
Alona melangkahkan kakinya tanpa mengetahui kalau ada dua pria berpakaian serba hitam mengikuti Alona dari arah belakang hingga Alona menghentikan langkahnya ketika di depannya ada Ibunya dan adik kembarnya menatap Alona dengan tajam.
"Mommy, Alena," panggil Alona dengan wajah terkejut.
Tanpa menjawab ke dua wanita itu menarik tangan Alona ke arah toilet kemudian ke dua wanita itu mengusir semua wanita yang ada di toilet hingga menyisakan tiga orang.
"Kak Alona, seharusnya aku yang menikah kak Edward karena aku yang menabrak neneknya," ucap Alena.
"Benar yang dikatakan Alena, Alena lah yang berhak menikah dengan Edward," ucap Ibunya.
Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah, kalau Ibu dan Alena maunya seperti itu kita bertukar peran," ucap Alona.
"Apa maksudmu?" tanya Ibunya.
"Maksud kakak?" tanya Alena.
Ke dua wanita itu sangat terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alona karena semudah itu Alona mau melepaskan kehidupan yang sangat mewah.
"Kita tukaran pakaian," jawab Alona menjelaskan.
"Baik, kalau begitu kita tukar sekarang karena di luar ada bodyguard yang mengikuti kakak," ucap Alena.
"Baik, kita tukar sekarang," jawab Alona yang tidak heran kalau suaminya memberikan bodyguard yang mengikuti dirinya.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar toilet setelah sepuluh menit mereka sudah mengganti pakaian.
"Ibu sudah membeli tiket pesawat atas nama Alena lewat online jadi kamu pergilah dari negara ini dan jangan kembali lagi," ucap Ibunya sambil mengirimkan pesan ke Alona.
__ADS_1
"Baik," jawab Alona singkat.
"Sebelum pergi pakai rambut palsu agar tidak ketahuan," ucap Alena sambil membuka tas dan memberikan rambut warna pirang sedangkan rambut Alona warna hitam.
Tanpa banyak bicara Alona memakainya setelah selesai Alona pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ibu mertuaku menunggu di depan supermarket datanglah menemuinya," jawab Alona sebelum menutup pintu.
("Baguslah berkat kalian aku bisa pergi dari negara ini, selamat tinggal kak Edward dan semuanya aku akan pergi jauh meninggalkan kalian karena aku butuh ketenangan," ucap Alona dalam hati).
("Terlebih buat kak Edward, maaf aku harus pergi meninggalkan kakak karena aku tidak ingin anak kita tertekan terlebih kak Edward tidak menyukai anak yang aku kandung karena memintaku untuk menggugurkannya," ucap Alona dalam hati sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat).
"Mommy pikir, kita akan melakukan kekerasan agar Alona mau bertukar peran tapi ternyata Alona langsung berinisiatif untuk bertukar peran," ucap Ibunya setelah kepergian Alona.
"Kak Alona kan bodoh Mom, hidup enak kok tidak mau," ucap Alena sambil tersenyum menyeringai.
"Ingat Alena, kamu ajak Mommy dan Daddy tinggal bersamamu karena mansion kita sebentar lagi mau di sita bank," sambung Ibunya.
"Ibu tenang saja, sesuai dengan rencana kita," ucap Alena.
"Anak pintar, Alona tidak sepertimu yang sangat perduli dengan Ibunya," ucap Ibunya yang sangat membenci Alona.
"Tentu saja Alena gitu," jawab Alena sambil tersenyum bahagia.
"Sudah kita jangan mengobrol takutnya bodyguard masuk ke kamar mandi," ucap Ibunya.
"Baik Mom," jawab Alena patuh.
Alena dan ibunya keluar dari kamar mandi setelah Alona keluar, mereka berjalan ke arah supermarket di mana ibunya Edward sedang menunggu Alona.
__ADS_1
"Maaf Mommy, Alona menunggu lama karena Alona bertemu dengan Mommy ku di kamar mandi," ucap Alena yang mengaku bernama Alona.
"Hampir saja aku tinggal, kaki mommy pegal tahu," omel Delisa.
"Hei, putri ku sudah minta maaf kenapa kamu memarahi putriku?" tanya ibunya Alena dengan nada kesal.
"Hei jangan ikut campur ya, kalau tidak suka pergi sana!!" usir Delisa sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.
"Kurang aj*r," ucap Ibunya Delisa sambil mengangkat tangannya untuk memukul Delisa.
Bugh
Bruk
"Akhhhhhhhh..." teriak Ibunya Alena.
Delisa yang merasa dirinya terancam mengangkat kaki kanannya kemudian menendangnya hingga mengenai perut besannya hingga terjatuh bersamaan Ibunya Alena berteriak kesakitan. Alena membantu Ibunya untuk berdiri sambil menahan amarahnya terhadap Delisa.
"Jika kamu tidak suka pergilah dari rumah putra ku dan aku akan meminta putraku untuk bercerai dengan mu sekalian aku mencari wanita yang lebih baik darimu," ucap Delisa sambil melanjutkan langkahnya.
("Si**n nenek tua, awas saja akan aku buat kamu menyesali atas apa yang kamu lakukan terhadap Mommy ku," ucap Alena dalam hati sambil menahan amarahnya).
("Hari ini aku terpaksa merendahkan diriku jika ada kesempatan aku akan membalasnya," sambung Alena dalam hati).
("Sia**n kalau bukan demi hidup enak aku tidak akan pernah mau diperlakukan seperti ini. Tunggu saja pembalasanku dan juga putriku," ucap Ibunya Alena dalam hati sambil menahan rasa sakit akibat ditendang perutnya).
"Tidak Mommy, Alona akan menuruti apapun permintaan Mommy asalkan aku tidak bercerai dengan Kak Edward," ucap Alena sambil berjalan menyusul Ibu mertuanya begitu pula dengan Ibu nya Alena.
"Satu lagi, Mommy tidak ingin Ibu mu ikut dengan kami kalau tidak kamu pulang sendiri naik taksi," ucap Delisa tanpa punya ada rasa empati sedikitpun.
__ADS_1