maya, daddy Nathan, Delisa dan Delon melihat semuanya.


"Mommy merasa ibunya mengatakan sesuatu ketika mereka berpelukan karena itulah Alona menangis," ucap mommy Maya.


"Benar mom," jawab daddy Nathan, Delisa dan Delon serempak.


"Delisa jadi mommy minta kamu jangan menjelekkan ataupun memojokkan Alona di depan Edwar kasihan dia sangat menderita," ucap mommy Maya.


"Iya mom," jawab Delisa


"Terima kasih, mommy percaya kalau hatimu sangat baik karena itulah mommy langsung setuju ketika putraku ingin menikah denganmu." ucap mommy Maya.


" Terima kasih banyak mom karena mommy sangat sayang sama aku padahal di luar sana banyak mertua yang tidak setuju dan sering ribut dengan menantunya tidak seperti mommy," ucap Delisa.


"Sama - sama Sayang," jawab mommy Maya


"Mom, sepertinya Alona kelelahan,'' ucap Delisa.


"Suruh lah istirahat dengan ditemani Edward," pinta mommy Maya.


''Baik mom,'' jawab Delisa patuh.


''Aku ikut,'' ucap Delon yang tidak pisah jauh dengan istrinya.

__ADS_1


''Ok, jawab Delisa singkat.


Delisa dan Delon berjalan ke arah panggung untuk menemui putra mereka dan menantunya.


"Alona sayang kamu istirahat," ucap Delisa dengan nada lembut.


Deg


Jantung Alona berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan baru kali ini Delisa berbicara dengan lembut membuat dirinya sangat terbaru.


"Baik nyonya," jawab Alona sambil tersenyum.


grep


"Kok nyonya? Panggil mommy," ucap Delisa sambil memeluk Alona.


"Baik mom," jawab Alona.


tes


tes


tes


"Kenapa kamu menangis?" tanya Delisa sambil menghapus air mata Alona.


"Alona sangat terharu dan sangat bahagia karena ternyata keluarga kak Edward banyak yang menyayangi Alona dengan tulus," ucap Alona.


"Memangnya ibu kandungmu tidak menyayangi dirimu?" tanya Delisa sambil menatap wajah cantik Alona.


"Sayang," jawab Alona singkat namun pandangan matanya ke arah lain.


"Kalian istirahatlah biar para tamu undangan kami yang mengurusnya," ucap Delisa.


("Benar dikatakan mommy Maya kalau Alona menyembunyikan sesuatu dari kami dari sorot matanya menyimpan kesedihan yang sangat mendalam," ucap Delisa dalam hati).


"Memang tidak apa-apa mom?" tanya Alona tidak enak hati.


"Tidak apa-apa apalagi mereka semua adalah anggota keluarga besar kita," jawab Delisa.

__ADS_1


"Baik mom," jawab Alona.


Grep


"Edward, pesan Daddy perlakukan Alona dengan baik terlebih kalian sudah menikah jadi Daddy minta lupakan apa yang telah terjadi yang penting kita berdoa saja semoga nenek sadar dari koma," ucap Delon sambil memeluk putra sulungnya.


"Baik dad," jawab Edward patuh sambil memeluk Delon.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian Edward berjalan ke arah istrinya dengan di dampingi Delon.


"Kalian berdua istirahat biar kami yang melayani para tamu undangan," ucap Delon sambil tersenyum.


"Baik dad / tuan," jawab Edward dan Alona bersamaan.


"Kok tuan? Daddy seperti Edward memanggilku dengan sebutan Daddy," ucap Delon.


"Baik dad dan terima kasih sudah mau menerima Alona sebagai menantu Mommy dan Daddy," ucap Alona sambil tersenyum bahagia.


"Sama - sama sayang," jawab Delisa dan Delon.


"Pergilah ke mansion kalian nanti ada kejutan buat kalian berdua," ucap Delon.


"Baik dad," jawab Alona dan Edward serempak.


Alona dan Edward mengecup punggung tangan Delon dan Delisa kemudian mereka berjalan ke arah lobby di mana di depan rumah sakit sudah menunggu mobil pengantin.


Tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata menatap tajam dan kebencian terhadap Alona dan satu pasang mata menatapnya antara bahagia dan sedih bercampur jadi satu.


(Seharusnya aku yang menjadi pengantin wanitanya tapi malah kakakku yang menjadi pengantinnya. Kenapa kakakku selalu beruntung?? Kenapa ???" ucap Alena dalam hati).


("Aku akan merebut semua milikmu kak termasuk suamimu," sambung Alena dalam hati).


("Sebentar lagi seharusnya kita menikah tapi kamu malah menikah dengan wanita lain, awas kamu Alona akan aku hancurkan hidupmu lewat adikmu Alena," ucap mantan kekasih Alona dalam hati).


("Seharusnya aku bahagia karena putri sulung ku menikah tapi kenapa aku lebih menyayangi Alena? Kenapa aku ingin Alena bahagia dari pada Alona padahal ke duanya adalah putri kandungku," ucap Ibunya Alona dan Alena dalam hati dengan wajah bahagia bercampur sedih).


("Seandainya saja mereka berdua bisa akur? Seandainya saja Alena tidak mempunyai rasa iri hati aku pasti akan bahagia," sambung Ibu nya Alona dan Alena dalam hati).


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2